×

7 Budaya Kerja di Korporat yang bisa Memajukan Kariermu

January 13, 2018 | No Comments

Bekerja dan mendapatkan gaji bisa jadi merupakan tujuan hidup banyak orang, termasuk kamu yang saat ini tengah menempuh pendidikan di bangku kuliah ya. Cita-cita, pilihan pekerjaan, dan bahkan pilihan tempat kerja dengan berbagai budaya kerjanya bisa sangat beragam. Ada yang bercita-cita menjadi programmer handal di perusahaan IT kelas dunia, atau teknisi di pertambangan minyak, atau bahkan menjadi PR di agensi komunikasi ternama. Apa pun cita-citamu sah saja kok, asal kamu mau dengan tekun menjalani dan mengerjakan bagianmu.

Baca juga: 7 Alasan Kamu perlu Kerja di Startup Minimal Sekali Seumur Hidup

Bicara soal tempat bekerja, saat ini bermunculan banyak sekali startup yang menawarkan berbagai posisi, dan budaya kerja yang menyenangkan. Artikel terkait 1001 alasan mengapa kamu harus bekerja di startup pun bisa begitu mudah kamu temukan sekarang. Tapi di sisi lain, ternyata bekerja di korporat masih tetap bisa jadi pertimbangan yang baik lho. Terlebih, dari sisi budaya kerja yang bisa kamu temui di korporat, tapi tidak di startup. Apa saja itu?

Budaya Kerja Terstruktur

budaya kerja

© healthinnovation.kaiserpermanente.org

Korporat memiliki sedikit perbedaan dengan budaya kerja startup yang dinamis. Karena, startup berbasis teknologi, dan teknologi berubah serta berkembang begitu cepat. Sehingga, budaya kerjanya menjadi begitu dinamis dan terasa cepat berubah-ubah. Jika kamu termasuk orang yang membutuhkan adanya suatu tatanan yang teratur dan terstruktur, budaya tersebut dimiliki oleh korporat. Terlebih, korporat besar yang sudah belasan atau puluhan tahun, dengan jumlah karyawannya yang banyak.

SOP (Standard Operational Procedure) pastinya menjadi sesuatu yang dijalankan untuk membuat semuanya lebih terorganisir. Misalnya, ketika akan ada produk baru yang diluncurkan, tim RND (research and development) harus menjelaskan produk tersebut, dan mendapatkan ijin produksinya. Kemudian, dibutuhkan tim desain untuk membuat kemasannya. Di akhir proses, tugas dari tim marketing dan sales untuk bisa memasarkan dan menjual produk tersebut. Jadi, salah satu budaya di korporat adalah adanya tatanan kerja yang terstruktur dengan rapi.

Baca juga: Kembangkan budaya perusahaan di kantormu dengan 5 hal ini!

Bekerja dengan berbagai tipe orang

Bekerja di korporat besar dengan banyak karyawan berarti memungkinkan kita berinteraksi dengan lebih banyak tipe orang. Mulai dari karyawan fresh graduate, juga mereka yang sudah memiliki berbagai pengalaman dari berbagai perusahaan, sampai karyawan senior yang sudah belasan tahun mengabdi di korporat tersebut. Karena start-up tergolong perusahaan baru, budaya kerja ini jarang bisa kita jumpai. Kebanyakan, karyawannya adalah anak-anak muda yang masih sama-sama mencari jalan bagaimana membuat perusahaan tersebut sukses. Budaya kerja korporat ini memungkinkan kita belajar banyak dari semua orang, terkait perspektif bekerja yang mereka miliki.

Baca juga: 7 Cara Meningkatkan Komunikasi Interpersonal yang Profesional

Didukung berbagai fasilitas penunjang kerja

Korporat yang sudah berjalan tentunya tidak melupakan karyawan yang terus loyal mendukung  mereka. Karena itu, salah satu budaya kerja yang ada adalah disediakannya berbagai fasilitas yang bisa mengoptimalkan pekerjaan karyawannya. Misalnya saja pusat kebugaran, kantin yang setiap hari menyediakan katering bagi karyawan, juga berbagai alat dan teknologi canggih yang harganya memang mahal, tapi bisa mendukung kinerja karyawannya. Dukungan fasilitas untuk bekerja inilah yang menjadi salah satu budaya kerja yang bisa kalian temukan kalau bekerja di korporat.

Memiliki cakupan yang lebih luas

budaya kerja

© kathimerini.gr

Dengan cakupan perusahaan yang lebih luas, proyek dan tanggung jawab kita di korporat tersebut pun akan lebih besar. Proyek-proyek skala nasional bahkan internasional pun bisa ikut kita kerjakan dan memberikan pengalaman tersendiri. Di perusahaan lokal sekalipun, kamu bisa menangani klien yang memakai jasa perusahaanmu, dan biasanya klien-klien besar datang dengan proyek besar pula. Istilahnya, budaya kerja di korporat ini memungkinkanmu untuk ikut bekerja memberi dampak bagi masyarakat banyak, wah! Selain itu, kamu akan merasakan juga menjadi bagian dari “komunitas” yang besar, dengan ratusan, bahkan puluhan ribu karyawan di korporat tempatmu bekerja.

Baca juga: Perusahaan Multinasional, Gerbang untuk Karier Internasionalmu

Tidak hanya satu tempat bekerja dan belajar

budaya kerja

© 42hire.com

Budaya kerja lainnya di korporat adalah, memungkinkan kita bekerja dan belajar tidak hanya dari satu tempat saja. Maksudnya, korporat yang sudah memiliki berbagai cabang di luar kota maupun luar negeri memungkinkan karyawannya untuk belajar, atau mengerjakan proyek tertentu di cabang lain. Berbagai pelatihan pun biasanya disediakan untuk meningkatkan kemampuan karyawannya, dan biasanya diadakan di kantor pusat korporat tempatmu bekerja. Dengan budaya kerja seperti ini, karyawan diharapkan bisa mendapat perspektif dan ilmu baru untuknya bekerja.

Ada jenjang karier yang jelas dan proses rotasi

budaya kerja

© agdenetim.com

Bekerja di korporat juga memungkinkanmu memiliki jenjang karier yang lebih pasti, meskipun awalnya dimulai dari magang. Dengan performa yang baik selama magang, kemungkinanmu untuk melanjutkan kariermu di korporat terbuka lebar. Terlebih, ada program MT (Management Trainee) di korporat yang memungkinkanmu mendapatkan program percepatan untuk menjadi manajer. Ada pula budaya kerja di korporat yang menyediakan proses rotasi, di mana kamu akan ditempatkan di berbagai divisi untuk mencoba mana yang paling sesuai dengan kemampuanmu. Dengan begitu, kamu tidak akan menyesal dan merasa salah tempat saat bekerja nih.

Memiliki waktu untuk bercermin pada diri sendiri

budaya kerja

© elnuevosiglo.com.co

Budaya kerja startup yang menuntut kita bekerja cepat dengan segala perubahan yang ada bisa jadi membuat kita kewalahan dan justru tidak sempat berbenah diri. Bukan, berbenah diri ini bukan sekadar membereskan meja. Tapi juga termasuk menyusun harapan dan impian kita, serta evaluasi bagaimana kinerja kita, dan bagaimana kita bisa meningkatkan produktivitas kita.

Budaya kerja korporat yang sudah tersusun dan berpola membuat kita bisa menghemat waktu, tanpa perlu terus menerus belajar mengenai perubahan yang mendadak terjadi. Perubahan di korporat biasa terjadi dalam periode yang lebih lama, memungkinkan kita berbenah diri dulu sebelum menerima tugas dan tanggung jawab yang baru. Dengan demikian, budaya kerja ini memungkinkan kamu bercermin atau melakukan refleksi, dan bekerja lebih baik.

 

Itu tadi tujuh budaya kerja yang bisa kamu temui dengan bekerja di korporat yang bisa memajukan kariermu. Banyak yang berkata bahwa bekerja di korporat sama saja dengan “menyelesaikan” studimu, sekaligus persiapan jika kamu akan membuka usaha setelahnya. Karena itu, berbagai budaya kerja yang ada di korporat bisa membantu memajukan karier dan usahamu ke depannya.

Namun demikian, tidak ada arahan yang dengan jelas menyatakan kamu harus bekerja di startup atau di korporat. Toh keduanya sama-sama perusahaan tempat kamu bisa bekerja dan mengaplikasikan ilmumu. Masalahnya hanya pada kecocokan budaya kerja antara kamu, dan perusahaan yang akan kamu pilih. Juga, adanya perspektif lain terkait keduanya. Begitu banyak yang menjelaskan kelebihan atau benefit, serta budaya kerja di startup. Tapi tidak bisa dipungkiri ternyata korporat pun memiliki budaya kerja tersendiri, dan berbagai kelebihan yang bisa jadi lebih sesuai buatmu. Baik pekerjaan di korporat maupun di startup, yuk cek laman pencarian kerja di Glints, banyak perusahaan menantimu!

YOU MAY ALSO LIKE

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up