Investasi Bitcoin saat Corona: Amankah untuk Dilakukan?

Diperbarui 18 Jan 2023 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Banyak orang melirik Bitcoin sebagai instrumen investasi, termasuk di masa pandemi. Melakukan investasi Bitcoin saat wabah corona terjadi perlu dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

    Bitcoin adalah salah satu dari banyak jenis cryptocurrency yang dikenal.

    Banyaknya peminat untuk transaksi dengan Bitcoin menyebabkan harganya melambung tinggi. Hingga bulan Juni saja, 1 Bitcoin setara dengan Rp 133 juta.

    Harganya yang tinggi dan tren kenaikan beberapa tahun terakhir membuat banyak orang menjadikan Bitcoin sebagai investasi.

    Praktis, hal ini akan memberikan keuntungan yang menggiurkan. Namun, hal berbeda terjadi ketika pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia.

    Seperti diketahui, wabah ini telah melumpuhkan berbagai macam bidang.  Salah satu yang terdampak adalah ekonomi.

    Bagaimana tidak, pergerakan masyarakat yang terbatas tentu saja mengurangi pendapatan dari banyak sektor bisnis. Baik pariwisata, ataupun makanan.

    Ternyata, Bitcoin yang berbasis teknologi ikut terdampak oleh Covid-19.

    Lalu, apakah investasi bitcoin saat corona masih memungkinkan? Pada artikel ini, Glints berikan beberapa penjelasannya.

    Baca Juga: Mau Investasi? Yuk Kenalan dengan Obligasi Negara Ritel

    Performa Bitcoin selama Covid-19

    © Freepik.com

    Beberapa tahun terakhir, performa Bitcoin memang tak selamanya mulus.

    Namun, tren yang ditunjukkan selalu naik membuat beberapa orang masih mempercayakan uangnya untuk investasi Bitcoin temasuk saat corona.

    Selain itu, keamanan investasi atau transaksi melalui cryptocurrency khususnya Bitcoin dinilai cukup terjamin.

    Dengan menggunakan teknologi blockchain, membuat pencatatan transaksi Bitcoin semakin teliti dan minim kesalahan.

    Hal ini pula yang membuat Bitcoin sangat sulit untuk diselewengkan. Bahkan, Bitcoin merupakan salah satu instrumen yang dinilai dapat bertahan dari inflasi.

    Tak heran, banyak orang semakin tertarik untuk berinvestasi pada Bitcoin.

    Namun, adanya wabah Covid-19 yang menyerang berbagai sektor khususnya ekonomi ternyata memiliki pengaruh tersendiri terhadap performa Bitcoin.

    Bersumber dari The Data Scientist, awal Februari sendiri, harga Bitcoin masih bekisar US$ 10.000. Tak berselang lama, pada 13 Februari harganya turun drastis menjadi US$ 4.000.

    Disampaikan pula, ahli investasi bidang kripto, Richard Burton, menyatakan selama pandemi lebih tertarik berinvestasi pada sektor swasta.

    Menurutnya, ia masih tidak percaya pada persepsi publik terhadap pasar, termasuk cryptocurrency.

    Dari data tersebut, dapat disimpulkan performa Bitcoin selama pandemi berlangsung memang kurang baik.

    Namun, untuk kamu yang ingin berinvestasi Bitcoin, perlu melihat pendapat para ahli dan proyeksi ke depannya mengenai performa Bitcoin.

    Baca Juga: Jangan Terkecoh! Ini 5 Mitos Investasi yang Kamu Harus Pahami!

    Pendapat Para Ahli

    investasi bitcoin saat corona

    © Freepik.com

    Mengetahui pendapat para ahli tentang investasi Bitcoin di era Covid-19 dapat membantu dalam pengambilan keputusan.

    Hal ini karena para ahli tentu saja telah memiliki pengalaman dan berbagai penelitian khususnya terhadap investasi cryptocurrency.

    Pendapat para ahli pun bermacam-macam. Mereka terpecah ke dalam pendapat positif dan negatif tentang nasib Bitcoin ke depannya.

    1. Pendapat positif

    Seperti diketahui, tren Bitcoin di masa Covid-19 cenderung menurun. Namun, terdapat beberapa ahli yang masih menilai positif terhadap perkembangan bitcoin ke depannya.

    Masih mengambil dari The Data Scientist, Jake Broun, seorang praktisi Bitcoin yang juga pendiri Pocket Node menyatakan saat ini adalah waktu yang cocok untuk berinvestasi.

    Menurutnya, hal ini akan menjadi titik balik perubahan orang-orang untuk menggunakan mata uang digital. 

    Hal senada juga disampaikan oleh Lea Thompson, CEO dari Girl Gone Crypto.

    Ia berpendapat, teknologi blockchain yang digunakan pada cryptocurrency akan diadaptasi ke bidang lain agar bisa tetap bertahan di era COVID-19 dan setelahnya.

    2. Pendapat negatif

    Tak cukup dari satu sisi saja, kamu juga perlu melihat pendapat negatif dari para ahli.

    Pandangan yang berlawanan melihat proyeksi bitcoin disampaikan oleh Peter Mallouk, Presiden dan Chief Investment Officer dari firma manajemen keuangan Creative Planning.

    Dikutip dari CNBC, ia mengatakan bahwa di masa seperti ini justru harusnya tidak usah terlalu banyak berspekulasi.

    Menurutnya, banyak bisnis yang terlihat bagus ternyata harus menelan pil pahit di masa pandemi Covid-19 ini. 

    Baca Juga: Alasan Kenapa Harus Membatasi Informasi Tentang Corona dan Cara Melakukannya

    Ternyata, terdapat berbagai pandangan mengenai proyeksi Bitcoin ke depan.

    Dengan berbagai pendapat itu, melakukan investasi di Bitcoin saat seperti ini adalah hal yang perlu banyak pertimbangan. Kenali berbagai risiko sebelum memulai investasi di mata uang digital ini.

    Untuk kamu yang tahu lebih banyak tentang investasi, kamu bisa berlangganan newsletter blog Glints.

    Kamu bisa mendapatkan banyak informasi dan tips tentang investasi. Yuk, daftar!


    Comments are closed.

    Artikel Terkait