Waspada Perasaan Rendah Diri yang Kerap Menghantui, Bisa Jadi Inferiority Complex

Diperbarui 01 Des 2020 - Dibaca 10 mnt

Isi Artikel

    Tidak sedikit karyawan di kantor yang pernah merasakan dampak dari inferiority complex.

    Perasaan mengganggu ini tak hanya menghambat produktivitas dan kualitas kerja karyawan, tetapi, juga bisa menguras energi hingga mereka merasakan burnout.

    Meskipun kondisi ini dapat merugikan para pekerja, sayangnya, belum banyak orang yang mengetahui ciri-ciri serta dampak yang bisa disebabkannya.

    Oleh karena itu, kali ini, Glints akan menjelaskan mengenai inferiority complex serta cara terbaik untuk menghadapinya. Yuk, disimak!

    Baca Juga: 3 Cara Menyampaikan Masalah Kesehatan Mental saat Pandemi ke Atasan

    Apa Itu Inferiority Complex?

    inferiority complex

    © Freepik.com

    Menyadur American Psychological Association, inferiority complex atau kompleks inferioritas, adalah kondisi psikis yang timbul karena rasa ketidakcukupan dan insecure yang berasal dari kekurangan fisik atau psikologis aktual maupun yang dibayangkan.

    Perasaan ini dapat mengakibatkan ekspresi seperti sikap takut-takut dan malu, hingga kompensasi berlebihan dari persaingan dan agresi.

    Pada intinya, kompleks inferioritas adalah perasaan yang hadir untuk menunjukkan bahwa kualitas seseorang terasa belum maksimal atau bahkan kalah dari orang lain.

    Kompleks inferioritas dapat dibandingkan dengan superiority complex, di mana seseorang memiliki pendapat yang berlebihan tentang kemampuan dan pencapaian diri mereka sendiri.

    Seringkali, inferiority complex berkembang di masa kanak-kanak karena pengalaman yang tidak valid, atau dibesarkan dalam keluarga yang kurang suportif hingga seseorang merasa lebih rendah atau tidak cukup baik. 

    Karena kompleks inferioritas terbentuk dalam alam bawah sadar tiap individu, perasaan ini wujudnya dapat berbeda-beda bagi setiap orang. 

    Namun, masih ada berbagai gejala umum yang masih harus diwaspadai, seperti rasa rendah diri dan stres berkelanjutan.

    Mengapa Inferiority Complex Bisa Terjadi di Tempat Kerja?

    inferiority complex

    © Unsplash.com

    Sepertinya yang sudah Glints jelaskan, inferiority complex merupakan sebuah kondisi psikis yang sudah lama mengganggu kesehatan para pekerja.

    Hal tersebut cukup umum di tempat kerja dan sering terjadi selama beberapa hari atau minggu pertama bergabung dengan perusahaan baru.

    Nah, tetapi, mengapa kompleks inferioritas bisa terbentuk di tempat kerja?

    Menurut Cleverism, hal ini terjadi karena seorang pekerja yang kerap membandingkan kualitas mereka dengan rekan kerja dan atasan.

    Sejatinya, membandingkan diri dengan keberhasilan orang lain merupakan suatu hal yang sangat manusiawi, terutama bagi pekerja yang sedang mengevaluasi nilai mereka di mata rekan kerja dan perusahaan.

    Persaingan yang sehat juga diperlukan karena menyebabkan karyawan untuk bekerja lebih keras dan membantu mereka untuk mencapai ekspektasi perusahaan dengan baik.

    Namun, masalah bisa hadir ketika pekerja tidak dapat menghilangkan rasa rendah diri, bahkan setelah satu atau dua bulan bergabung dengan perusahaan.

    Jika terus berlanjut, inferiority complex yang dirasakan bukan lagi sebuah fase, tetapi, sudah menjadi gangguan mental yang merupakan bagian dari kepribadian mereka.

    Baca Juga: Meski Sibuk Kerja, Mengapa Kesehatan Fisik dan Mental Harus Tetap Dijaga?

    Ciri-Ciri Mengalami Inferiority Complex

    © Freepik.com

    Mungkin, jika mendengar inferiority complex, yang kerap terlintas di benak banyak orang adalah rasa rendah diri.

    Nyatanya tidak hanya itu. Masih banyak, lho, ciri-ciri lain jika seseorang merasakan kompleks inferioritas.

    Kira-kira, seperti apa, sih,  ciri-ciri lengkap seseorang yang terkena gejala inferiority complex? Menurut Everyday Health, berikut penjelasannya:

    • merasa insecure, tidak puas, atau tidak berharga
    • menjauhkan diri dari aktivitas sehari-hari dan situasi sosial
    • membandingkan diri dengan kemampuan orang lain
    • perasaan frustrasi, gugup, atau agresi karena persaingan
    • timbul gejala insomnia
    • ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas
    • timbul tanda-tanda depresi, kecemasan, atau gangguan kesehatan mental lainnya

    Cara Mengatasi Inferiority Complex

    © Freepik.com

    Setelah mengetahui definisi dan ciri-ciri gejalanya, kini, kamu harus tahu cara terbaik untuk mengatasi inferiority complex.

    Mengapa demikian? Karena kondisi mengganggu ini bisa saja kamu rasakan di tempat kerja tanpa disadari.

    Melansir Psychreg, berikut adalah kiat-kiat paling ampuh ketika kamu sedang merasakan kompleks inferioritas:

    1. Self care

    Pertama-tama, yang harus kamu lakukan ketika merasakan inferiority complex adalah untuk menerapkan kebiasaan self care di kantor ataupun di rumah.

    Caranya cukup mudah, kok. Mulailah dengan mengapresiasi segala pekerjaan yang telah kamu selesaikan.

    Lalu, berhentilah untuk membandingkan diri dengan kemampuan rekan kerja dan mulai membenahi diri dengan mempelajari skill-skill baru.

    2. Hindari rekan kerja yang toxic

    Terkadang, di tempat kerja, kamu akan menemui orang yang tidak suportif dan selalu membentuk persaingan yang tidak sehat.

    Nah, agar psikismu tidak terdampak, hindari rekan kerja toxic dan dekatkan diri dengan teman-teman kantor yang suportif.

    3. Jangan hiraukan pendapat orang lain

    Terakhir, cara ampuh untuk mengatasi inferiority complex adalah dengan mengacuhkan pendapat orang lain tentang dirimu.

    Pisahkan diri dari penilaian orang lain. Mengapa demikian? Karena, pada akhirnya, pendapatmu tentang diri sendirilah yang penting. 

    Saat sudah merasa nyaman dengan diri sendiri, dijamin orang lain juga akan merasa nyaman dengan kamu.

    Baca Juga: Yuk, Sayangi Diri! Berikut 4 Hal Untuk Menjaga Kesehatan Mental Millenial

    Itu dia serba-serbi inferiority complex yang dapat Glints paparkan untuk kamu.

    Intinya, merasa insecure dan kurang puas adalah suatu hal yang alamiah dan sangat manusiawi.

    Kendati demikian, jangan sampai perasaan tersebut merenggut kesehatan mentalmu. Cintailah diri sendiri dan hargai semua hal yang telah kamu raih.

    Yang perlu kamu ingat adalah bahwa kamu itu tidak sendiri. Bahkan, jika masih penasaran, kamu bisa, lho, mengunjungi Glints Komunitas.

    Di sana, para profesional dan sesama pengguna Glints lainnya siap untuk menjawab semua keluh dan kesahmu.

    Jangan sampai kamu ketinggalan. Yuk, sign up di Glints sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 4

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait