Dark Social, Penyumbang Traffic "Misterius" yang Tak Boleh Disepelekan

Diperbarui 09 Jan 2021 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Humaira Aliya

Dalam dunia digital marketing, dark social adalah lingkup referral traffic yang tidak diketahui dengan jelas asalnya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Bagi para marketer, hal ini cukup mempersulit pekerjaan mereka. 

Kira-kira, apa penyebabnya? Apakah ada yang bisa kamu lakukan untuk mencegah atau setidaknya mengurangi jenis traffic ini?

Untungnya, Glints sudah menyiapkan semua yang perlu diketahui seputar topik ini.

Baca artikel ini sampai tuntas, ya!

Apa Itu Dark Social?

dark social adalah

© Freepik.com

Melansir Search Content Management, dark social adalah istilah yang diciptakan oleh Alexis C. Madrigal, editor senior di majalah The Atlantic. 

Data yang ia temukan menunjukkan bahwa social traffic The Atlantic berasal dari sumber yang disebut sebagai dark referrals.

Istilah ini kemudian digunakan oleh para search engine optimization (SEO) specialist untuk menggambarkan referral traffic yang sulit untuk dilacak. 

Baca Juga: Yuk, Pelajari 13 Istilah Penting dalam SEO Berikut Ini!
 

Katakanlah perusahaan A membuat konten lucu di website-nya. 

Orang yang membuka konten tersebut bisa membagikannya dari tombol email, Twitter, atau platform media sosial lainnya.

Alih-alih menggunakan fitur tersebut, user meng-copy URL konten tersebut dan membagikannya sendiri lewat chat pribadi, email, atau mungkin juga akun media sosial. 

Setelah itu, orang yang dibagikan link tersebut mengunjungi halaman tersebut. 

Permasalahannya adalah tidak ada tags yang nantinya dapat menunjukkan dari mana asal traffic tersebut. Apakah search engine, Twitter, Facebook, atau media sosial lainnya? 

Nah, itu dia yang disebut sebagai dark social.

Mengapa Hal Ini Harus Diperhatikan?

© Freepik.com

Disarikan dari Hootsuite, berikut adalah daftar hal yang menjadi alasan lingkup referral traffic yang satu ini tidak boleh didiamkan begitu saja. 

Baca Juga :  Reverse Psychology dalam Marketing: Arti dan Contoh Penerapannya

1. Sangat memengaruhi traffic

Tahukah kamu kalau mayoritas traffic berasal dari dark social? Banyak perusahaan marketing yang melakukan riset terhadap hal ini, lho.

Katakanlah begini, kamu setiap hari aktif bermain berbagai macam media sosial, mulai dari Twitter, Facebook, dan lain-lain. 

Akan tetapi, seberapa sering kamu membuka setiap post yang ada di platform tersebut?

Pasalnya, orang-orang pasti lebih sering mengklik link yang diberikan oleh teman dekat atau keluarganya baik itu melalui media sosial atau platform chat.

Dari gambaran tersebut saja, kamu sudah paham kenapa hal ini sangat berpengaruh pada traffic, kan?

Baca Juga: Pahami 5 Cara Ini untuk Meningkatkan Traffic Website
 

2. Dapat mengetahui keinginan pelanggan

Alasan lain mengapa penting untuk memahami dan menelaah dark social adalah kamu jadi bisa lebih memahami pelanggan dan juga apa yang mereka inginkan. 

Kamu bisa tahu konten seperti apa yang mereka suka, dan juga platform mana yang menghasilkan paling banyak traffic. 

Ketika masih “gelap” atau tidak dikenali asalnya, jumlah traffic yang diketahui hanya berupa gumpalan angka saja.

Kalau sudah ditelaah, tim marketing di perusahaanmu jadi bisa mengoptimalkan konten di platform yang mendatangkan traffic tersebut, dan mereka juga akan tahu konten seperti apa yang harus dibuat.

Cara Melacak dan Mengukur Dark Social

dark social

© Freepik.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penting bagimu untuk menghitung dark social agar bisa mengoptimalkan proses pembuatan konten. 

Cara paling mudah adalah dengan mempermudah user membagikan konten tersebut langsung dari situsmu. 

Pasti kamu pernah setidaknya sesekali mengunjungi website yang berisikan teks, lalu ketika memilih satu paragraf muncul tombol email, Twitter, Facebook atau media sosial lainnya, kan?

Baca Juga :  Ingin Brand Mudah Dikenali? Yuk, Kenalan dengan Audio Branding dalam Marketing

Dengan mempermudah user mencari tombol tersebut, kamu juga meningkatkan kemungkinan mereka akan membagikannya langsung dari website.

Kamu juga perlu mencari tahu persentase dark social di website atau media sosialmu. Menurut Influencer MarketingHub, kamu bisa melakukan ini menggunakan tools seperti Google Analytics.

Memang, pada pengaturan biasa, Google Analytics biasanya menyalahartikan dark referrals dengan direct traffic.

Akan tetapi, kamu bisa mengutak-atik pengaturan direct traffic dan benar-benar mencari tahu seberapa banyak traffic yang masuk melalui jalur ini.

Baca Juga: Daftar Tools Digital Marketing yang Harus Kamu Kuasai
 

Itu dia penjelasan lengkap seputar apa itu dark social, mengapa penting untuk diatasi, dan cara ampuh untuk melacaknya.

Sampai sini sudah paham, kan?

Kalau ingin belajar lebih dalam lagi mengenai topik di bidang marketing, kamu bisa mengikuti Glints ExpertClass, lho.

Glints ExpertClass adalah kelas online yang akan dibawakan oleh para marketer ahli dengan pengalaman yang tak perlu diragukan lagi.

Jadi, tunggu apa lagi? Cari kelas yang diinginkan dan jangan sampai kelewatan kesempatan emas belajar langsung dari ahlinya!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon