10 Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja Reporter yang Wajib Diketahui

Diperbarui 01 Apr 2024 - Dibaca 15 mnt

Isi Artikel

    Menghadapi wawancara kerja sebagai reporter? Kamu harus cari tahu apa saja pertanyaan wawancara kerja profesi reporter di artikel ini!

    Tahapan interview atau wawancara memang menjadi salah satu tahapan yang perlu dipersiapkan dengan baik.

    Apalagi jika sangat tertarik untuk menjadi seorang reporter, tentu kamu harus memberikan yang terbaik pada proses ini.

    Apa saja yang biasa ditanyakan selama wawancara kerja untuk posisi reporter?

    Yuk, simak poin-poinnya di bawah ini!

    Baca Juga: 15 Profesi di Industri Kreatif Ini Menarik dan Menjanjikan, lho!

    1. Apa yang membuatmu tertarik dengan profesi reporter?

    Jenis pertanyaan seperti ini bertujuan agar pewawancara tahu apakah kamu benar-benar tertarik dengan profesi reporter atau tidak.

    Mereka ingin tahu apakah kamu memiliki antusiasme yang besar dengan profesi ini atau hanya asal mencoba saja.

    Saat ini, untuk menjadi seorang reporter memang tidak selalu mengharuskan lulusan jurnalistik atau ilmu komunikasi saja.

    Cukup banyak media yang mengizinkan lulusan dari berbagai bidang untuk melamar, asalkan memiliki keterampilan yang baik di bidang menulis dan menyampaikan berita.

    Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa menceritakan alasanmu tertarik menjadi seorang reporter, seperti:

    Reporter adalah cita-cita saya sejak kecil. Waktu itu, saya pernah melihat ada satu jurnalis yang melakukan live report dengan baik meskipun ada di lokasi & situasi yang cukup berbahaya. Mereka juga sangat pintar dan pandai berbicara. Sejak saat itu saya sangat ingin menjadi seperti mereka.

    Becoming a reporter has been my dream since I was a kid. One day I’ve witnessed a journalist who tried their best to present a live report in a quite dangerous place & situation. They are also smart and very articulate. That was why I’ve wanted to become one since then.

    Jadi, selain menceritakan alasanmu, kamu juga bisa membahas pemahamanmu tentang kelebihan dan tanggung jawab dari profesi jurnalistik yang satu ini.

    Jadi kamu bisa memberikan alasan yang memang masuk akal dan pewawancara akan tahu jika kamu memang benar-benar tertarik dengan profesi ini.

    2. Bagaimana caramu agar selalu update dengan perkembangan berita terbaru?

    Dilansir dari Live Career, pertanyaan seperti ini juga akan sering ditanyakan dalam wawancara kerja reporter.

    Menjalani profesi sebagai seorang reporter tentunya kamu akan dituntut untuk selalu mengikuti berita terbaru.

    Oleh karena itu, kamu juga harus mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan ini.

    Ceritakan dari mana saja kamu mengetahui berita atau kabar terbaru tersebut apakah dari media sosial, membaca berita online, atau TV.

    Namun, saat ini kabar paling cepat didapatkan lewat media sosial.

    Jadi, jika kamu bukan seseorang yang rutin membuka kanal berita, setidaknya jadilah orang yang aktif mencari tren dan informasi di media sosial.

    Apalagi jika posisi yang kamu lamar adalah reporter lifestyle atau hiburan. Maka, hal-hal yang viral dan dibicarakan di media sosial sangat perlu untuk diketahui.

    Selain itu, biasanya kamu juga akan ditanya mengenai apa saja sumber berita yang kredibel menurutmu. Berikut contoh jawabannya:

    Saya yakin bahwa saat ini, media sosial adalah salah satu sumber utama berita dan tren terbaru, jadi saya suka memerhatikan media sosial. Namun, terkadang tidak semua update di sana bernilai berita. Jadi, saya juga suka mengikuti berita terbaru dari beberapa sumber kredibel favorit saya, yaitu media A, B, dan C.

    I believe that nowadays, social media is one of the main sources of news and trends, so I always keep my eyes on it. However, not all of the updates are news-worthy. That’s why I also try to keep up with my favorite credible news sources, such as A, B, and C by following their social meda and websites.

    3. Topik apa yang paling menarik untukmu?

    Menurut Betterteam, seorang reporter khususnya untuk media cetak dan online harus ahli dalam melakukan riset dan menulis artikel dengan berbagai topik.

    Mulai dari topik politik, ekonomi, hiburan, atau lifestyle harus bisa kamu kuasai jika melamar di sebuah kantor berita yang besar.

    Pasalnya, kamu bisa mendapatkan tugas yang berbeda karena adanya rotasi tugas.

    Jadi, jika sebelumnya kamu diberikan tugas untuk menulis topik ekonomi, bisa diganti untuk menulis tentang lifestyle.

    Oleh karena itu, saat mendapatkan pertanyaan seperti ini kamu bisa menjawabnya dengan jujur mengenai kemampuan menulismu.

    Contoh jawaban:

    Topik tentang politik adalah favorit saya. Saya sudah tertarik dengan politik nasional dan internasional sejak kuliah. Di pekerjaan sebelumnya, berita tentang politik yang saya tulis berhasil mendapatkan traffic tertinggi selama 1 bulan. Meskipun begitu, saya yakin seorang jurnalis harus punya kemampuan menulis yang fleksibel. Itulah mengapa saya juga sangat bersedia untuk eksplor lebih banyak topik seperti lifestyle, travel, teknologi, dan lain-lain.

    Politics related news is what intrigues me the most. I’ve been always interested in national and international politics since I was in college. During my previous job, my news articles about politics gained the highest traffic on the website for 1 months. However, I believe as a journalist, I need to have the ability to be flexible with my writing. Therefore, I am willing to explore and learn diverse range of topics such as lifestyle, travel, technology, etc.

    Jangan lupa sebutkan juga jika kamu mau belajar untuk menulis topik yang lainnya. 

    Dengan mampu menulis segala topik pasti kamu bisa menjadi reporter yang baik dan terus berkarier hingga ke puncak sebagai editor in chief.

    Baca Juga: 6 Pertanyaan Interview Content Writer yang Harus Kamu Ketahui

    4. Apakah kamu berani bertanya hal yang kurang nyaman kepada narasumber?

    Seperti yang disebutkan oleh Indeed, reporter biasanya juga akan mendapatkan pertanyaan seperti apakah berani bertanya hal yang kurang nyaman kepada narasumber.

    Tujuan dari melakukan interview dengan narasumber tentunya untuk mendapatkan informasi sejelas-jelasnya.

    Reporter dituntut untuk selalu objektif dan berani bertanya secara terperinci mengenai topik yang sedang dibahas.

    Bahkan ada saatnya reporter harus bertanya mengenai hal yang bisa membuat narasumber merasa kurang nyaman.

    Jika pertanyaan untuk narasumber masih sopan dan tidak melanggar kode etik, tentunya pertanyaan tersebut boleh saja ditanyakan.

    Namun, jika pertanyaan terlalu menyudutkan narasumber, hal itu bukanlah poin yang baik untuk dilakukan.

    Jadi dalam menjawab pertanyaan ini kamu perlu berhati-hati karena dibutuhkan jawaban yang bijaksana. Contohnya seperti:

    Untuk mendapatkan jawaban yang saya butuhkan, terkadang pertanyaan yang kurang nyaman tidak bisa saya hindari. Selama pertanyaan tersebut tidak melanggar kode etik, saya percaya pertanyaan tersebut harus tetap diberikan. Sebagai jurnalis, saya yakin hal ini perlu dilakukan demi membuat berita yang faktual, objektif, dan jelas.

    To get the answers I need, sometimes uncomfortable questions are inevitable. As long as it does not violates the ethic codes, I believe the questions should be raised. We have to do that in order to produce factual, objective, and clear news for the public.

    5. Bagaimana caramu menghadapi deadline yang ketat?

    wawancara kerja reporter

    © Freepik.com

    Bagi seorang reporter pasti akan dihadapkan dengan deadline yang ketat. Tidak sedikit reporter yang mudah merasa stres karena deadline.

    Pertanyaan ini pasti akan kamu dapatkan saat melakukan wawancara kerja untuk reporter. Maka, kamu harus mempersiapkan jawabannya dengan baik.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri saat menghadapi deadline yang ketat.

    Dilansir dari blog Singular, kamu perlu menenangkan diri saat menghadapi tekanan seperti mengambil napas dalam-dalam dan mulai memprioritaskan pekerjaan.

    Menghadapi deadline yang ketat memang bisa membuat kita kewalahan dan bahkan merasa stres saat bekerja.

    Namun, saat mendapatkan pertanyaan seperti ini saat wawancara sebaiknya kamu ceritakan apa saja hal yang akan kamu lakukan untuk mengatasi stres akibat deadline. Contohnya:

    Pertama-tama, saya selalu berusaha untuk lebih tenang dan menjernihkan pikiran supaya tidak stres. Kedua, saya akan mengatur kembali prioritas supaya bisa mengesampingkan tugas-tugas yang masih bisa ditunda. Selain itu, saya juga menjauhkan semua distraksi supaya bisa memaksimalkan waktu menyelesaikan tugas.

    First of all, I would try to direct my focus to help me reduce my stress and clear my mind. Secondly, I would reprioritize my task so I knew which task I should finish first. Besides that, I usually put away any distractions so that I could maximize the time I had to finish all the tasks.

    6. Apakah kamu bersedia menulis berita yang berpotensi merusak reputasi pihak tertentu?

    Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan sederhana, karena rekruter berusaha menilai kompas moral yang kamu miliki.

    Tidak ada jawaban yang salah untuk pertanyaan ini, selama kamu punya alasan logis dan masuk akal.

    Apabila pernah mengalami hal ini di pekerjaan sebelumnya, kamu bisa ceritakan pengalaman tersebut dan bagaimana cara menghadapinya.

    Berikut contoh jawabannya.

    Di pekerjaan sebelumnya, saya pernah menginvestigasi satu kabar tentang seorang tokoh masyarakat daerah. Masyarakat setempat tentu mengaguminya karena ia telah melakukan banyak hal baik untuk mereka. Setelah menyelesaikan investigasi, saya yakin masyarakat berhak untuk mengetahui apa yang terjadi. Akhirnya, berita tersebut menghasilkan investigasi lanjutan dan ia terbukti bersalah.

    At my previous job, I had to investigate the story about this one local public figure. The local people absolutely adored him because he also had done a lot of good things for them. After completing the investigation, I believed that the local people deserved to know what they were doing. The article I wrote finally led to further investigation and he was proven guilty.

    7. Kualitas reporter seperti apa yang menurutmu penting?

    Pertanyaan wawancara kerja reporter selanjutnya adalah mengenai kualitas seorang reporter.

    Pewawancara ingin mengetahui capaian kerja atau karakteristik apa yang menjadi patokanmu.

    Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa sebutkan semua kualitas penting seorang reporter yang kamu ketahui.

    Mulai dari skill, pengetahuan, hingga sikapnya.

    Namun, hanya sebutkan kualitas yang relevan dengan posisi reporter, ya. Berikut contoh jawabannya:

    Reporter yang baik harus mampu mengikuti kode etik jurnalisme dan memiliki kemampuan berpikir kritis. Selain itu, mereka juga harus memiliki kemampuan melakukan investigasi dan menulisnya menjadi sebuah tulisan yang bernilai berita dan layak disajikan kepada publik.

    A good reporter should be able to strongly follow journalism ethic and be critical to ask meaningful questions. Besides that, they also have to be skilled in investigating a story and able to write news worthy and presentable stories to the public.

    8. Apa tantangan terbesar yang pernah kamu hadapi di pekerjaan sebelumnya?

    Sebagai reporter, kamu pasti akan menghadapi berbagai situasi berbeda dan tantangan yang cukup berat setiap harinya.

    Nah, pewawancara ingin mengetahui sejauh mana kemampuanmu dalam mengatasi tantangan tersebut.

    Kamu perlu menjelaskan mengapa kejadian tersebut termasuk ke dalam tantangan terbesarmu.

    Setelah itu, kamu bisa jelaskan langkah-langkah apa yang kamu ambil untuk melewati hambatan yang kamu pernah hadapi.

    Berikut contoh jawabannya.

    Tantangan terbesar selama pengalaman kerja sebelumnya adalah ketika melakukan live report di lokasi bencana alam. Kami mengalami banyak sekali kendala teknis dan beberapa kali koneksi dengan studio pun terputus. Saya berusaha tetap tenang karena rasa panik hanya akan memperburuk keadaan. Setelah koneksi kembali, saya melanjutkan laporan dengan lancar.

    My major challenges during my previous work was when I had to do a live report with in the location of natural disaster. We had a lot of technical difficulties and we lost the connection to the studio in the middle of it. I tried to stay calm because panicking would not help at all. After getting the connection back, I continued the reporting smoothly.

    9. Deskripsikan keseharianmu sebagai reporter

    Untuk pertanyaan wawancara kerja reporter yang satu ini, kamu bisa langsung menguraikan tugas harianmu sebagai reporter di tempat kerja sebelumnya.

    Tak perlu terlalu detail, yang terpenting kamu bisa menonjolkan tugas utama yang kamu kerjakan.

    Tips untuk menjawabnya adalah kamu harus jujur dan tak perlu melebih-lebihkan, apalagi berbohong mengenai sesuatu yang sebenarnya tak kamu kerjakan.

    Rekruter pasti bisa merasakan bahwa kamu berbohong, apalagi ketika mereka menggali jawabanmu lebih dalam lagi.

    Berikut contoh jawaban yang bisa kamu pelajari.

    Tugas harian saya di antaranya adalah pergi ke lokasi suatu insiden atau kejadian yang harus diliput. Saya menemui para saksi, narasumber, atau ahli dan mewawancarai mereka untuk tahu apa yang terjadi. Setelah itu, saya mengolah hasil wawancara dan juga observasi tersebut menjadi berita. Sebelum diserahkan pada editor, saya pasti memeriksa kembali untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan.

    My daily tasks include coming to the locations where events and incidents happened. I approached and interviewed local people, witnesses, and experts about what was going on. After that, I turned those interviews and observations into news stories. Before handing it to the editor, I proofread my drafts to correct any mistake.

    10. Deskripsikan pengalaman ketika kamu gagal atau melakukan kesalahan sebagai reporter

    Wah, pertanyaan yang satu ini terdengar cukup sulit untuk dijawab, ya. Haruskah kamu menjelek-jelekkan dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu pernah melakukan kesalahan?

    Kamu perlu memahami bahwa rekruter juga tahu bahwa kamu adalah manusia biasa.

    Sangat tidak realistis apabila kamu justru memilih untuk menjawab bahwa kamu tidak pernah gagal dan melakukan kesalahan.

    Jadi, jawab saja dengan jujur.

    Akan tetapi, kamu juga harus menjelaskan apa pengalaman yang kamu petik dari kejadian tersebut dan bagaimana kamu saat ini sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

    Contoh jawaban:

    Ada saat di mana saya tidak bisa fokus dan melewatkan detail kecil. Salah satu berita yang saya buat ternyata memuat informasi yang kurang tepat. Akhirnya, followers di media sosial berbondong-bondong mengkritik. Kami langsung memperbaikinya dan saya menulis permintaan maaf serta klarifikasi. Pengalaman ini mengajarkan saya untuk selalu riset secara mendalam dan memperhatikan apa yang sedang dikerjakan.

    There was a time where I was not able to stay focus and did not pay attention to the details. One of the news article I published contain false information. Our followers were calling us out and we fixed the information right away. I also wrote an apology and clarification for our audiences. This experience taught me to be mindful in everything I do and how research is very crucial.

    Baca Juga: 9 Pertanyaan Interview Copywriter yang Harus Kamu Pelajari

    Itulah beberapa contoh pertanyaan wawancara kerja untuk reporter. Biasanya pewawancara juga akan menanyakan pertanyaan lain yang berhubungan dengan pertanyaan di atas.

    Mau tahu lebih banyak tips interview lainnya? Ada kategori khusus di Glints blog yang membahas banyak hal terkait wawancara kerja, lho.

    Kamu bisa baca artikel tentang jenis-jenis interview, tips menjawab, contoh jawaban, hingga hal-hal yang harus kamu hindari ketika interview.

    Salah satu penyebab mengapa kamu sangat gugup adalah karena kurang persiapan.

    Jadi, ayo pelajari lebih banyak artikel tentang tips interview untuk mempersiapkan diri lebih matang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.3 / 5. Jumlah vote: 14

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait