Suka Berhitung? Profesi Credit Risk Analyst Bisa Cocok Untukmu

Tayang 19 Jul 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Dalam dunia keuangan pasti ada risiko. Nah, credit risk analyst adalah sosok yang memiliki kualifikasi untuk memberi saran terhadap keputusan finansial agar risiko yang ada bisa dikurangi.

    Profesi ini bisa bekerja untuk berbagai perusahaan, khususnya perusahaan investasi.

    Apakah ini profesi impianmu?

    Yuk, ketahui deskripsi pekerjaan, tanggung jawab, serta apa saja yang dibutuhkan untuk menempuh kariernya.

    Apa Itu Credit Risk Analyst?

    Credit risk analyst adalah profesi yang sering ditemukan di perusahaan investasi, pemberi pinjaman, dan institusi lainnya yang berhubungan dengan keuangan.

    Saat ada seorang nasabah yang memohon kredit baru, tugas analyst ini adalah untuk mengevaluasi kelayakan kredit dari pemohon tersebut.

    Keputusan dari seorang credit risk analyst dibuat berdasarkan risiko finansial, seperti tujuan peminjaman, riwayat pembayaran, dan lain-lain.

    Selain itu, ia juga bertanggung jawab untuk memantau performa keuangan dari peminjam yang sudah ada.

    Baca Juga: 5 Kunci untuk Memulai Karier sebagai Seorang Business Analyst

    Job Description Credit Risk Analyst

    credit risk analyst

    © Freepik.com

    Melansir Corporate Finance Institute, tanggung jawab utama profesi yang satu ini adalah menganalisis laporan keuangan dan mengevaluasi permohonan kredit.

    Tak hanya permintaan kredit baru, seorang credit analyst juga dibutuhkan untuk mengevaluasi peminjaman yang sudah terjadi, perubahan permohonan kredit, dan due diligence.

    Berdasarkan hasil analisis tersebut, seorang analyst harus mampu memberi keputusan atau rekomendasi untuk perusahaan.

    Misalnya, apakah sebuah peminjaman layak diberikan atau tidak.

    Biasanya, yang sangat berpengaruh adalah kemampuan sang peminjam untuk mengembalikan pinjamannya.

    Credit risk analyst juga harus bisa membuat laporan kerja terkait dengan peminjaman-peminjaman yang dikeluarkan.

    Kualifikasi dan Skill yang Dibutuhkan

    Kualifikasi

    Untuk profesi ini, jurusan yang bisa kamu pilih untuk kuliah adalah ekonomi, administrasi bisnis, akuntansi, ataupun jurusan lainnya yang masih terkait.

    Pada dasarnya, dibutuhkan kemampuan matematis yang bagus untuk profesi ini.

    Jadi, menurut Smith Hanley, kamu yang punya gelar dari jurusan matematika maupun teknik juga bisa mencobanya.

    Lulus S1 umumnya cukup untuk melamar pekerjaan ini.

    Nantinya, kamu mungkin butuh studi lanjut ke jenjang S2 atau bahkan S3.

    Sebagai lulusan S1, biasanya kamu akan mulai sebagai junior credit risk analyst.

    Seiring bertambahnya pengalaman, kamu akan mendapatkan lebih banyak tanggung jawab dan bisa naik ke posisi yang lebih senior.

    Baca Juga: Ini Caranya Mengetahui Riwayat Kreditmu Melalui BI Checking

    Skill

    credit risk analyst

    © Freepik.com

    1. SAS/SQL, R, dan Python

    Sebagai seorang credit risk analyst, kamu akan sering bekerja dengan pengolahan angka.

    Jadi, tool atau software akan sangat mempercepat dan mempermudah pekerjaanmu.

    SAS/SQL telah lama digunakan untuk pekerjaan di bidang keuangan.

    Lalu, R dan Python kini semakin dibutuhkan, khususnya di perusahaan-perusahaan fintech untuk analisis yang lebih canggih lagi.

    2. Statistika

    Pemahaman tentang ilmu statistika juga perlu kamu latih.

    Beberapa proses seperti regresi linear, time-series analysis, clustering, segmentation, dan scorecard analysis akan sering digunakan dalam pekerjaan ini.

    3. Microsoft Office

    Ini merupakan kualifikasi yang cukup mendasar.

    Namuan, tanpa kepiawaian dalam mengoperasikan program-program Microsoft Office, kamu akan kesulitan untuk menyajikan data sebagai seorang credit risk analyst.

    Excel adalah salah satu yang paling penting dibanding lainnya.

    Dengan Excel, kamu bisa melakukan analisis data yang cukup baik selain menggunakan SAS/SQL maupun Python.

    4. Komunikasi

    Mengomunikasikan hasil analisis datamu kepada orang-orang yang awam juga merupakan tugas sebagai credit risk analysis.

    Oleh karena itu, jangan lupa untuk melatih skill komunikasimu baik secara tertulis maupun lisan.

    Baca Juga: Ketahui 7 Faktor Penentu Ini sebelum Kamu Mengajukan Kredit

    Begitulah seluk-beluk pekerjaan sebagai credit risk analyst.

    Cukup menarik, bukan?

    Selain skill-skill yang telah disebutkan oleh Glints, kamu tentu bisa melengkapinya dengan hal lain yang bisa mendukung kariermu.

    Untuk menambah pengetahuan, kamu bisa ikut kelas yang dibawakan profesional di Glints ExpertClass, lho.

    Di sana, kamu bisa melakukan tanya jawab dengan pakar dan mendapat sertifikat.

    Daftarkan dirimu ke kelas yang diinginkan dengan klik di sini, ya.

    Kalau kamu sudah yakin dengan kemampuanmu, yuk, langsung cari lowongan di Glints!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait