Berpikir Komputasional: Arti, Teknik, Manfaat, Tujuan & Contoh

Diperbarui 06 Mei 2025 - Dibaca 14 mnt
Ditulis oleh : Tim Glints TapLoker

Berpikir komputasional atau computational thinking adalah proses pemecahan masalah yang tekniknya serupa para programmer saat membuat program komputer. Artikel ini akan membahas arti, sejarah, manfaat, tujuan, cara, hingga penerapannya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Kemampuan berpikir ini adalah salah satu skill yang semakin dibutuhkan industri, terutama seiring dengan perkembangan dunia digital.

Lalu, apa itu berpikir komputasional? Bagaimana cara penerapannya di dunia kerja? Ini dia jawabannya.

Apa Itu Berpikir Komputasional?

Menurut Learning, berpikir komputasional atau computational thinking adalah proses mencari solusi tahap demi tahap yang jelas untuk sebuah permasalahan yang kompleks/rumit.

Seperti disebutkan sebelumnya, proses ini meniru praktik dunia ilmu komputer saat seorang programmer membuat sebuah program atau algoritma.

Layaknya programmer, computational thinking dijalankan dengan mengatur suatu masalah yang kompleks, lalu dipecah menjadi masalah yang lebih kecil dan mudah dikelola.

Dengan cara ini, setiap bagian dari masalah dapat dianalisis dan diselesaikan secara terfokus. Selain itu, pola-pola yang muncul dari masalah serupa dapat dikenali untuk mempercepat penyelesaian masalah di masa depan.

Pendekatan ini juga membantu dalam menciptakan solusi yang lebih efisien, teratur, dan dapat diterapkan kembali.

Sejarah berpikir komputasional

Cara berpikir komputasional diyakini muncul di tahun 2006, berasal dari istilah yang dikemukakan oleh Jeanette Wing. Ia menggunakan istilah tersebut dalam sebuah esai yang dimuat di Communications of the ACM.

Sebetulnya, sudah muncul istilah yang mirip yaitu berpikir prosedural 10 tahun sebelumnya. Istilah ini dikemukakan oleh Seymour Papert yang berasal dari Departemen Matematika Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Terlepas dari istilahnya yang baru muncul belakangan, proses berpikirnya sendiri sebenarnya sudah menjadi bagian hidup sehari-hari banyak orang di berbagai industri.

Dengan semakin populernya istilah ini, berpikir komputasional kemudian menjadi cara yang lebih dikenal luas dan ditekankan untuk memecahkan suatu masalah yang kompleks.

Fondasi Berpikir Komputasional

Secara prinsip, ada 4 fondasi atau kerap disebut sebagai cornerstone dari berpikir komputasional, yaitu:

1. Dekomposisi

Tahap pertama adalah dekomposisi di mana suatu masalah, termasuk yang kompleks, akan dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dikelola.

Dengan demikian, setiap bagian dapat dianalisis dan diselesaikan secara terpisah. Pendekatan ini juga membantu mengurangi rasa kewalahan saat menghadapi masalah besar.

2. Pattern recognition (pengenalan pola)

Teknik kedua dalam berpikir komputasional adalah pattern recogntion atau pengenalan pola. Ini adalah proses untuk mengenali pola atau hubungan antara bagian-bagian dari suatu masalah besar.

Dengan menemukan pola yang berulang, kamu bisa mengidentifikasi solusi yang bisa diterapkan kembali pada masalah yang serupa di masa depan.

3. Abstraksi

Teknik ini sering kali disebut pula sebagai generalisasi. Di sini, terjadi penarikan informasi yang paling penting dari masalah-masalah yang telah diuraikan.

Dengan abstraksi, kamu bisa menciptakan model yang lebih sederhana yang mewakili inti masalah, sehingga lebih mudah untuk menyelesaikan masalah atau membuat prediksi.

4. Algoritma

Bagian terakhir dari berpikir komputasional adalah algoritma. Ini adalah proses menentukan solusi tahap demi tahap untuk masalah yang ingin dipecahkan.

Algoritma memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memiliki urutan yang logis dan dapat diulang untuk mencapai hasil yang konsisten.

Manfaat Berpikir Komputasional

Berpikir komputasional adalah kemampuan yang bermanfaat agar kamu makin dilirik perusahaan, terutama seiring dengan perkembangan teknologi.

Inilah manfaat dari berpikir komputasional:

1. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah

Berpikir komputasional membantumu mengurai masalah besar menjadi bagian yang lebih kecil, sehingga lebih mudah untuk dikelola dan diselesaikan.

Dengan pendekatan ini, kamu dapat mengidentifikasi inti masalah dan menemukan solusi yang lebih tepat sasaran.

2. Meningkatkan kreativitas

Berpikir komputasional akan mendorongmu untuk selalu mengambil langkah lebih jauh dan mengeksplorasi beragam solusi. Hal ini membuatmu terbuka akan segala kemungkinan sehingga jadi lebih kreatif.

Baca Juga :  8 Hard dan Soft Skill yang Harus Kamu Kuasai di Tahun 2022

Selain itu, kamu juga dapat menggabungkan ide-ide dari berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan solusi inovatif.

3. Mendorong pemikiran logis dan terstrutkur

Lewat teknik seperti algoritma, berpikir komputasional adalah hal yang membantumu merancang solusi dengan langkah-langkah yang teratur dan logis.

Pendekatan ini memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan pada alasan yang jelas dan dapat diterapkan secara konsisten.

4. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis

Dalam menjalankan proses computational thinking, kamu akan didorong untuk bertanya secara kritis saat dihadapkan pada suatu masalah. Hasilnya, kamu akan lebih kritis untuk menilai berbagai pilihan solusi masalah tersebut.

Kamu juga akan mampu membedakan informasi yang relevan dari yang tidak relevan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.

5. Meningkatkan kemampuan adaptasi

Computational thinking membantumu individu memahami, menganalisis, dan merespons situasi baru atau perubahan dengan cara yang terstruktur dan fleksibel. Oleh karena itu, kamu akan memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik.

Kemampuan ini sangat penting di dunia yang terus berubah, membantu kamu tetap relevan dan efektif dalam berbagai situasi.

Tujuan Berpikir Komputasional

1. Menyelesaikan masalah kompleks secara terstruktur

Computational thinking akan membantumu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil dan mudah dikelola. Dengan begitu, kamu dapat menemukan solusi secara lebih efektif dan efisien.

Selain itu, pendekatan ini memastikan setiap langkah yang diambil lebih terarah dan tidak melewatkan detail penting.

2. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis

Teknik-teknik seperti dekomposisi, pengenalan pola, dan abstraksi dalam berpikir komputasional adalah hal yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam berbagai kondisi.

Kemampuan ini membantumu mengambil keputusan berdasarkan data dan alasan yang logis.

3. Meningkatkan kreativitas

Berpikir komputasional adalah proses yang mendorong eksplorasi berbagai pendekatan untuk memecahkan masalah. Hal ini memicu peningkatan kreativitas dalam menemukan solusi.

Selain itu, kamu juga bisa menciptakan solusi inovatif yang menggabungkan ide-ide dari berbagai sumber.

4. Meningkatkan kemampuan adaptasi

Dengan menerapkan prinsip-prinsip berpikir komputasional, kamu akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi dan terus belajar untuk mengembangkan keterampilan baru.

Kemampuan ini sangat berguna di dunia yang terus berubah dan penuh tantangan.

5. Komunikasi dan kolaborasi yang lebih baik

Berpikir komputasional membantumu menyampaikan ide dan solusi secara jelas dan terstruktur. Selain itu, proses ini membantu bekerja sama secara efektif dalam tim untuk mencapai tujuan bersama.

Kamu juga dapat memahami sudut pandang orang lain untuk menciptakan sinergi yang lebih baik.

