Kelola Tag Situs Web secara Efisien dengan Google Tag Manager
Ditulis oleh : Maulana Adieb
Tag pada website sangat penting untuk dikelola dengan rapi. Nah, salah satu tool yang bisa kamu gunakan untuk melakukan hal tersebut adalah Google Tag Manager.
Banyak orang tampaknya sudah tidak asing lagi dengan tool yang satu ini.
Pasalnya, Google Tag Manager selalu dikaitkan dengan Google Analytics karena kedua tool tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Seperti, apa, sih, pengertian dari Google Tag Manager itu sendiri? Apa manfaat dalam menggunakannya? Lalu, apa saja komponen di dalamnya?
Tanpa basa-basi lagi, mari kita simak pembahasan di bawah ini!
Isi Artikel
Apa Itu Google Tag Manager?
Dilansir dari Orbit Media, Google Tag Manager adalah tool gratis yang memudahkan penggunanya untuk mengelola tag pada website.
Bagi seorang marketer, tool ini sangat penting untuk melacak bagaimana orang dapat tiba di situs web, mengetahui berapa lama pengunjung bertahan di web ataupun melakukan survei.
Lalu, tag sendiri itu sebenarnya apa, sih, pengertiannya?
Secara umum, dilansir dari Moz, tag adalah potongan kode atau script yang ditambahkan ke HTML situs web untuk mengumpulkan informasi dan mengirimkannya kepada pihak ketiga, seperti Google Analytics dan Google AdWords.
Biasanya dalam suatu website terdapat berbagai macam tag yang digunakan dan setiap tag akan melacak data-data yang berbeda.
Nah, tag tersebut dapat dikelola dengan baik oleh tool yang bernama Google Tag Manager.
Melalui tool ini, kamu dapat menambah, mengedit, memonitor dan menonaktifkan tag tanpa perlu memahami sumber kode.
Secara tidak langsung, Google Tag Manager membantumu untuk mengelola tag tanpa perlu bantuan developer. Sebab, prosesnya terbilang sederhana.
Bahkan, meskipun Google Tag Manager adalah tool dari Google, kamu dapat menambahkan tag pihak ketiga lainnya, seperti Twitter, Hotjar, dan lain-lain.
Baca Juga: Pantau Website Menggunakan Google Analytics, Ini Cara Lengkapnya
Manfaat Google Tag Manager
Jika dilihat dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa Google Tag Manager adalah tool yang memudahkan marketer untuk mengelola tag.
Tanpa tool ini, sudah dipastikan marketer harus memakan waktu yang lama hanya untuk mengelola tag pada sebuah website saja.
Nah, selain itu, ada beberapa manfaat yang diberikan jika kamu menggunakan tool ini, utamanya dalam menjalankan bisnis:
1. Tidak terlalu bergantung pada developer
Melansir dari Moz, salah satu manfaat terbesar saat menggunakan Google Tag Manager adalah kamu tidak perlu bergantung lagi pada developer.
Dengan demikian, kamu dapat melakukannya dengan cepat tanpa harus menunggu developer saat ingin mengedit ataupun menambahkan tag.
Secara tidak langsung, bisnismu juga akan berkembang dengan cepat karena tidak terlalu memikirkan tag.
2. Pengelolaan tag lebih efisien
Tak bisa dimungkiri, Google Tag Manager juga membantumu lebih efisien dalam mengelola tag.
Sebab, tool ini dirancang dengan user interface yang intuitif sehingga memudahkan penggunanya untuk mengedit, menambahkan, menonaktifkan, dan menghapus tag pada website.
3. Mempercepat website
Saat tag diaktifkan secara bersamaan, biasanya akan mengakibatkan loading website jadi melambat.
Nah, melalui Google Tag Manager kamu bisa memperbaiki masalah tersebut. Sebab, tool ini dapat mengatur prioritas tag mana yang ingin digunakan sehingga dapat diaktifkan secara bergantian, sesuai dengan kebutuhan.
Baca Juga: Melacak Perkembangan Brand dan Kompetitor dengan Google Alerts
Komponen Google Tag Manager
Nah, sekarang kita sudah tahu pengertian dari Google Tag Manager beserta manfaat saat menggunakannya.
Lantas, apakah kamu sudah mulai tertarik untuk menggunakannya?
Sebelum itu, ada baiknya kamu harus tahu beberapa komponen di dalam Google Tag Manager.
Penasaran? Simak penjelasan Glints di bawah ini!
1. Container
Ketika kamu sudah membuat akun Google Tag Manager, hal pertama yang perlu kamu ketahui adalah container.
Melansir dari Moz, container adalah tempat untuk menyimpan semua tag yang berada pada situs web.
Langkah pertama setelah memiliki akun Google Tag Manager, kamu harus membuat container terlebih dahulu.
Setelah membuat container baru, Google Tag Manager akan memberikan kode yang bisa kamu tempatkan di situs web agar muncul di halaman website.
2. Tag
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, tag adalah kode atau script yang akan dipasangkan ke HTML situs web untuk mendapatkan informasi.
Melansir dari Support Google, data informasi tersebut akan dikirimkan ke Google Analytics.
3. Trigger
Setiap tag setidaknya harus ada satu trigger atau pemicu supaya berfungsi dengan baik dan menghasilkan sesuatu.
Sebagai contoh, kamu dapat mengatur tag mulai bekerja ketika ada seseorang melakukan download file di situs web ataupun pembelian.
4. Data layer
Data layer adalah objek JavaScript yang menyimpan tag informasi dan mengirimkannya ke Google Tag Manager.
Secara teknis, data layer bersifat opsional. Kamu tidak perlu repot mengaturnya.
Kendati demikian, apabila kamu ingin menggunakan Google Tag Manager untuk melacak event atau peristiwa tertentu, kamu harus memiliki data layer.
Baca Juga: Tak Sekadar Pangkas Waktu Tunggu, Ini 5 Alasan Pentingnya Kecepatan Website
Demikian penjelasan singkat mengenai Google Tag Manager beserta komponen-komponen di dalamnya.
Pada hakikatnya, Google Tag Manager adalah tool yang memudahkan marketer untuk mengelola tag agar dapat mengembangkan bisnis dengan cepat.
Selain Google Tag Manager dan Google Analytics, masih ada banyak lagi layanan Google lainnya yang perlu kamu ketahui untuk memenangkan bisnis di era digital.
Glints sudah menyiapkan beragam artikel seputar produk-produk Google yang bermanfaat untuk marketing dan bisa kamu akses secara gratis.
Caranya, kamu tinggal berlangganan newsletter blog Glints sekarang juga. Informasi tersebut langsung dikirimkan ke inbox emailmu.
Jangan ragu lagi, segera daftarkan dirimu dan dapatkan informasi menarik lainnya!
