Ingin Kembangkan Produk Digital? Jangan Lupakan Behavioral Analytics!

Diperbarui 11 Des 2023 - Dibaca 7 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Produk digital yang ramai digunakan adalah produk yang sesuai dengan preferensi pengguna berdasarkan kebiasan mereka. Oleh karena itu, behavioral analytics adalah hal yang dibutuhkan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dengan behavioral analytics, developer atau pengembang bisa memahami pengguna lebih baik dengan meninjau tingkah laku mereka ketika menggunakan suatu produk.

Data-data yang diperoleh tersebut digunakan untuk merancang produk yang lebih baik.

Yuk, kenali proses behavioral analytics lebih lanjut di artikel Glints ini!

Baca Juga: Cari Tahu Apa Itu Big Data Analytics di Sini

Apa Itu Behavioral Analytics?

behavioral analylitics

© Freepik.com

Behavioral analytics merupakan cabang ilmu dari data analytics.

Menurut Mixpanel, behavioral analytics merupakan tool yang digunakan untuk memberi informasi pada analis bisnis mengenai kegiatan yang dilakukan pengguna produk digital.

Behavioral analytics merupakan cabang ilmu yang berfokus pada platform e-commerce, game online, aplikasi web dan mobile, serta internet of things.

Ilmu ini mempelajari perilaku konsumen untuk mengetahui apakah ada hal-hal yang bisa dioptimasi agar tujuan bisnis bisa tercapai.

Dilansir dari Investopedia, behavioral analytics merupakan proses yang bergantung pada data.

Umumnya, data mentah diperoleh dari aktivitas pengguna di media sosial atau aplikasi yang dianalisis.

Data-data ini dikumpulkan dan dianalisis untuk membuat keputusan tertentu.

Contohnya, pengiklan online bisa menggunakan behavioral analytics untuk memastikan iklan yang mereka buat sesuai dengan audiens target bisnisnya.

Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan informasi demografis pengguna, sejarah pencarian pengguna di media sosial, dan lain-lain.

Dengan begitu, kesuksesan iklan yang dipasang di internet bisa lebih tinggi.

Contoh Penggunaan Behavioral Analytics

behavioral analytics

© Freepik.com

1. E-commerce dan retail

Dalam e-commerce dan retail, behavioral analytics adalah proses analisis yang bermanfaat untuk memastikan produk yang ditawarkan sudah sesuai dengan selera maupun tren konsumen.

Baca Juga :  Cloud Architect: Arti, Tanggung Jawab, Skill Wajib, dan Sertifikasinya

2. Game online

Behavioral analytics dalam industri game digunakan untuk mengetahui tren penggunaan dan preferensi mendatang.

Tak jarang perusahaan game menggunakan behavioral analytics untuk upselling dalam game yang spesifik pada para penggunanya.

3. Pengembangan aplikasi

Behavioral analytics adalah cara bisnis mengetahui bagaimana perilaku orang-orang ketika menggunakan sebuah aplikasi.

Dengan memahami hal tersebut, developer atau pengembang bisa memperkirakan tren di waktu mendatang agar bisa melakukan pengembangan produk tepat waktu.

Dengan begitu, bisnis bisa memimpin persaingan pasar dengan kompetitor.

4. Keamanan

Behavioral analytics adalah cara yang juga bisa dilakukan untuk mendeteksi adanya peretasan data atau informasi akibat pihak tidak bertanggung jawab.

Biasanya, hal ini digunakan oleh agensi pemerintahan.

Namun, banyak perusahaan swasta yang juga memanfaatkan behavioral analytics untuk tujuan ini.

Baca Juga: Mengungkap Product Analytics, Kunci Sukses agar Produk Digemari Pengguna

Langkah-langkah Behavioral Analytics

1. Tentukan tujuan analisis

Langkah pertama melakukan behavioral analytics adalah menentukan tujuannya.

Ketahui apa yang ingin timmu capai dengan proses analisis tersebut.

Agar pemantauannya lebih mudah, perlu disusun key performance metrics (KPI).

2. Petakan jalur kritis sesuai dengan tujuan

Jalur kritis atau critical paths adalah tahapan aksi yang dilakukan oleh pengguna sesuai dengan tujuan produk.

Misalnya, jika produk yang dianalisis adalah produk e-commerce, jalur kritisnya adalah memasukkan kata kunci pencarian, kemudian mencari produk, menambahkan produk ke dalam keranjang, lalu masuk ke proses checkout, dan terakhir konfirmasi pembayaran.

Nah, tahap-tahap ini harus diperhatikan secara rinci dan dikumpulkan datanya.

3. Buat rencana pelacakan

Berdasarkan langkah-langkah yang diambil pengguna untuk mencapai sebuah tujuan, tim analis bisa menentukan mana yang paling penting untuk dilacak untuk mendapat data yang sesuai dengan tujuan.

Baca Juga :  WordPress Developer: Kenali Pengertian hingga Skill yang Harus Dikuasai

Kemampuan mengidentifikasi mana data yang paling sesuai adalah penting agar proses behavioral analytics bisa berlangsung secara efektif dan efisien.

Rencana pelacakan biasa dibuat di spreadsheet Excel.

Hal ini merupakan pedoman semua kegiatan yang dilakukan pengguna.

Selain itu, rencana pelacakan ini juga adalah peta untuk implementasi tool analitik yang tepat.

Semua orang yang terlibat dalam behavioral analytics harus memahami rencana ini untuk bisa mengolah data yang benar dan mendapatkan hasil yang sesuai keinginan.

4. Tetapkan cara identifikasi pengguna

Platform untuk melakukan behavioral analytics biasanya butuh satu cara identifikasi pengguna, seperti username atau email.

Hal ini berguna untuk mempermudah analisis data dari berbagai perangkat dan sesi.

Oleh karena itu, pastikan cara identifikasi pengguna ini tidak bisa diubah sehingga analisis bisa dilakukan tanpa kendala.

5. Implementasi behavioral analytics dan mulai pelacakan

Setelah menyempurnakan rencana pelacakan, proses selanjutnya adalah melaksanakan behavioral analytics dengan data-data yang sesuai.

Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan software behavioral data analytics dan memanfaatkan SDK atau API untuk mengintegrasikannya dengan produk yang dianalisis.

Jika perlu menganalisis tahapan atau langkah aksi yang dilakukan pengguna lainnya, hal ini tentu bisa ditambahkan setelah analisis dimulai.

Setelah data diperoleh, tim bisa menyimpulkan dan mulai menyusun rencana kegiatan yang perlu dilakukan agar tujuan bisnis bisa tercapai berdasarkan hasil behavioral analytics.

Baca Juga: 9 Tools untuk Menunjang Kerja Harian Product Manager

Nah, begitulah serba-serbi behavioral analytics yang perlu kamu pahami.

Apakah kamu berminat berprofesi sebagai pengembang produk digital?

Yuk, temukan lowongan pekerjaan yang tepat untukmu di Glints.

Job marketplace Glints punya ratusan lowongan di bidang teknologi, lho.

Baca Juga :  8 Tips Mudik Naik Pesawat yang Perlu Diketahui

Jadi, jangan sampai lewatkan kesempatan dan buat akun profesionalmu sekarang juga di sini, ya.


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon