Kenali Istilah Decacorn untuk Startup: Perusahaan 10 Miliar Dolar
Ditulis oleh : Arkan Perdana
Menjadi decacorn adalah cita-cita besar yang dimiliki oleh founder startup.
Pasalnya, dengan menjadi decacorn, adalah salah satu pembuktian bahwa startup yang dibangunnya telah berkembang dan dapat diterima dengan baik oleh konsumen.
Bukanlah proses yang mudah memang untuk menjadi decacorn.
Memang, apa itu decacorn sebenarnya? Pada artikel kali ini, Glints akan berikan penjelasannya untuk kamu. Simak selengkapnya!
Baca Juga: Apa Itu Unicorn Startup dan Bagaimana Cara Mencapainya?
Isi Artikel
Pengertian Decacorn
Bersumber dari Fourweekmba, decacorn adalah sebuah startup yang telah mencapai nilai valuasi sebesar 10 miliar dolar AS.
Valuasi sendiri merupakan nilai ekonomi yang dimiliki suatu perusahaan.
Nilai ini berasal dari berbagai macam faktor, di antaranya adalah kinerja perusahaan, reputasi, dan jumlah pengguna.
Contoh Startup Decacorn
Dari pengertian di atas, maka telah diketahui bahwa untuk menjadi decacorn, suatu startup haruslah memiliki kinerja, reputasi, dan jumlah pengguna yang mumpuni.
Oleh karenanya, belum banyak startup yang telah mencapai posisi decacorn.
Menurut data dari CBInsight, baru 18 startup di dunia yang berhasil mencapai posisi decacorn.
Berikut adalah beberapa contoh startup decacorn di dunia.
1. SpaceX
Jika kamu mengetahui siapa Elon Musk, tentu kamu tahu perusahaan yang dimilikinya.
Ya, SpaceX adalah perusahaan milik Elon Musk yang bergerak di bidang pengembangan teknologi penjelajahan luar angkasa.
Memang, bidang bisnis Space X cukup berbeda dengan startup lainnya, namun hal tersebut tak membuat SpaceX kalah saing dari segi valuasi.
Hal ini terbukti dengan nilai valuasi SpaceX sebesar 46 miliar dolar AS. Tentu, angka ini membuatnya masuk dalam daftar decacorn di dunia.
2. AirBnb
Decacorn selanjutnya adalah AirBnB. Perusahaan yang bergerak dibidang hospitality ini mengalami nasib yang cukup miris. Pasalnya, AirBnB sempat dikabarkan untuk memiliki valuasi sebesar 38 miliar dolar AS, namun, pandemi memaksanya untuk menerima nilai valuasi turun di angka 18 miliar dolar AS.
Penurunan nilai tersebut dikarenakan adanya kesepakatan agar AirBnB mendapatkan pendanaan.
Meskipun begitu, AirBnB tetap tak kehilangan ‘tahtanya’ sebagai startup decacorn, karena nilai valuasinya masih di atas 10 miliar dolar AS.
3. Epic Games
Daftar decacorn berikutnya adalah Epic Games. Pengembang permainan mobile Fortnite ini memiliki nilai valuasi yang cukup tinggi.
Minat masyarakat yang tinggi akan permainan mobile membuat Fortnite cukup digemari. Tak ayal, hal ini pun juga menarik investor untuk memberikan pendanaan kepada Epic Games.
Data terakhir menunjukan valuasi dari Epic Games adalah sebesar 17.3 miliar dolar AS.
4. Grab
Terakhir, startup decacorn pada daftar ini adalah Grab. Perusahaan transportasi online asal Singapura ini merupakan decacorn pertama dari Asia Tenggara.
Dengan perkembangannya yang cukup pesat, tak heran jika Grab berhasil mendapatkan valuasi sebesar 14.3 miliar dolar AS. Nilai valuasi ini menempatkan Grab pada jajaran startup decacorn di dunia.
Baca Juga: 6 Skill yang Harus Dimiliki oleh Startup Founder
Decacorn Indonesia
Sayangnya, baru terdapat satu startup di Indonesia yang menjadi decacorn. Startup tersebut adalah Gojek. Posisi decacorn dicapai Gojek pada 2019 lalu.
Bukanlah sebuah perjalanan singkat, hal tersebut didapat Gojek setelah berkali-kali mendapatkan pendanaan dari pemodal besar. Sebut saja, Temasek Holding, dan Astra Internasional.
Posisi decacorn tersebut dicapai Gojek setelah berhasil menghimpun pendanaan seri F dari Google, JD.com, Tencent, Mitsubishi, dan Provident Capital yang mencapai nilai total 1 miliar dolar AS.
Meskipun begitu, terdapat beberapa startup unicorn lainnya yang berpotensi untuk menjadi decacorn dalam waktu dekat.
Bersumber dari Kontan, startup tersebut adalah Tokopedia, yang memiliki nilai valuasi sebesar 7 Miliar dolar AS, dan Traveloka yang memiliki nilai valuasi sebesar 3 miliar dolar AS.
Hingga tulisan ini ditulis, Indonesia baru memiliki empat unicorn, yaitu Tokopedia, OVO, Bukalapak, dan Traveloka.
Baca Juga: Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Startup ke Inkubator Bisnis!
Tentu, bukan perjalanan yang mudah untuk dapat mengembangkan startup menjadi diminati oleh konsumen hingga memiliki valuasi yang tinggi.
Jika kamu tertarik terhadap informasi sejenis, langsung saja bergabung dengan newsletter Glints.
Melalui newsletter Glints, kamu akan mendapatkan beragam informasi menarik seputar kehidupan kantor dan pengembangan karier langsung di inbox-mu.
Tunggu apa lagi, daftarkan dirimu sekarang!
