Keramas Setiap Hari: Apakah Baik untuk Kesehatan Rambut?

Tayang 12 Jun 2023 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : Vivianisa

Keramas setiap hari biasa dilakukan oleh seseorang yang sering beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Rambut yang lepek, kering dan berminyak membuat kita jadi kurang nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. 

Keramas adalah salah satu cara paling sederhana untuk membersihkan serta merawat kesehatan rambut serta kulit kepala.

Namun, apakah keramas setiap hari baik untuk rambut kita? Ini dia jawabannya.

Apakah Boleh Keramas Setiap Hari?

Keramas merupakan sebuah aktivitas mencuci rambut dan kulit kepala menggunakan sampo atau produk pembersih lainnya. 

Sampo biasanya mengandung bahan surfaktan sebagai bahan pembersih utama, menurut Indian Journal of Dermatology.

Bahan surfaktan memiliki sifat lipofilik dan hidrofilik. 

Saat kamu keramas, sifat lipofilik pada sampo membantu mengikat sebum dan kotoran berminyak pada rambut. 

Sifat hidrofilik akan mengikat air sehingga rambut dan kulit kepala menjadi bersih kembali. 

Medical News Today menyebutkan bahwa semua orang memerlukan frekuensi keramas yang tidak bisa disamaratakan.

Jika kamu memiliki tipe rambut yang mudah berminyak, biasanya lebih sering keramas dibandingkan dengan rambut tipe kering.

Sebelum mengetahui berapa sering kamu harus keramas setiap harinya, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Baca Juga: Berambut Gondrong di Tempat Kerja: Boleh atau Tidak, Ya?

Faktor yang Menentukan Frekuensi Keramas

Dilansir dari Health Essentials, penting yang menentukan frekuensi keramas adalah:

1. Usia

Keaktifan kelenjar minyak pada kulit kepala dipengaruhi oleh usia kita.

Menurut Dr. Khetarpal dalam artikel Health Eessentials menyatakan anak muda memiliki kelenjar minyak yang lebih aktif. 

Hal ini disebabkan oleh kadar hormon androgen yang lebih tinggi. 

Baca Juga :  Tips Anti Malas di Tahun 2019

Di sisi lain, fenomena menopause pada wanita mengakibatkan penurunan kadar hormon androgen menyebabkan berkurangnya produksi minyak. 

Seiring berjalannya waktu, keaktifan kelenjar minyak pada pria juga cenderung menurun.

2. Latar belakang etnis

Ternyata latar belakang etnis memiliki keterkaitan dengan frekuensi keramas. 

Contohnya adalah etnis Afrika-Amerika memiliki jenis rambut yang cenderung kering. 

Pada tipe rambut ini, terlalu sering keramas dapat menyebabkan rambut menjadi kering dan rapuh hingga menyebabkan kerusakan. 

3. Panjang rambut

Kelenjar sebaceous atau bisa disebut juga kelenjar minyak terletak hanya di kulit kepala

Untuk melembabkan rambut, minyak atau sebum perlu melapisi seluruh bagian dari akar hingga ujung rambut.

Biasanya bagian ujung rambut cenderung lebih kering dibanding kulit kepala, terutama pada rambut panjang.

Hal ini disebabkan karena kemampuan sebum yang sulit untuk menjangkau rambut secara menyeluruh.

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Rambut Kering agar Lebih Rapi saat Bekerja

4. Tipe rambut

Tipe rambut yang kamu miliki juga merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan. 

Rambut lurus atau tipis mudah dilapisi oleh sebum sehingga lebih cepat berminyak dibandingkan rambut yang tebal, bergelombang atau keriting.

Maka dari itu, berbeda tipe rambut memiliki metode perawatan yang berbeda juga. 

Bagi rambut tebal, keriting serta bergelombang disarankan untuk tidak terlalu sering keramas. 

5. Aktivitas sehari-hari

Setelah berolahraga atau beraktivitas yang menghasilkan banyak keringat keinginan untuk keramas meningkat. 

Rambut yang kotor dan lepek memberikan perasaan kurang nyaman saat beraktivitas. 

Jika kita berolahraga setiap hari, apakah tandanya harus keramas setiap hari juga?

Menurut Dr. Khetarpal, kamu tetap dapat mengikuti rutinitas jadwal keramas seperti biasa terlepas dari tingkat aktivitasnya. 

Baca Juga :  5 Cara Komunikasi yang Efektif di Dunia Kerja untuk Mendukung Karier

Dampak dari Keramas Setiap hari

Keramas yang terlalu sering dapat menghilangkan sebum yang dihasilkan oleh kulit kepala padahal sebum penting untuk kesehatan rambut

Tanda-tanda dari rambut yang terlalu sering keramas menurut Healthline adalah :

  1. Rambut kering dan rapuh
  2. Kerusakan rambut
  3. Kulit kepala kering, teriritasi atau gatal

Kulit kepala yang kering dapat menyebabkan peningkatan kerontokan rambut.

Seberapa sering frekuensi keramas tergantung pada kebutuhan dan kondisi rambutmu. Jika kamu mengalami efek samping dari terlalu sering keramas, segera kunjungi dokter.  

Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Ketombe yang Sering Ganggu Aktivitas Kerja

Demikian informasi yang Glints hadirkan untuk menjawab seberapa sering kita harus keramas.

Jaga kesehatan rambutmu dengan perawatan yang tepat.

Salah satunya caranya dengan memperkaya diri dengan informasi serta tips seputar kesehatan rambut.

Dapatkan informasi seputar kesehatan rambut hingga perawatannya di Glints Blog! Beragam artikelnya akan beri kamu info merawat rambut agar tampil maksimal di kantor.

Klik di sini untuk temukan berbagai artikel bermanfaat lainnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon