×

Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Startup ke Inkubator Bisnis!

July 29, 2020 | No Comments

Inkubator bisnis memang mempermudah startup-mu untuk berkembang, akan tetapi cara mendaftarkan sebuah ide startup ke inkubator tidaklah sederhana, lho.

Butuh persiapan yang matang agar diterima oleh sebuah inkubator dan mendapatkan keuntungan-keuntungan seperti pendanaan, bimbingan, dan fasilitas yang ditawarkan lainnya.

Untuk memastikan proposal bisnismu diterima inkubator bisnis, inilah hal-hal yang wajib kamu lakukan terlebih dahulu.

Baca Juga: Ingin Memulai Startup? Yuk, Kenalan Dulu dengan Inkubator Bisnis

1. Riset

cara mendaftarkan startup ke inkubator bisnis

© Pixabay.com

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan riset, karena tidak semua inkubator bisnis sama.

Paling tidak, layanan dan biaya yang ditawarkan inkubator bisnis berbeda-beda.

Jadi, penting untuk mencocokkan startup-mu dan inkubator yang dipilih untuk meningkatkan kemungkinan diterima.

Menurut Entrepreneur, informasi yang harus digali lebih lanjut tentang sebuah inkubator sebelum mendaftar adalah:

Mentor

Ketahui apakah mentor-mentor di inkubator bisnis yang dituju memiliki kesesuaian pengalaman dan koneksi yang sesuai dengan bisnis startup yang kamu miliki.

Lokasi

Biasanya, inkubator bisnis akan memintamu untuk pindah lokasi selama mengikuti program inkubator tersebut.

Oleh karena itu, pertimbangkan juga lokasi inkubator bisnis yang dipilih. 

Selain sebaiknya tidak terlalu jauh dari lokasi saat ini, pikirkan juga apakah lokasi tersebut sesuai dengan startup yang ingin dikembangkan.

Kurikulum atau program

Mendaftarkan startup ke inkubator bisnis berarti siap untuk berkomitmen terhadap kurikulum atau program yang telah diatur inkubator tersebut.

Sebelum mendaftar, cek terlebih dahulu apakah kira-kira kurikulum atau program tersebut sanggup kamu ikuti hingga selesai.

2. Mendaftar di Waktu yang Tepat

cara mendaftarkan startup ke inkubator bisnis

© Pexels.com

Selain memastikan cara dalam mendaftarkan startup ke inkubator bisnis sudah benar, penting juga untuk mendaftar pada waktu yang tepat.

Menurut TechCrunch, mendaftarkan startup ke inkubator bisnis pada waktu yang salah merupakan salah satu penyebab besar kegagalan diterimanya sebuah startup.

Jika mendaftar ke inkubator bisnis terlalu awal, kemungkinan startup-mu tidak akan diterima karena belum memiliki traksi yang cukup untuk bekerjasama dengan inkubator tersebut.

Traksi adalah kemampuan model bisnis startup untuk memonetisasi value dari pengguna dalam bentuk user, merchant, mitra, dan lain-lain.

Jadi, pastikan terlebih dahulu bahwa startup-mu telah memiliki traksi dan memperoleh keuntungan yang cukup.

3. Poles Latar Belakang

daftar bisnis ke incubator

© Pixabay.com

Salah satu cara paling jitu untuk sukses mendaftarkan startup ke inkubator bisnis adalah dengan membuat cerita atau latar belakang bisnis yang menarik dan meyakinkan.

Untuk membuat cerita bisnis yang baik, mulailah dengan mengetahui masalah apa yang ingin startup-mu selesaikan dan bagaimana solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Selain itu, pikirkan juga sejarah perusahaanmu.

Apakah ada cerita kesulitan yang harus dihadapi agar startup ini bisa didirikan?

Buatlah kisah bisnismu terdengar semenarik mungkin dengan memastikan cerita tentang permulaan bisnis dan tujuannya dapat tersampaikan dengan baik.

Baca Juga: Ketahui 7 Inkubator di Indonesia untuk Pengembangan Startup-mu

4. Rancang Dasar Startup yang Kuat

daftar bisnis ke inkubator

© Pexels.com

Inkubator bisnis biasanya sangat selektif karena mereka ingin bekerja dengan startup yang tidak hanya bagus, tetapi memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberi manfaat.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk berhasil mendaftarkan startup ke inkubator bisnis dan diterima adalah dengan memastikan bahwa startup-mu memiliki dasar yang kuat dan meyakinkan.

Hal ini didukung oleh ide yang relevan dengan pasar, tim yang memiliki pengetahuan mendalam, dan semangat untuk mewujudkan ide bisnis tersebut.

Seluruh hal ini harus dapat dipresentasikan secara menarik dan dipaparkan dengan data yang mendukung.

5. Sempurnakan Pitch

pitching untuk inkubator bisnis

© Freepik.com

Untuk berhasil diterima sebuah inkubator bisnis apa pun, para founder wajib menyiapkan pitch untuk ditampilkan di hadapan komite penerimaan dan investor.

Dilansir dari Tech in Asia, pitch adalah proses pemaparan rencana bisnis secara verbal. 

Pitch menentukan diterima atau tidaknya ide startup yang kita miliki, oleh karena itu tahap ini sangatlah penting untuk disiapkan.

Pitch dapat membuatmu tampil berbeda dari startup lain yang bersaing untuk diterima di inkubator bisnis.

Inkubator bisnis cenderung ingin bekerja sama dengan startup yang memiliki kemampuan eksekusi yang baik. 

Jadi, disarankan untuk fokus menyampaikan bagaimana startup-mu bisa mencapai keberhasilan, bukan hanya memaparkan apa yang dibutuhkan.

Baca Juga: Startup Founder vs Entrepreneur, Seperti Apa Perbedaannya?

Nah, catat tips-tips yang sudah Glints jelaskan tadi dan persiapkan startup-mu sebaik mungkin untuk mendaftar ke inkubator bisnis, ya.

Untuk mencari inspirasi dan menambah wawasan sebagai entrepreneur yang berencana mendirikan startup sukses, kamu bisa mencoba langganan newsletter blog Glints.

Kamu akan mendapatkan berbagai artikel tentang teknologi, bisnis, dan tips-tips inspiratif langsung ke inbox email-mu.

Selain itu, cobalah juga bergabung dengan Glints Komunitas untuk berdiskusi tentang topik seputar dunia startup secara gratis dengan para pengguna dan praktisi.

Yuk,sign up sekarang dan dapatkan kemudahan akses ke newsletter blog dan Glints Komunitas!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up