Karakteristik Berpikir Komputasional

Orang dengan kemampuan berpikir komputasional akan memiliki sejumlah karakteristik seperti:

1. Berpikir logis dan sistematis

Kalau punya skill computational thinking, kamu akan mampu menganalisis masalah secara logis dan menyusun solusi dengan pendekatan yang sistematis. Kamu akan bisa menggunakan penalaran yang jelas pada setiap tahap proses pemecahan masalah.

Pendekatan ini membantu kamu mencapai hasil yang lebih konsisten dan dapat diprediksi.

2. Mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan baik

Orang dengan kemampuan ini juga punya kemampuan kolaborasi yang baik.

Ia akan pandai berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan masalah secara efektif. Keterampilan ini juga membantu dalam menyampaikan ide-ide dengan jelas dan memfasilitasi diskusi yang konstruktif.

3. Kreatif dalam memahami masalah

Selain berpikir logis, lewat berpikir komputasional kamu juga akan kreatif dalam mencari solusi untuk masalah yang belum memiliki jawaban langsung.

Kemampuan ini membuatmu lebih terbuka pada ide-ide baru dan inovatif dalam menyelesaikan tantangan.

4. Punya keingintahuan yang tinggi

Dengan memiliki skill ini, rasa ingin tahu dan hasrat untuk memahami bagaimana sesuatu bekerja mendorongmu untuk terus belajar dan mengeksplorasi.

Keingintahuan ini membuka kesempatan untuk menemukan solusi yang lebih baik dan lebih efisien dalam pekerjaan.

5. Fleksibel dan mudah beradaptasi

Mereka yang terbiasa berpikir komputasional akan mampu menyesuaikan strategi pemecahan masalah sesuai dengan konteks dan perubahan yang ada.

Ini membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan baru yang muncul dalam berbagai situasi.

Baca Juga :  Diplomatic Skill: Pengertian, Jenis Skill, dan Cara Melatihnya

6. Mampu mengelola informasi secara efektif

Orang yang memiliki keterampilan ini akan mampu dalam mengelola informasi secara efektif dan efisien, terutama dengan menggunakan teknologi di era digital saat ini.

Mereka juga dapat memprioritaskan informasi yang relevan dan mengaturnya untuk pemecahan masalah yang lebih optimal.

Cara Berpikir Komputasional

1. Memahami masalah

Langkah pertama dalam berpikir komputasional adalah kamu perlu memahami masalah secara menyeluruh, termasuk tujuan yang ingin dicapai dan batasan yang ada.

Pemahaman masalah yang baik adalah kunci untuk memilih pendekatan yang tepat dalam pemecahan masalah. Tanpa pemahaman yang jelas, solusi yang dihasilkan bisa jadi tidak relevan atau tidak efisien.

2. Dekomposisi

Setelah memahami masalahnya, kamu perlu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola dan diselesaikan secara terpisah.

Dengan memecah masalah menjadi bagian yang lebih kecil, kita dapat menangani setiap bagian secara terpisah dan lebih mudah menemukan solusi untuk masing-masing bagian.

Ini juga membuat masalah yang rumit menjadi lebih mudah untuk dianalisis dan diselesaikan.

3. Pengenalan pola (pattern recognition)

Mencari kesamaan atau pola dalam data atau masalah dapat membantu menemukan solusi yang lebih cepat atau lebih efisien.

Sebagai gambaran, dengan mengenali pola, kamu dapat mengenali solusi yang sudah terbukti efektif dan dapat diterapkan kembali. Pengenalan pola membantu mempercepat proses pemecahan masalah karena kita bisa menggunakan solusi yang sudah ada tanpa harus mulai dari awal.

4. Abstraksi

Di prosesi ini terjadi penyaringan informasi yang tidak relevan. Kamu akan fokus pada elemen-elemen penting dari masalah yang perlu diselesaikan.

Abstraksi membantu untuk memudahkan pemahaman masalah yang kompleks dengan menghilangkan detail yang tidak terlalu penting. Ini memungkinkan kita untuk membuat model yang lebih sederhana dan fokus pada inti permasalahan.

5. Algoritma

Seperti disebutkan sebelumnya, algoritma adalah langkah untuk membuat langkah-langkah terstruktur yang harus diikuti untuk menyelesaikan masalah.

Algoritma di sini menjadi panduan yang jelas untuk menyelesaikan masalah secara sistematis. Algoritma yang baik harus efisien, dapat diulang, dan memberikan solusi yang tepat untuk masalah yang dihadapi.

6. Implementasi

Setelah algoritma atau solusi dirancang, langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam bentuk yang nyata.

Setelah implementasi, solusi perlu diuji untuk memastikan bahwa ia berfungsi seperti yang diinginkan dan menyelesaikan masalah yang ada. Pengujian juga membantu untuk menemukan kesalahan mungkin ada.

7. Evaluasi

Kamu perlu menilai apakah solusi yang telah diimplementasikan sudah memenuhi tujuan yang diinginkan. Ini juga termasuk refleksi tentang cara-cara untuk memperbaiki atau mengoptimalkan solusi yang ada.

Evaluasi dan refleksi sangat penting untuk memastikan bahwa solusi yang diterapkan benar-benar efektif dan dapat digunakan di masa depan.

Bidang Kerja yang Bisa Menerapkan Berpikir Komputasional

Pada dasarnya, berpikir komputasional bisa saja diterapkan di berbagai bidang. Berikut adalah beberapa contoh bidang kerja yang bisa menerapkan computational thinking.

1. IT

Sebagaimana disebut di atas, berpikir komputasional meniru cara kerja programmer dalam membuat program atau algoritma. Oleh karena itu, pekerjaan di bidang IT cocok menggunakan cara bepikir ini seperti:

  • software engineer
  • machine learning engineer
  • security engineer
  • game developer

2. Data

Karena menekankan proses seperti analisis dan pengenalan pola, berpikir komputasional juga dapat membantu pekerjaan di bidang data seperti:

  • data scientist
  • data analyst
  • business analyst

3. Kesehatan

Berpikir komputasional juga dapat diterapkan di dunia kesehatan. Sebagai contoh, lewat cara berpikir ini, seorang dokter dapat mengenali suatu pola tertentu untuk memberikan penanganan terbaik untuk pasien.

4. Bisnis dan keuangan

Berpikir komputasional adalah proses yang dapat digunakan di hampir semua bidang keuangan dan bisnis.

Bidang ini dapat memanfaatkan pengenalan pola penilaian risiko, dan lainnya untuk mengidentifikasi strategi yang paling menguntungkan dalam mencapai tujuan bisnis dan keuangan.

Bidang-bidang ini hanya sebagian contoh saja. Pada prinsipnya, proses pemecahan masalah ini bisa dilakukan di berbagai bidang.

Baca Juga :  Memahami Social Media Marketing, dari Pengertian Sampai Strateginya

Sebagai gambaran, University of York menyebutkan kalau proses ini dapat dilakukan untuk kegiatan mulai dari membangun perabotan rumah hingga membuat kue cokelat.

Contoh Penerapan Berpikir Komputasional

1. Data analyst

Data analyst menggunakan berpikir komputasional untuk membantu perusahaan menganalisis data. Ia misalnya bisa melakukannya untuk  menganalisis data penjualan dan perilaku pelanggan.

Dengan dekomposisi, data analyst mengurai data besar menjadi bagian-bagian kecil, seperti data penjualan per wilayah, produk, dan waktu. Lalu dengan pengenalan pola, ia mengenali tren, seperti produk yang laris pada akhir pekan atau selama promosi tertentu.

Setelah itu, ia menyaring data yang kurang relevan dan fokus pada variabel penting lewat abstraksi.

Terakhir, ia membuat algoritma sederhana untuk memprediksi produk yang akan laris di masa depan, membantu perusahaan merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.

