Angin Duduk: Arti, Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi & Mencegah
Ditulis oleh : Idzni Meutia
Nyeri pada dada bisa berkaitan dengan ragam penyakit, salah satunya adalah angin duduk.
Rasa nyeri dari angin duduk atau angina pectoris terjadi akibat kurangnya pasokan oksigen ke otot jantung.
Kondisi ini biasanya muncul saat melakukan aktivitas fisik atau dalam kondisi stres atau emosional.
Padatnya rutinitas sehari-hari menyebabkan minimnya aktivitas fisik dan sering menimbulkan tekanan.
Meski terdengar sederhana, tapi risiko dari angina pectoris akut bisa berujung pada penyakit jantung serius.
Meskipun gejalanya dapat mereda dengan istirahat yang cukup, ketahui tanda-tanda dan risiko angin duduk di bawah ini!
Isi Artikel
Pengertian Angin Duduk
Angin duduk adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman yang terus berulang karena jantung tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen.
Dikutip dari Radiology Info, angina pectoris bukanlah serangan jantung, namun dapat menjadi salah satu gejalanya.
Hal ini terjadi ketika arteri yang membawa darah ke jantung menyempit dan tersumbat karena aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.
Hal ini juga dapat terjadi karena:
- plak yang tidak stabil
- aliran darah yang buruk melalui katup jantung dan menyempit
- penurunan fungsi pemompaan otot jantung
- kejang arteri koroner
Tipe-Tipe Angin Duduk
Terdapat empat tipe angina pectoris menurut British Heart Foundation.
1. Angina stabil
Terjadi saat jantung bekerja lebih keras, seperti saat berjalan menanjak. Bisa hilang dengan istirahat.
2. Angina tidak stabil
Lebih parah dan berlangsung lebih lama daripada angina stabil, dapat terjadi bahkan saat beristirahat.
3. Angina vasospastic
Kondisi di mana arteri koroner mengalami kejang, menyempit, dan membatasi aliran darah ke jantung.
4. Angina mikrovaskular
Biasanya terjadi saat berolahraga atau stres, disebabkan oleh kejang pada arteri koroner terkecil yang membatasi aliran darah.
Gejala Angin Duduk
- rasa terbakar atau nyeri di dada, biasanya dimulai di belakang tulang dada
- rasa tidak nyaman pada rahang, leher, lengan, perut bagian atas, bahu atau punggung
- sesak nafas
- kelelahan
- berkeringat
- kram
- mual
- pusing
Penyebab Angin Duduk
Meskipun jantung berisi darah, otot-otot jantung tetap membutuhkan pasokan darah.
Pasokan darah ini disalurkan melalui arteri koroner yang terletak di luar jantung.
Nah, angina pectoris terjadi ketika aliran darah ke otot-otot jantung tidak mencukupi.
Hal ini biasa terjadi saat jantung membutuhkan suplai darah yang lebih tinggi dari biasanya, contohnya saat berolahraga.
Dikutip dari Gleneagles Hospital, berikut faktor lain yang dapat meningkatkan risiko angin duduk:
1. Diabetes
Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada dinding arteri dan mengganggu fungsi normal sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).
Hal ini meningkatkan kemungkinan terbentuknya plak aterosklerosis dalam arteri, yang dapat menghambat aliran darah ke jantung.
Akibatnya, risiko mengalami penyakit angin duduk menjadi lebih tinggi pada individu dengan diabetes.
2. Riwayat penyakit jantung dari keluarga
Risiko terkena angina menjadi lebih tinggi jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat penyakit jantung.
3. Kadar kolesterol tinggi
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di dalam arteri. Plak tersebut dapat menghalangi aliran darah ke jantung.
Akibatnya, ketika aktivitas fisik atau stres meningkat, jantung tidak menerima cukup oksigen yang dibutuhkan, dan berujung pada angina pectoris.
4. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi juga meningkatkan beban kerja jantung.
Jantung harus memompa lebih keras untuk mengatasi resistensi yang ditimbulkan oleh tekanan darah tinggi.
Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen oleh jantung.
Jika pasokan oksigen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dapat timbul nyeri dada.
5. Kurangnya aktivitas fisik
Gaya hidup yang kurang aktif dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan obesitas, yang semuanya berkontribusi terhadap risiko angina.
6. Usia yang lebih tua
Usia yang lebih tua berhubungan dengan obesitas, tingginya kadar kolesterol darah, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Kelebihan berat badan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memasok darah ke seluruh tubuh.
7. Stres
Ketika seseorang mengalami stres, terjadi pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Hormon-hormon ini dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan mengarah pada penyempitan pembuluh darah.
Hal ini dapat mengurangi aliran darah yang mencukupi ke jantung dan memicu terjadinya angina.
8. Merokok
Merokok dan terkena paparan asap rokok (perokok pasif) dalam jangka panjang dapat merusak dinding arteri.
Sehingga memungkinkan penumpukan kolesterol dan penghambatan aliran darah.
Obat Angin Duduk
Dokter mungkin akan meresepkan obat yang disebut nitrat untuk melemaskan pembuluh darah.
Nirat membantu mengalirkan lebih banyak darah ke jantung.
Kamu mungkin juga memerlukan obat jantung lainnya, seperti:
- aspirin
- obat penurun kolesterol seperti statin
- beta-blocker
- beberapa penderita memerlukan pembedahan, seperti angioplasti atau operasi bypass arteri koroner
Mengutip dari Health Direct, pada kondisi yang lebih parah dokter akan menyarankan untuk mengikuti program rehabilitasi jantung.
Ini akan membantu mengelola angina pectoris dan mengurangi risiko masalah jantung lebih lanjut.
Cara Mengatasi Angin Duduk
Ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan segera setelah merasakan gejala angina pectoris.
Langkah-langkah tersebut adalah:
- Berhentilah beraktivitas dan segera beristirahat.
- Jika istirahat tidak meredakan gejala, minum satu dosis obat yang disarankan seperti aspirin.
- Duduk atau berbaringlah sebelum minum obat, sebab dapat memberikan efek pusing. Gunakan dosis sesuai resep.
- Jika gejala bertambah parah setelah 5 menit, komunikasikan keadaanmu dengan kerabat atau orang terdekat, atau segera konsultasi dokter.
Pencegahan Angin Duduk
Dikutip dari My Cleveland Clinic, kamu dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk mencegah angina pectoris.
- Kurangi bahkan setop merokok dan semua produk tembakau.
- Beralih ke pola makan yang lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein rendah lemak, seperti kacang-kacangan serta ikan.
- Temukan cara baru untuk mengelola stres. Cobalah meditasi, yoga, atau berbicara dengan konselor atau teman. Menulis jurnal adalah cara lain untuk memproses emosi dan kekhawatiran.
- Lebih banyak bergerak. Cobalah berolahraga setidaknya 150 menit (2,5 jam) setiap minggu. Jalan-jalan atau lakukan aktivitas lain yang disukai.
- Apabila kamu memiliki riwayat penyakit jantung, konsumsi obat yang diresepkan secara teratur. Banyak dari obat-obatan ini telah terbukti mengurangi atau menghilangkan gejala angina pectoris.
Itu adalah serba-serbi angin duduk atau angina pectoris, dari gejala hingga langkah pencegahannya.
Jika langkah pencegahan sudah kamu lakukan dan obat telah dikonsumsi, tapi angin duduk tak kunjung sembuh, segera ke rumah sakit, ya.
Tak hanya informasi seputar angin duduk, kamu juga bisa mendapatkan ragam tips praktis untuk mengobati berbagai penyakit, seperti flu hingga sakit gigi.
Menarik bukan? Yuk, akses kumpulan artikelnya secara gratis dengan klik di sini!
