Engagement Rate: Apa Itu, Faktor, Manfaat, dan Cara Menghitungnya

Diperbarui 21 Mar 2022 - Dibaca 14 mnt

Isi Artikel

    Engagement rate tentunya adalah sebuah istilah yang sering terlintas di benak banyak pengguna media sosial.

    Sebagai alat pengukur keterlibatan followers, pastinya indikator ini memiliki beragam fungsi untuk keperluan digital marketing.

    Yuk, telusuri lebih dalam mengenai engagement rate pada rangkuman Glints berikut ini.

    Baca Juga: Ketahui 6 Tools Social Media Monitoring, Strategi Wajib dalam Digital Marketing

    Apa itu Engagement Rate?

    engagement rate adalah

    © Freepik.com

    Saat ini, media sosial sudah termasuk sebagai salah satu bagian dari kehidupan kita setiap harinya.

    Platform tersebut menjadi sarana untuk melepas penat, berbagi pengalaman dengan banyak orang, bahkan telah menjadi jalan pintas untuk menyerap informasi terkini.

    Nah, salah satu media sosial yang paling populer sekarang ini adalah Instagram.

    Ya, aplikasi media sosial raksasa ini menjadi tempat banyak individu untuk meluangkan waktunya, scrolling mencari bidang konten yang mereka gemari.

    Selain sedang berada di puncak ketenaran, Instagram merupakan aplikasi berbagi konten dengan basis foto.

    Maka dari itu, banyak digital marketer yang menggunakannya sebagai senjata untuk strategi pemasaran mereka.

    Mereka menargetkan brand dan penjualan kepada beberapa individu spesifik yang sesuai dengan kriteria merek perusahaan mereka.

    Sayangnya, masih banyak pemasar yang masih kurang paham mengenai cara-cara terbaik untuk memanfaatkan media sosial ini. 

    Di sinilah hadir pengetahuan mengenai engagement rate yang perlu dikuasai semua ahli pemasaran di media sosial.

    Dilansir dari Hopperhq, engagement rate adalah metrik dasar yang digunakan dalam pemasaran media sosial untuk mengukur kinerja sebuah konten pada platform media sosial, khususnya di Instagram dan Facebook.

    Indikator satu ini wajib hukumnya untuk dipahami oleh para marketer dan influencer untuk mengukur keterlibatan audiens dengan post mereka.

    Bila sebuah konten mendapatkan banyak perhatian dari followers, secara langsung pengetahuan publik terhadap brand akan meningkat.

    Engagement rate juga dapat digunakan sebagai dasar riset untuk mengetahui kebutuhan audiens berdasarkan jumlah interaksi mereka dengan beberapa konten tertentu.

    Hal ini terlihat dari mana yang lebih banyak dan yang lebih sedikit jumlah engagement-nya.

    Faktor yang Memengaruhi Engagement Rate

    Membuat Konten Microblogging Instagram

    © Picjumbo.com

    Menurut Sproutsocial, faktor yang memengaruhi tingkat keterlibatan itu rumit untuk dipelajari. 

    Tidak ada definisi tunggal tentang audiens yang terlibat karena interaksi selalu berubah sesuai dengan konteks dan media yang digunakan.

    Beberapa faktor yang memengaruhi engagement rate berdasarkan platform yang digunakan adalah sebagai berikut:

    • Pada situs web: scroll depth, lama rata-rata pengunjung di sebuah halaman, tampilan halaman rata-rata, bounce rate, jumlah shares dan beragam bentuk konversi
    • Di ranah sosial media: Berbagai media sudah menyertakan metrik untuk menghitung jumlah likes, shares, dan komentar untuk masing-masing konten
    • Facebook: reaksi, klik, komentar, dan shares
    • LinkedIn: interaksi, klik, pengikut diperoleh, dan posts
    • Instagram: likes dan komentar
    • Twitter: retweet, komentar, dan likes
    • Pinterest: likes, komentar, dan pins
    • Pada kampanye email termasuk open rates dan click-through rates

    Sebagian besar kampanye multisaluran melibatkan pengukuran engagement rate di berbagai media. 

    Memantau tingkat keterlibatan audiens dapat membantu marketer untuk menentukan apakah strategi pemasarannya telah menyentuh target. 

    Angka keterlibatan yang tidak memadai menunjukkan bahwa tim pemasaran perlu mengubah tone dari konten, pesan yang dimaksudkan, atau bahkan beralih ke media yang lain.

    Baca Juga: Memahami Apa Itu Bounce Rate dan Cara Menurunkannya

    Mengapa Engagement Rate Sangat Diperlukan?

    engagement rate adalah

    © Freepik.com

    Melihat berbagai hal yang perlu diperhatikan untuk memanfaatkannya, engagement rate mungkin adalah sebuah indikator yang akan memakan banyak waktu para marketer.

    Kendati demikian, tetap saja metrik ini menjadi kunci utama agar nama sebuah brand dapat meledak di media sosial.

    Fungsi engagement rate tak hanya digunakan sebagai alat pengukur keberhasilan konten.

    Indikator tersebut juga memiliki beberapa manfaat lainnya yang akan meningkatkan efektivitas kinerja tim marketing di media sosial, lho.

