Essay: Definisi, Jenis-Jenis, dan Strukturnya
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Salah satu cara untuk menguji dan melatih kemampuan komunikasi tertulis adalah melalui essay atau esai.
Penulisan essay kebanyakan dilakukan untuk tujuan akademis.
Jadi, seorang mahasiswa wajib memahami apa itu esai karena dunia perkuliahan berkaitan erat dengan tugas tulis-menulis.
Nah, Glints sudah rangkumkan pengertian esai, jenis-jenis, hingga struktur esai yang bisa kamu jadikan sebagai acuan dasar.
Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!
Isi Artikel
Apa Itu Essay?
Dilansir dari University of Evansville, essay atau esai adalah tulisan panjang yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang tentang sesuatu atau sekadar memberi tahu pembaca tentang topik tertentu.
Agar tujuan tersebut bisa dicapai, penulis esai harus memerhatikan isi dan strukturnya.
Kamu akan menemukan esai di berbagai konteks atau kebutuhan, mulai dari ujian kuliah, persyaratan beasiswa, hingga perlombaan karya tulis.
Oleh karena itu, terdapat banyak jenis esai yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan spesifikmu.
Jenis-Jenis Essay
Nah, untuk mempelajari jenis-jenisnya lebih jauh lagi, berikut adalah beberapa jenis essay sesuai yang dibahas oleh Indeed.
1. Esai naratif
Esai naratif biasanya berisi sebuah kisah atau cerita hidup seseorang.
Ini merupakan jenis esai pribadi yang sering kali digunakan sebagai syarat mendaftar beasiswa atau perguruan tinggi.
Penulis esai naratif perlu menulis pembukaan esai semenarik mungkin supaya menarik perhatian pembaca.
Sisanya, penulis akan menceritakan latar belakang dan tujuan karier atau akademisnya dengan baik dan jelas.
2. Esai deskriptif
Esai deskriptif memberikan penjelasan rinci tentang sebuah topik.
Topik tersebut bisa berupa seorang tokoh, tempat, benda, atau peristiwa.
Tergantung kebutuhan, esai deksriptif juga bisa dibuat seperti esai naratif yang menarik, kreatif, dan tidak kaku.
Saat menulis esai deskriptif, penulis perlu menyertakan gambaran yang jelas agar pembaca merasa lebih terkoneksi dengan karakter, tempat, atau peristiwa di dalam esai.
3. Esai ekspositori
Expository essay adalah esai yang hanya berfokus pada informasi faktual dan tidak memuat opini apa pun.
Penulis menggunakan esai ekspositori untuk menunjukkan pengetahuan atau keahlian mereka di bidang tertentu.
Jadi, biasanya penulis esai ekspositori adalah guru, dosen, peneliti, dan figur-figur lain yang memang ahli di bidangnya.
Misalnya, jika menulis esai ekspositori tentang pelestarian lingkungan, kemungkinan kamu perlu menghindari opini seperti mendukung tindakan tertentu terkait isu lingkungan yang kontroversial.
4. Esai argumentatif
Nah, kebalikan dari esai ekspositori, esai argumentatif memungkinkanmu untuk mengungkapkan suatu opini.
Namun, tentu saja opini yang disusun tetap harus berdasarkan fakta, bukan emosi.
Selain itu, penulis juga perlu mengkaji opini dari berbagai sisi secara objektif agar tidak berat sebelah.
Di bagian akhir, barulah penulis dapat memberi saran menurut hasil riset yang dituangkan dalam esai tersebut.
5. Esai persuasif
Esai persuasif juga berisi opini seperti esai argumentatif di atas.
Hanya saja, esai ini lebih berfokus untuk membujuk pembaca agar mempunyai pendapat yang sama dengan penulis.
Oleh karenanya, penulis bisa menambahkan penalaran emosional di samping fakta dan data yang disajikan.
Misalnya, esai persuasif tentang keuntungan gaya hidup vegetarian dapat berisi opini dan seruan dari penulis agar pembaca ikut berminat mengubah gaya hidupnya.
6. Esai sebab dan akibat
Esai sebab dan akibat menjelaskan mengapa peristiwa atau situasi tertentu dapat menyebabkan peristiwa lainnya.
Penulis menguraikan hubungan yang jelas antara dua rangkaian peristiwa atau lebih.
Esai sebab akibat masih termasuk ke dalam esai ekspositori, sehingga penulis harus menulisnya berdasarkan fakta dan menghindari opini subjektif.
7. Esai komparatif
Comparative essay adalah tulisan yang membahas dua subjek dan merinci persamaan dan perbedaan di antara keduanya.
Jenis esai ini cukup banyak digunakan di lingkungan akademis.
Salah satu contoh esai komparatif adalah esai yang menjelaskan persamaan dan perbedaan antara lebah dan tawon.
Esai ini umumnya didahului dengan pembukaan, setidaknya satu paragraf untuk menjelaskan persamaan antara kedua subjek.
Setelah itu, barulah penulis menjelaskan perbedaan-perbedaannya lalu ditutup dengan paragraf kesimpulan.
Struktur Essay
Terlepas dari jenis-jenisnya yang berbeda, berikut adalah struktur essay secara umum yang biasanya digunakan, dirangkum dari University of Portsmouth.
1. Pendahuluan
Bagian pendahuluan memiliki struktur yang sangat bervariasi.
Dalam beberapa disiplin ilmu, kamu mungkin perlu memberikan latar belakang dan konteks yang lengkap, sedangkan esai dalam topik lain mungkin hanya memerlukan sedikit konteks.
Secara garis besar, pengantar esai biasanya berisi informasi berikut:
- Pernyataan yang menarik perhatian pembaca.
- Latar belakang topik.
- Definisi penting yang berkaitan dengan topik.
- Garis besar poin-poin utama, seperti model, teori, argumen, atau informasi lainnya.
- Satu atau dua kalimat yang memberi tahu pembaca mengenai tujuan utama esaimu.
2. Isi
Bagian isi essay harus disusun menjadi paragraf-paragraf dan biasanya tidak mengandung subjudul.
Setiap paragraf harus membahas aspek isu yang berbeda, namun juga harus tetap berkaitan dengan paragraf sebelum dan sesudahnya.
Menyusun isi essay adalah hal yang cukup sulit bahkan bagi penulis berpengalaman, karena tidak ada panduan atau template untuk menyusunnya dengan baik.
Yang jelas, pastikan bahwa tiap paragraf yang kamu tulis merupakan lanjutan dari paragraf sebelumnya, namun dengan fokus berbeda atau masuk ke detail yang lebih spesifik.
3. Kesimpulan
Kesimpulan essay adalah bagian yang cukup menantang karena penulis harus bisa menyatukan semua poin-poin penting di dalam esai secara singkat.
Di bagian kesimpulan, pastikan kamu tidak menulis informasi, data, atau argumen baru.
Kesimpulan biasanya mencakup 3 hal:
- Pengingat untuk pembaca mengenai tujuan esai.
- Jawaban terhadap judul esai atau pertanyaan yang disajikan di pendahuluan.
- Pengingat untuk pembaca bagaimana esai berhasil menjawab pertanyaan tersebut.
Tak perlu terlalu panjang, umumnya kesimpulan esai hanya berupa 1-2 paragraf saja.
Demikian rangkuman Glints tentang apa itu essay.
Kamu masih bisa mempelajari lebih banyak tips dan penjelasan tentang dunia perkuliahan di Glints Blog.
Mulai dari istilah-istilah akademis, jurusan-jurusan di perkuliahan, jenis ujian kuliah, dan lain sebagainya.
Kamu bisa temukan banyak tips dan panduan untuk membantumu menjalani dunia perkuliahan dengan lebih mudah.
Yuk, link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!
