Belum Lama Masuk ke Indonesia, Kenali YouTube Stories dan Cara Menggunakannya!
Ditulis oleh : Humaira Aliya
Tahukah kamu jika YouTube juga punya fitur Stories? Kalau kamu sering membuka YouTube melalui browser, mungkin fitur Stories ini adalah hal yang asing bagimu.
Pasalnya, Stories hanya bisa dilihat melalui aplikasi di perangkat yang kompatibel saja.
Sama seperti Instagram, Snapchat, Facebook, dan media sosial lainnya, YouTube rupanya tak ingin kalah dengan mengeluarkan fitur serupa.
Penasaran dengan fitur ini dan cara menggunakannya? Yuk, simak lebih lanjut!
Apa Itu YouTube Stories?
Mengutip Social Media Examiner, fitur ini sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 2018. Tadinya, nama dari fitur Storis ini adalah YouTube Reels.
Akan tetapi, fitur ini baru masuk dan mulai digunakan di Indonesia pada pertengahan tahun 2019.
Konsep dan formatnya sebenarnya kurang lebih sama dengan Snapchat dan Instagram Story.
Pemilik akun (dengan minimum 10.000 subscriber) dan aplikasi YouTube bisa meng-upload story yang akan bertahan sampai tujuh hari lamanya.
Orang bisa melihat Stories langsung dari homepage aplikasi, bagian paling atas di kategori “Subscriptions”, atau di tab terpisah yang ada di profil creator.
Fitur ini bisa jadi salah satu strategi digital marketing yang cukup menarik, karena durasi Stories yang cukup lama.
Engagement-nya juga cukup bagus, karena orang yang melihat story-mu bisa memberi komentar dan berbalas-balasan dengan orang lain di kolom tersebut.
Baca Juga: 9 Strategi Gunakan Instagram Story untuk Marketing, Kamu Pilih yang Mana?
Perihal algoritma, menurut TechCrunch, user bisa memilih ingin menonton Stories yang di-upload oleh creator lain atau tidak.
Pihak YouTube juga menjelaskan bahwa setelah menonton dan menunjukkan ketertarikan dengan Stories, fitur ini adalah hal yang kamu akan lebih sering lihat.
Misalnya, tadinya hanya ada di tab “Subscriptions”, keesokan harinya bisa saja YouTube menyuguhkannya langsung di homepage.
Menarik, bukan?
Istilahnya kurang lebih sama seperti postingan di Feed Instagram yang memungkinkan orang untuk memasukkan komentar, atau memberi reaksi terhadap komentar orang lain.
Bedanya, YouTube Stories ini hanya bertahan selama tujuh hari saja.
Cara Menggunakannya
Lalu, bagaimana cara membuat YouTube Stories? Apakah ada tips dan triknya?
Tentu saja, Glints sudah menyiapkan penjelasan lengkapnya untukmu.
Mengikuti arahan dari Google Support, berikut adalah cara menggunakan fitur Stories dari YouTube.
Baca Juga: Menyapa Twitter Fleets, Fitur Media Sosial Baru yang Mirip Instagram Stories
1. Membuat story
Untuk membuat story di YouTube Stories, ingat bahwa langkah ini adalah hal yang bisa dilakukan di aplikasi mobile, ya.
Klik tombol kamera dengan tanda (+) di dalamnya, lalu klik “Story”.
Kamu bisa langsung mengambil gambar atau video dari aplikasi, bisa juga menggunakan stok yang sudah ada di galeri HP-mu.
Kalau mau, kamu juga bisa menambahkan filter atau tulisan.
Tidak bertemu dengan tombol Story? Tandanya, gadget yang digunakan tidak kompatibel dengan fitur ini.
2. Menambah atribut dalam story
Untuk membuat foto atau video di Stories-mu lebih menarik, kamu bisa menambahkan atribut seperti link ke video atau stiker, lho.
Ingin mention content creator lain yang ada di YouTube Stories? Bisa juga!
Caranya mudah, kamu tinggal ke bagian kanan atas Stories, lalu klik “Stickers”. Untuk mention juga sama, klik “Mention sticker” (@) dan pilih creator mana yang ingin kamu tag profilnya.
Baca Juga: Cara Mudah Membuat Hashtag di Judul dan Deskripsi Video YouTube
3. Menambah komentar
Terakhir, kamu juga bisa menambah komentar ketika sedang me-reply story di YouTube.
Kalau Instagram Story, komentar yang diberikan hanya akan masuk ke direct message si pengguna saja.
Bedanya, YouTube Stories adalah semua komentar yang diberikan bisa dilihat dan digunakan sebagai sarana interaksi antara satu creator dengan yang lainnya.
Fitur ini sangat menarik dan bermanfaat, terutama jika ingin meningkatkan engagement.
Nah, itu dia penjelasan lengkap seputar YouTube Stories mulai dari pengertian, kegunaan, sampai cara menggunakannya.
Tertarik menggunakannya sebagai platform pemasaran di media sosial? Tentunya sangat bisa, dong.
Kalau ingin mendapatkan informasi terbaru seputar dunia marketing mulai dari tips sampai strateginya, kamu bisa coba berlangganan newsletter blog dari Glints, lho.
Hanya perlu mendaftarkan email saja, tips dan informasi terpercaya akan dikirimkan langsung ke kotak masukmu.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftarkan emailmu sekarang juga!
