×

7 Hal untuk Kamu Ketahui tentang Beasiswa Dikti

December 24, 2017 | No Comments

Kamu sedang berencana lanjut kuliah dengan beasiswa? Atau kamu bercita-cita untuk kerja di kampus almamater tapi tidak tahu tahapannya?

Tentu kamu pernah dengar beberapa jenis beasiswa yang ditawarkan pemerintah. Salah satu beasiswa yang berasal dari pemerintah yang bisa kamu coba adalah Beasiswa Dikti. Beasiswa yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini jadi bentuk perhatian dan aksi pemerintah untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Bagi kamu yang penasaran tentang Beasiswa Dikti ini, saya mau berbagi info yang perlu kamu tahu sebagai modal dasar sebelum merencanakan ikut seleksi.

beasiswa dikti

© unpku.com

Baca juga: Ketahui 10 Lembaga ini jika Ingin Beasiswa S2

Jenis Beasiswa Dikti dan peruntukannya

beasiswa dikti

© marketingcertified.com

Merujuk dari situs beasiswa.ristekdikti.go.id, Beasiswa Dikti dibagi lagi ke 2 kategori besar. Kategori pertama adalah beasiswa untuk calon dosen, yang kedua untuk dosen yang ingin melanjutkan pendidikan. Beasiswa untuk calon dosen ini sebenarnya termasuk kategori baru dari Beasiswa Dikti. Tentunya supaya kamu yang masih di kampus bisa mendapat fasilitas pengajar yang mumpuni maka Kemenristek Dikti mendukung penuh orang-orang yang diendorse universitas buat ikut seleksi Beasiswa Dikti.

Sedangkan Beasiswa Dikti buat dosen, terbagi lagi jadi beberapa program. Ada program Beasiswa Dalam Negeri, Beasiswa Luar Negeri, dan Program Sandwich.

Apa sih yang dimaksud Program Sandwich?

beasiswa dikti

© karojba.hr

Beasiswa Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) disebut program sandwich karena Beasiswa Dikti ini adalah program yang memberi kesempatan mahasiswa yang sedang dalam masa studi untuk melakukan riset dan menerbitkan jurnal. Programnya dilakukan di luar negeri selama 4 bulan, tapi kamu tidak akan dapat gelar dari program sandwich karena ini mirip semester pendek yang bisa dumanfaatkan buat menambah reputasi mahasiswa.

Bisa juga mengambil kuliahnya di luar negeri

beasiswa dikti

© thedp.com

Kamu yang bercita-cita kuliah ke luar negeri punya kesempatan lewat Beasiswa Dikti yang disebut BPP LN, Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri. Dikenal dengan BUDI LN atau Beasiswa Unggulan Luar Negeri, Beasiswa Dikti ini akan kasih fasilitas untuk para dosen yang ingin lanjut kuliah untuk mengambil gelar S3 atau advokat. Biasanya, pendaftaran dibuka mulai bulan Februari sampai Juni, kamu bisa cek infonya di beasiswa.dikti.go.id/bppln supaya tidak ketinggalan update. Beasiswa Dikti akan mendukung biaya pendidikan kamu selama di luar negeri, termasuk uang kuliah, biaya hidup, tiket pesawat, asuransi kesehatan, dan biaya untuk kebutuhan buku. Biaya yang tidak ditanggung oleh Beasiswa Dikti adalah untuk ijin tinggal (resident permit) dan kepengurusan VISA.

Baca juga: 7 Persiapan Untukmu yang Ingin Kuliah di Luar Negeri

Apa bedanya dengan Beasiswa LPDP?

beasiswa dikti

© alis.alberta.ca

Tentu Beasiswa Dikti berbeda dengan Beasiswa LPDP. Beasiswa Dikti adalah bagian dari program Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, secara spesifik dirancang buat lingkup tenaga pendidik di Indonesia. Sementara LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) ada di bawah naungan Kementerian Keuangan yang punya dana untuk anak Indonesia yang mau melanjutkan pendidikan tingginya.

Beasiswa LPDP tidak menawarkan program sandwich seperti yang ada pada program Beasiswa Dikti, semua program yang diambil harus full course. Cakupannya juga sangat luas, karena kamu tidak harus menjadi dosen setelah selesai program Beasiswa LPDP, tapi kalau kamu mengambil kuliahnya di luar negeri tetap harus balik ke Indonesia juga sama seperti lulusan Beasiswa Dikti. Banyaknya pilihan universitas dan jurusan membuat Beasiswa LPDP juga lebih ramai penggemar dibanding Beasiswa Dikti.

Baca juga: Mengincar beasiswa LPDP? Kenali detailnya dulu, yuk!

Tahapannya tidak terlalu rumit dan ketat

beasiswa dikti

© education.penelopetrunk.com

Proses seleksi Beasiswa Dikti, menurut beberapa sumber dan penerima beasiswa ini memang tidak terlalu rumit. Kamu tidak harus berlomba-lomba dapat nilai TOEFL setinggi mungkin seperti yang sering terjadi di seleksi Beasiswa LPDP. Skor TOEFL yang diminta tidak terlalu tinggi, untuk TOEFL institusional atau IITP minimal 550. Kamu juga bisa pakai skor TOEFL-iBT miinimal 80. Sementara kalau kamu mengambil program Beasiswa Dikti yang tujuan negaranya Inggris atau memang meminta skor IELTS, kamu perlu mencapai minimal 6.0 yang sertifikatnya masih berlaku tentunya.

Untuk proses seleksinya sendiri dibagi ke dua tahapan besar. Pertama, tentu akan ada seleksi administrasi. Setelah lulus administrasi kamu akan masuk ke tahap wawancara yang memakai Bahasa Inggris. Setelah itu kamu tinggal tunggu pengumumannya, diterima atau tidak. Cukup sederhana, bukan? Untuk kelengkapan administrasi, tentu kamu butuh sedikit ekstra dalam persiapannya agar semua dokumen lengkap dan sesuai kriteria yang diminta.

Adakah ketentuan negara atau universitas tujuan?

beasiswa dikti

© cupcast.com

Ada. Ristek Dikti sudah membuat list kampus-kampus yang menjadi partner dalam penyelenggaraan Beasiswa Dikti bagi mahasiswa Indonesia. Buat kamu yang mengincar kampus luar negeri, ada ratusan kampus yang tersebar di benua Eropa, Australia, Asia, dan Amerika. Jerman Inggris dan Amerika adalah tiga negara yang punya cukup banyak list kampus yang bekerja sama dengan Beasiswa Dikti. Saran saya, selain memilih berdasarkan potensial kampus dan jurusan, kamu perlu juga mempertimbangkan aspek budaya dan geografis kalau memang ada concern dengan dua hal tersebut. Tapi, kalau kamu tidak masalah dengan lokasi yang jauh di luar provinsi atau bahkan lintas benua, gunakan kesempatan yang ada sebaik mungkin.

Harus siap jadi dosen atau tenaga pendidik

beasiswa dikti

© dailycal.org

Bukannya mau menakuti atau mengurungkan niat kamu yang ingin mencari beasiswa, tapi Beasiswa DIkti ini memang ditujukan buat meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Indonesia. Kemenristek Dikti juga merilis latar belakang adanya program BPP DN yang berdasar pada pasal 46 ayat 2 UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu bahwa dosen harus memiliki kualifikasi akademik minimum: (a) lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan (b) lulusan program doktor untuk program pascasarjana. Pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016 lalu Ditjen Dikti meluncurkan program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia sebagai bagian dari Beasiswa Dikti. Sesuai namanya, Beasiswa Dikti ini ditujukan buat mencetak pengajar yang akan disebar ke berbagai kampus PTN di Indonesia. Harapannya, pendidikan tinggi yang berkualitas bisa mendukung juga program pembangunan pemerintah.

Jadi, sekalipun kamu awalnya bukan seorang dosen, setelah kamu mendapat Beasiswa Dikti dan menyelesaikan pendidikan, maka kamu harus bekerja di lingkungan pendidikan Indonesia. Bekerja di lingkungan pendidikan juga tidak melulu harus jadi dosen,asalkan kamu tidak mengambil program Beasiswa Dikti BUDI. Kamu bisa berperan di berbagai departemen yang ada di sebuah universitas, dan ilmu yang kamu dapat dari kuliah S2 atau S3 bisa diterapkan ke kampus tempat kamu bekerja. Bisa saja kamu jadi Kepala Humas atau Ketua Program Studi di jurusan yang dulu kamu ambil.

Beasiswa Dikti juga menuntut komitmen

beasiswa dikti

© zdnet.com

Mengincar Beasiswa DIkti, berarti kamu juga sudah tahu konsekuensi kontrak yang akan kamu terima bersamaan dengan sponsor dari pihak Dikti. Seandainya karena satu dan lain hal penerima Beasiswa Dikti tidak bisa menyelesaikan programnya maka dana harus dikembalikan. Berikut ini beberapa kelalaian atau situasi yang membuat penerima Beasiswa Dikti harus mengganti dana:

  • Mahasiswa membatalkan keberangkatan atau tidak berangkat ke negara tujuan studi yang telah ditentukan
  • Mahasiswa tidak melaporkan perkembangan studi atau mendapat hasil yang tidak sewajarnya dalam waktu yang sudah ditentukan
  • Mahasiswa mengundurkan diri di tengah masa studi
  • Mahasiswa dijatuhi hukuman sedang atau berat, sehingga diberhentikan atau mengajukan mengundurkan diri dari jabatannya

 

Itu tadi beberapa poin yang penting kamu ketahui kalau mengincar Beasiswa Dikti. Nah, sambil mempersiapkan diri untuk daftar Beasiswa Dikti ataupun program beasiswa lainnya, tidak ada salahnya untuk meningkatkan kemampuan di bidang yang kamu minati, misalnya dengan mengikuti kursus, mencari tahu tips dan trik interview, atau mengembangkan karier melalui internship dan pekerjaan project-based.

Signup di Glints dan temukan informasi-informasi karier yang kamu butuhkan!

YOU MAY ALSO LIKE

Card image cap
Tips Mendapatkan Beasiswa S1 Luar Negeri

Anggie Warsito - November 22, 2018

Card image cap
Panduan Menulis Surat Rekomendasi Beasiswa

Maria Juwita - September 19, 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up