2. Guru

Tidak hanya pekerjaan di bidang IT dan data, berpikir komputasional juga dapat diterapkan oleh guru. Seorang guru bisa membagi soal atau materi yang kompleks menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dipahami siswa.

Guru kemudian membantu siswa mengenali pola atau konsep yang sering muncul dalam soal, sehingga mereka lebih mudah memahami inti permasalahan.

Dengan melakukan abstraksi, guru menyederhanakan soal yang rumit menjadi diagram atau tabel yang lebih mudah dipahami.

Selanjutnya, guru dapat mengajarkan siswa untuk menyusun langkah-langkah sistematis yang dapat membantu mereka menyelesaikan soal dengan cara yang terstruktur dan logis.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka.

3. Admin

Berpikir komputasional juga adalah skill yang membantu seseorang yang bekerja sebagai admin dalam tugas sehari-harinya. Hal ini seperti mengelola data karyawan, klien, atau inventaris barang.

Ia bisa memecah tugas besar menjadi bagian-bagian kecil, seperti mengumpulkan, memvalidasi, dan mengelompokkan data, sehingga lebih mudah dikelola.

Setelah itu, admin dapat mengenali pola dalam data dan menyaring informasi yang relevan, lalu membuat langkah-langkah sistematis untuk mengelola dan menyimpan data dengan lebih efisien.

Pendekatan ini membantu memastikan pengelolaan data yang lebih terstruktur dan akurat.

4. Digital marketing

Orang bekerja di bidang digital marketing bisa melakukan computational thinking dengan membagi strategi pemasaran menjadi bagian seperti analisis target pasar, pembuatan konten, dan evaluasi hasil kampanye.

Lalu, ia menilai pola engagement di media sosial, seperti waktu posting terbaik atau jenis konten yang paling disukai. Ia kemudian melakukan abstraksi dengan fokus pada data penting seperti jumlah klik dan interaksi, mengabaikan data kecil yang kurang relevan.

Setelah itu, merancang algoritma untuk menargetkan iklan pada kelompok demografi tertentu berdasarkan riwayat interaksi.

5. Freelancer atau pekerja lepas

Penerapan berpikir komputasional pada freelancer membantu mereka menyelesaikan tugas secara efisien dan terstruktur. Dengan dekomposisi, freelancer dapat memecah proyek besar menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dikelola.

Pengenalan pola memungkinkan mereka untuk menemukan solusi cepat dalam pekerjaan yang berulang. Abstraksi membantu fokus pada hal-hal penting, mengabaikan detail yang tidak relevan.

Algoritma memberi struktur dalam menyelesaikan tugas secara teratur dan efisien. Berpikir komputasional juga memfasilitasi komunikasi yang lebih jelas dan kolaborasi yang efektif dalam proyek tim.

Itulah penjelasan mengenai berpikir komputasional atau computational thinking. Berpikir komputasional adalah keterampilan penting yang membantumu memecahkan masalah kompleks secara efisien dengan pendekatan terstruktur.

Dengan teknik seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma, seseorang dapat menyelesaikan masalah dengan lebih efektif dan kreatif.

Meski mengambil inspirasi dari pekerjaan programmer, keterampilan ini relevan diterapkan di berbagai bidang. Dengan beragam manfaatnya, punya skill ini akan membantumu untuk pekerjaan apa pun.

Setelah memahami keterampilan ini, kamu bisa tampil lebih unggul saat melamar lowongan kerja. Makanya, kamu tak perlu ragu lagi untuk langsung memulai pencarian kerjamu.

Tak perlu jauh mencari, temukan lowongan dari berbagai perusahaan di Indonesia di Glints TapLoker.

Di Glints TapLoker, kamu bisa dapat rekomendasi pekerjaan sesuai kebutuhanmu. Kamu bisa lamar pekerjaan dengan chat langsung HRD-nya. Yuk, download aplikasi Glints TapLoker sekarang!

Referensi:


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon