Tingkatkan Daya Saing Bisnis dengan Strategi Dynamic Pricing

Tayang 29 Mei 2021 - Dibaca 8 mnt

Isi Artikel

    Dalam bisnis, ada begitu banyak strategi yang digunakan untuk mewujudkan harga yang bersaing, salah satunya adalah dynamic pricing.

    Dynamic pricing merupakan metode penentuan harga yang cukup unik, karena bisa berubah-ubah sewaktu-waktu.

    Tentunya, ada pertimbangan khusus sebelum keputusannya dibuat.

    Nah, untuk memahami lebih dalam tentang dynamic pricing, Glints sudah merangkum informasi pentingnya untukmu di artikel ini.

    Yuk, simak baik-baik hingga akhir!

    Apa Itu Dynamic Pricing?

    dynamic pricing adalah

    © Freepik.com

    Dynamic pricing adalah penyesuaian harga yang dilakukan tergantung kondisi pasar.

    Oleh karena itu, strategi ini disebut dynamic pricing atau penetapan harga yang dinamis.

    Harga sebuah barang bisa berubah dalam waktu beberapa hari, beberapa jam, atau bahkan beberapa menit saja.

    Biasanya, hal yang memengaruhi perubahan harga adalah permintaan dan persediaan suatu barang.

    Menurut Business.com, dynamic pricing kini sangat sering digunakan, khususnya di berbagai platform e-commerce.

    Dynamic pricing adalah cara perusahaan untuk tetap bersaing dengan kompetitor.

    Selain itu, perusahaan bisa memiliki kendali lebih terhadap harga-harga produknya.

    Strategi ini memberi kebebasan perusahaan untuk menyesuaikan harga ketika memang situasinya cocok dan memungkinkan.

    Harapannya, keuntungan maksimal bisa diperoleh dari menggunakan kesempatan tersebut.

    Baca Juga: Rekomendasi 9 Sales Planning Tools Gratis untuk Meningkatkan Produktivitas Penjualan

    Contoh Dynamic Pricing

    dynamic pricing adalah

    © Freepik.com

    Forbes menyampaikan bahwa dynamic pricing dilakukan oleh perusahaan atau platform yang menawarkan hotel, penerbangan, atau angkutan online.

    Kamu pun pasti sering mengalami dynamic pricing ketika akan memesan ojek online pada jam-jam yang ramai.

    Tarifnya akan lebih mahal dibanding tarif biasa.

    Penetapan harga dinamis ini sekarang dilakukan oleh machine learning dan artificial intelligence berdasarkan kondisi-kondisi tertentu.

    Nah, ada tiga jenis dynamic pricing yang perlu kamu ketahui.

    1. Peak dynamic pricing

    Untuk jenis dynamic pricing ini, perubahan harga terjadi ketika sedang peak season atau musim yang ramai.

    Hal ini contohnya seperti kasus ojek online yang sudah Glints sebutkan tadi.

    Hotel pun akan naik harganya ketika sedang musim liburan, dan ini adalah contoh lain dari peak dynamic pricing.

    2. Segmented dynamic pricing

    Segmented dynamic pricing diberlakukan berdasarkan letak geografis.

    Harga produk bisa lebih tinggi kalau biaya hidup di suatu daerah terhitung lebih tinggi dari daerah lainnya.

    Misalnya, harga produk di Jakarta dibuat lebih mahal dibanding Semarang.

    3. Perubahan pasar

    Dynamic pricing ini berlaku ketika terjadi perubahan kondisi persediaan produk di pasar.

    Biasanya, harga produk bisa semakin mahal kalau jumlahnya semakin sedikit.

    Baca Juga: Datangkan Revenue Tinggi dengan Menerapkan Strategi Price Skimming

    Cara Melakukan Dynamic Pricing

    dynamic pricing adalah

    © Freepik.com

    1. Pilih SKU

    Langkah pertama untuk melakukan dynamic pricing adalah memilih produk mana saja yang akan mengalami penyesuaian harga sesuai kondisi tertentu.

    Pasalnya, tidak semua produk cocok untuk strategi ini.

    Kamu bisa membuat list produk yang akan disesuaikan harganya dengan mendata SKU (stock keeping unit)-nya.

    Dengan begitu, data yang dimiliki akan lebih mudah untuk dipahami dan dilacak.

    2. Buat aturan perubahan harga

    Setelah mengetahui produk mana saja yang diberlakukan dynamic pricing, buatlah aturan tentang ketetapan harganya.

    Tentunya, perubahan harga tidak bisa terlalu ekstrem.

    Pastikan kamu tetap bisa mendapat keuntungan yang maksimal dengan strategi ini.

    Untuk itu, price bound dibutuhkan.

    Price bound adalah batasan harga maksimal dan minimal untuk suatu produk.

    Jadi, produk yang kamu jual tidak bisa lebih mahal atau lebih murah dari batas atas dan batas bawah price bound tersebut.

    3. Buat jadwal

    Nah, tahap terakhir untuk melakukan dynamic pricing adalah menentukan kapan perubahan harga terjadi.

    Ini bisa dilakukan ketika ada sebuah event atau waktu-waktu tertentu, seperti musim liburan dan lainnya.

    Saat melakukan strategi dynamic pricing, jangan lupa untuk mengukur metrik-metrik penting. 

    Dengan begitu, kamu bisa memperbaiki strateginya jika perlu.

    Baca Juga: Susun Strategi Bisnis dan Target Pasar Melalui Business Plan

    Nah, itu dia pemaparan Glints tentang dynamic pricing.

    Implementasi strategi ini perlu kehati-hatian dan pertimbangan yang matang.

    Oleh karena itu, kamu harus membekali dirimu dengan ilmu yang cukup agar bisa berhasil.

    Nah, kalau ingin belajar lebih dalam tentang sales dan strategi business development lainnya, yuk, ikut kelas di Glints ExpertClass!

    Kamu bisa langsung belajar dari pakar hanya dari rumah, lho. 

    Menarik, kan? Klik di sini untuk pilih kelas yang kamu inginkan, ya!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait