Memahami Contextual Marketing, Strategi Pemasaran yang Murah Nan Mujarab
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Pernahkah kamu mencari sebuah barang lewat Google? Lantas, tiba-tiba saja, semua iklan digitalmu menampilkan barang tersebut. Bagaimana ini bisa terjadi? Contextual marketing adalah jawabannya.
Lewat strategi ini, perusahaan bisa menekan biaya pemasaran. Akan tetapi, tujuan mereka malah tercapai, alih-alih gagal total.
Apakah kamu semakin penasaran? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!
Isi Artikel
Apa Itu Contextual Marketing?
Adi sedang mencari sabun cuci muka di e-commerce. Namun, ia belum menemukan produk yang tepat.
Tak lama setelah itu, ia memutuskan untuk mengalihkan perhatian dulu. Adi memutuskan untuk membaca berita di media online.
Saat membuka halaman media, ia tersentak. Pasalnya, ada banyak iklan sabun cuci muka di sana.
Padahal, ia tidak memberi tahu siapa pun soal pencarian e-commerce-nya. Entah bagaimana, iklan tersebut bisa sangat sesuai dengan apa yang tengah ia cari-cari.
Mengapa ini bisa terjadi? Contextual marketing atau pemasaran kontekstual adalah jawabannya.
Kata New Breed Marketing, jenis pemasaran ini berciri mengikuti keadaan audiens.
Bagaimana perilaku mereka? Seperti apa kondisi mereka sekarang? Kapan audiens mengakses sebuah informasi?
Nah, iklan sendiri adalah satu dari banyak penerapan contextual marketing. Melansir Harvard Business Review, masih ada contoh lainnya.
Dalam laporan tersebut, digambarkan contoh campaign milik perusahaan FCMG, Johnson & Johnson. Lebih spesifik lagi, milik salah satu merek perawatan kulit mereka, Clean & Clear.
Clean & Clear punya target pasar remaja perempuan. Kawula muda ini punya kebiasaan mengobrol secara online.
Lewat peluang inilah Clean & Clear masuk. Mereka punya program pertukaran kartu pos.
Tentu saja, kartu pos ini tak sembarangan dibuat. Lewatnya, kamu bisa mendapat analisis kulit dan mendapat sampel produk.
Campaign ini disesuaikan dengan konteks audiens. Ia tidak asal-asalan dibuat. Ini merupakan salah satu alasan di balik suksesnya strategi ini.
Baca Juga: Email Marketing vs Social Media Marketing, Mana yang Lebih Efektif?
Mengapa Contextual Marketing Penting?
Kamu telah melihat contoh penerapan dan suksesnya pemasaran kontekstual. Lantas, mengapa kamu harus memilihnya, bukan strategi lain?
Kata Marketing Insider Group, inilah alasan itu:
1. Hemat biaya
Dengan pemasaran kontekstual, kamu tak perlu banyak uang. Akan tetapi, data menjadi sangat penting.
Lewat data, kamu mengetahui perilaku audiens. Dengan begitu, kamu bisa menciptakan konteks dengan tepat.
Sebagai alat bantu, kamu bisa membuat buyer persona. CRM juga bisa menolongmu memahami audiens.
2. Pengalaman dan kepuasan pelanggan
Siapa yang tidak senang saat menemukan solusi dari masalah? Pelanggan tentu juga menyukai hal itu.
Lantas, bagaimana caranya hadir sebagai jalan keluar masalah audiens? Contextual marketing adalah salah satu jawabannya.
Pelanggan tak perlu menunggu lama-lama. Saat mereka mencari sesuatu, mereka langsung mendapat solusinya.
3. Customer engagement
Masih ingat contoh campaign yang dikutip dari Harvard Business Review tadi?
Dalam contoh itu, pelanggan ikut mempromosikan produk. Inilah salah satu kelebihan pemasaran kontekstual.
Melaluinya, ikatan antara kamu dan audiens bisa tercipta. Dengan begitu, kamu mendapat promosi gratis dari mereka.
4. Peluang penjualan produk
Lewat pemasaran kontekstual, conversion rate juga akan meninggi. Pasalnya, iklan disesuaikan dengan keadaan audiens.
Ini jauh lebih efektif dan efisien daripada strategi marketing biasanya.
Baca Juga: Marketing Qualified Lead vs Sales Qualified Lead: Apa Bedanya?
Pro dan Kontra Soal Contextual Marketing
Memang, pemasaran kontekstual punya banyak sekali kelebihan. Akan tetapi, kamu harus berhati-hati.
Pasalnya, contextual marketing adalah strategi yang cukup sensitif. Melansir Marketing Schools, tak semua orang suka dengannya.
Kita kembali ke kisah Adi. Saat harus membuat iklan yang sesuai dengannya, kamu membutuhkan data soal Adi.
Produk apa yang baru ia lihat di e-commerce? Lewat mana iklan bisa dipasang?
Banyak orang yang kurang setuju dengan penggunaan data ini. Menurut mereka, ini melanggar privasi.
Pada akhirnya, strategi ini memicu berbagai pro dan kontra.
Baca Juga: 5 Prinsip yang Harus Diketahui saat Membuat Iklan Online
Demikian informasi dari Glints soal pemasaran kontekstual. Jangan lupakan trik murah namun mujarab ini, ya!
Masih ada banyak strategi dalam dunia marketing, lho. Semua wajib kamu pahami demi kesuksesan perusahaan.
Lantas, di mana kamu bisa belajar semua itu? Glints ExpertClass adalah tempat yang tepat.
Glints ExpertClass adalah kelas dengan pengisi pakar berpengalaman. Di sana, dunia pemasaran akan dikupas tuntas.
Jadi, tunggu apa lagi? Ikut kelasnya sekarang, yuk!