    1. Memberikan pemaparan yang lebih jelas mengenai aktivitas audiens

    Ketika sisa pesaing berfokus pada jumlah likes, ini adalah momen di mana marketer harus fokus pada angka keterlibatan audiensnya. 

    Kebanyakan orang menyukai sebuah post karena mereka melihat teman-teman mereka melakukannya.

    Jumlah likes yang menggunung tak berarti sebuah post berharga di mata audiens. Banyak konten dengan jumlah likes yang tak seberapa namun lebih sering dicari di media sosial.

    Nah, engagement rate adalah salah satu alat yang dapat menyaring aktivitas followers tersebut, mengungkapkan kebutuhan mereka dan hal-hal yang sedang menjadi tren.

    2. Kacamata untuk melihat kinerja kompetitor

    Contohnya seperti ini, penyanyi pop ternama Lady Gaga, hanya memiliki angka keterlibatan audiens sebesar 0.6% pada Facebook tahun 2015 silam.

    Bahkan, halaman resmi Facebook sendiri engagement rate-nya hanya terhitung sejumlah 0.9%.

    Hasil perhitungan ini, mengutip Socialmediatoday, adalah bukti bahwa nama-nama terbesar pun bisa melakukan kesalahan dalam urusan pemasaran.

    Maka dari itu, engagement rate adalah sarana terbaik untuk mengukur kerja kompetitor dan perusahaan lainnya.

    Jika kampanye media sosial pesaing sedang berkembang, sudah pasti angka tingkat keterlibatan audiens mereka tinggi.

    Hal ini dapat dimanfaatkan tim marketing sebagai bahan pelajaran, mengamati cara kompetitor menyampaikan pesan dan melirik strategi yang mereka gunakan tiap harinya.

    Sama halnya bila pesaing sedang mengalami penurunan, marketer juga bisa melihat faktor penyebab pengurangan tersebut dari menghitung engagement rate kompetitor.

    Cara Menghitung Engagement Rate

    engagement rate adalah

    © Pexels.com

    Ada beberapa rumus yang bisa kamu coba sebagai dasar penghitungannya, tergantung tolok ukur yang ingin digunakan.

    Berikut adalah beberapa rumus engagement rate untuk media sosial, seperti dirangkum dari HootSuite, The Influencer Marketing Factory, dan Agency List.

    1. Engagement rate berdasarkan reach (ERR)

    Rumus ini mengukur persentase jumlah orang yang berinteraksi dengan kontenmu setelah melihatnya.

    Terlepas apakah orang tersebut termasuk sebagai followers-mu atau bukan.

    ERR = (Jumlah engagement per postreach per post) x 100

    2. Engagement rate berdasarkan post (ER post)

    Sama seperti sebelumnya, rumus ini pun mengukur jumlah orang yang berinteraksi dengan kontenmu.

    Namun perbedaannya adalah ketimbang menggunakan reach sebagai faktor pembagi, kamu menggunakan jumlah followers.

    Rumus ini sendiri umum digunakan untuk mengukur engagement rate di platform seperti Instagram atau TikTok.

    ER post = (Jumlah engagement dalam satu post / jumlah followers) x 100

    3. Engagement rate berdasarkan impression (ER impression)

    Kamu bisa mengukur tingkat engagement rate berdasarkan impression.

    Ketika reach mengukur jumlah orang yang melihat kontenmu, impression sendiri dalam engagement rate adalah seberapa sering sebuah konten tampil di layar user.

    ER impression = (Jumlah engagement dalam satu post / Jumlah impression) x 100

    4. Daily engagement rate (Daily ER)

    Kamu pun bisa mengukur tingkat engagement harian di akunmu.

    Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan informasi tentang bagaimana followers-mu berinteraksi setiap hari. Berikut adalah rumus yang bisa digunakan.

    ER harian = (Jumlah engagement dalam satu hari / Jumlah followers) x 100

    5. Engagement rate berdasarkan views

    Jika kamu menggunakan video sebagai bentuk konten di media sosial, kamu pun bisa mengecek engagement rate-nya menggunakan rumus berikut.

    ER view = (Jumlah engagement dalam post video / Jumlah views video) x 100

    6. Factored engagement rate

    Dalam rumus ini, kamu menitikberatkan satu aspek engagement dalam penghitungannya dibandingkan yang lain.

    Misal, jika kamu menganggap bahwa komentar lebih berharga daripada likes yang didapat, maka rumusnya akan menjadi seperti ini.

    ER-komentar = [(Jumlah comment x 2) + engagement lainnya] x 100

    Baca Juga: Sering Dianggap Sama, Ketahui Perbedaan antara Marketing dan Advertising

    Itulah serba-serbi indikator keterlibatan audiens pada media sosial yang perlu kamu ketahui.

    Sebagai metrik pengukuran interaksi followers dengan konten brand, engagement rate adalah suatu keperluan marketing yang wajib hukumnya untuk dikuasai para digital marketer.

    Bila kamu adalah penggemar dunia pemasaran, kamu bisa lho mengikuti berbagai kelas marketing di Glints ExpertClass.

    Di sana, kamu akan menerima banyak perspektif baru langsung dari para expert dalam dunia marketing.

    Jangan sampai ketinggalan ya! Yuk, segera pilih beragam kelas marketing di sini.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.1 / 5. Jumlah vote: 10

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait