×

5 Kebiasaan Kerja yang Bisa Diaplikasikan Agar Lebih Produktif

March 18, 2019 | No Comments

Setiap hari membanting tulang dari pagi hingga sore, bahkan terkadang memakan waktu lebih dari yang seharusnya alias lembur.

Belum lagi menghabiskan waktu di perjalanan menuju kantor dan pulang dari kantor, bergelut dengan para pejuang lainnya di jalanan entah berdesakan di kereta, di bis, bergelut dengan kemacetan dan polusi, serta bising suara keluhan, obrolan, klakson, knalpot, dan segala rupa kegaduhan lain.

Kalau sudah terjebak dalam pola melelahkan dan pemicu stres seperti itu, bagaimana caranya agar kamu bisa dapat lebih produktif lagi dari biasanya?

Tentu kamu tidak bisa mengubah lingkungan sekitar. Kamu harus memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu.

Baca Juga: Tips Agar Kamu Bisa Produktif Lagi Setelah Istirahat Bekerja

Di sela segala hiruk pikuk tersebut, sebagai pekerja kamu tetap diharapkan untuk bisa selalu produktif, menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, turut berkontribusi demi perkembangan perusahaan, belum lagi harus mengembangkan potensi dan kemampuan diri sendiri dalam bekerja.

Untuk dapat mencapainya, kamu harus menerapkan kebiasaan kerja yang tepat agar bisa tetap bekerja dengan produktif dan berkualitas.

Produktif sendiri adalah bagaimana kamu tetap bisa bekerja dengan baik dan menghasilkan kerja yang berkualitas dengan tetap mengatur tenaga dan kondisi tubuhmu untuk bekerja pada waktunya.

Yuk, simak 5 kebiasaan kerja yang harus kamu coba ini agar kamu bisa lebih produktif.

Baca Juga: 6 Kegiatan Di Hari Minggu Agar Produktif di Minggu Selanjutnya

Jangan Bekerja Berlebihan

Kebiasaan kerja pertama yang sebaiknya mulai kamu terapkan adalah mulai mengalokasikan waktumu dengan tepat, agar kamu tidak bekerja secara berlebihan. Coba ingat pepatah “Work smarter, not harder”.

Jika kamu terus menerus bekerja keras tanpa menghasilkan kerja yang baik dan mengatur waktu kerjamu dengan benar, itu namanya buang-buang waktu. Produktif memang bisa terjadi karena kerja keras, tapi kerja keras belum tentu menghasilkan produktivitas.

Lebih baik kamu membagi waktu kerja dan istirahat dengan baik ketimbang terus-terusan bekerja hingga larut malam dan tidak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas.

Sebagian besar pekerja merasa dirinya tidak produktif karena kurangnya waktu tidur yang mereka miliki. Boleh ambisius asal segalanya masih bisa kamu tangani, atau nantinya segala ambisimu malah menjadi senjata makan tuan.

Bekerja terlalu berlebihan akan menyebabkan stres, dan malah membuatmu tidak produktif dan merasa resah.  

Jika masih sulit untuk mengurangi beban kerjamu setiap hari, tulis apa saja hal-hal utama yang harus kamu lakukan dan selesaikan di hari ini, kemudian kerjakan hal di luar itu di lain hari.

Baca Juga: Tips Produktif Saat Mulai Kerja di Kantor Baru

Minta Bantuan Rekan Kerja Lain

Kebiasaan kerja kedua yang perlu kamu terapkan adalah tidak perlu takut untuk meminta bantuan dari rekan kerjamu yang lain. Buat apa kamu bekerja di kantor bersama rekan kerja lainnya jika pada akhirnya hanya sibuk bekerja masing-masing?

Jangan bebani dirimu dengan pekerjaan yang sebenarnya bukan bagian dari tugas kerjamu.

Bekerja keras dan mandiri terkadang memang bagus dan luar biasa, tapi kamu harus memahami batasan kemampuan dirimu sendiri.

Kamu harus bisa menyadari kapan harus mencari bantuan ketika kamu membutuhkannya, karena terkadang tidak mungkin kamu melakukan semua pekerjaan seorang diri.

Akan sangat lebih baik jika kamu membagi tugas kepada seseorang, atau sebuah tim, sehingga kamu bisa fokus pada pekerjaan lain yang menjadi prioritas dalam lingkup tugas kerjamu.

Baca Juga: Usia Produktif dan Pengaruhnya Pada Perekonomian

Hindari Melakukan Banyak Pekerjaan dalam Satu Waktu

Kebiasaan kerja ketiga ini memang agak tricky, tapi kami bisa coba untuk mulai menyelesaikan satu pekerjaan dalam satu waktu saja. Walaupun kemampuan multitasking terkadang memang diperlukan dan menjadi nilai positif tersendiri.

Kemampuan ini sendiri tidak akan membuat pekerjaanmu jadi lebih cepat selesai, terkadang malahan akan membuatmu pusing dan kelabakan karena mengerjakan semua hal dalam satu waktu, membuatmu menjadi semakin tidak produktif.

Kalau sudah keteteran seperti itu, yang ada stres menyerang dan kamu malah semakin terbebani dengan memikirkan pekerjaan yang menumpuk dan tak selesai-selesai.

Sekalipun sudah kamu kerjakan dalam waktu yang bersamaan. Fokuskan dirimu pada satu pekerjaan terlebih dahulu, bahkan kalau bisa yang sudah sesuai jadwalnya saja dalam satu hari.

Tahan dirimu untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Jika satu pekerjaan sudah selesai, baru mulai mengerjakan yang lainnya.

Baca Juga: Tips Membuat Perencanaan Mingguan Agar Produktif di Kantor!

Atur Jadwal untuk Cek E-mail

Di dunia kerja begini, memang e-mail sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, karena semua percakapan, relasi, proyek, dan hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan terjalin via e-mail.

Walaupun demikian, bukan berarti kamu harus terus menerus membuka e-mailmu.

Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membaca dan membalas e-mail akan sangat membuang-buang waktu dan tenaga, kebiasaan kerja yang satu ini tentu harus mulai kamu kurang-kurangi ya.

Coba untuk atur jadwal untuk membuka e-mail, misalnya di pagi hari, di tengah hari, dan sore hari, atau setidaknya setiap target satu pekerjaanmu selesai.

Jangan sampai e-mail menyita konsentrasimu dari prioritas lain yang harus kamu kerjakan.

Tidak semua e-mail juga harus dibalas, utamakan e-mail yang penting saja, setelahnya kembali lagi lah menyelesaikan pekerjaan utamamu.

Baca Juga: Meeting Tidak Produktif? Simak 10 Tips Memaksimalkan Meetingmu

Jauhkan Distraksi

Siapa yang disini kalau suntuk di kantor langsung cek notifikasi di handphone? Ini salah satu kebiasaan kerja yang juga sangat mendistraksi. Masalahnya terkadang, kamu sebenarnya sedang tidak suntuk tapi hanya punya keinginan untuk cek notifikasi saja (yang padahal belum tentu ada notifikasi juga)

Dengan kebiasaan kerja yang seperti ini fokusmu lebih mudah buyar, dan harus memulai kembali untuk dapat berkonsentrasi pada pekerjaan.

Jauhkan handphone-mu sejenak saat kamu sedang bekerja, kalau bisa dimatikan. Jika kamu sulit melakukannya, setidaknya aktifkan mode hening dan hadapkan posisi layar handphone-mu ke bawah, sehingga kamu tidak perlu sedikit-sedikit melihat layar handphone tiap notifikasi muncul.

Penting untukmu bisa menyadari batas kemampuan kerja dalam dirimu sendiri. Berhenti dan menjauh sejenak dari pekerjaanmu pun penting dilakukan, karena terkadang ketika kamu rehat sejenak dan melupakan beban pekerjaan itulah solusi dari pekerjaanmu akan kamu temukan.

Penting juga untuk kamu sadari bahwa bekerja berlarut-larut malam tidak akan membuatmu lebih produktif, yang ada kamu kelelahan keesokan harinya dan tidak bisa fokus bekerja di pagi hingga sore hari.

Kelima hal ini memang tidak mungkin langsung kamu terapkan dalam sehari, kamu akan membutuhkan usaha dan keterbiasaan.

Tapi kamu harus benar-benar memulai, karena perubahan tidak akan terjadi jika kamu hanya diam saja di depan layar komputermu bekerja terus menerus, melakukan hal yang sama setiap hari tanpa kesadaran diri untuk beristirahat.

Pahami tubuhmu, dan kamu akan dapat menggunakan tenaga dan waktu dengan lebih efektif dan maksimal.

Kamu sudah mencoba menerapkan kelima hal ini secara disiplin tapi selalu terganggu oleh para atasan yang selalu memberikan pekerjaan di luar jam kerja?

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Stres di Kantor dan lebih Produktif Bekerja

Tandanya atasanmu tidak menghargai batasan-batasan kerja karyawannya, lebih baik kamu cari lowongan kerja yang lain di Glints, klik di sini! 

Scroll Up