7 Teknik Brainstorming yang Efektif Sesuai Kebutuhan Timmu

Tayang 26 Sep 2022 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Kamu tentu sudah sering dengar kata brainstorming, kan? Tahukah kamu kalau ternyata ada banyak teknik brainstorming

    Brainstorming dilakukan untuk menemukan ide dan solusi inovatif terhadap suatu permasalahan. 

    Namun, masalah terbesar dengan brainstorming, menurut Fast Company, adalah hanya 60-75% peserta ikut dalam serta dalam diskusi. 

    Untuk itu, kamu harus memilih teknik brainstorming yang sesuai dengan kondisi tim.

    Berikut Glints berikan ulasan teknik-teknik brainstorming di bawah ini.

    7 Teknik Brainstorming

    1. Brainwriting

    Setiap anggota tim menuliskan ide-ide mereka secara anonim.

    Hal ini mendorong setiap bagian dari tim mengungkapkan gagasan mereka.

    Cara ini bisa mencegah ada ide yang dominan dari seseorang dan memberikan kesempatan bagi rekan kerja introvert untuk tetap berkontribusi.

    Setiap ide lalu dikumpulkan dan dipilih secara acak untuk didiskusikan bersama.

    Alternatif lain, ide bisa dikumpulkan dan disortir oleh pemimpin diskusi atau tim.

    2. Figuring storming

    Pernah mempertimbangkan bagaimana orang lain mungkin menangani situasi? Atau apa yang mungkin mereka katakan tentang topik tertentu?

    Teknik brainstorming yang satu ini mewajibkanmu melihat perspektif dari sudut pandang yang berbeda. 

    Teknik ini bekerja paling baik untuk tim yang menemukan ide selalu sama untuk proyek yang berulang.

    Baca Juga: Ketahui Whiteboarding, Metode Kolaborasi yang Mudahkan Proses Brainstorming

    3. Rapid ideation

    Bekerja dalam batasan waktu seringkali memberi hasil dengan kualitas yang lebih baik. 

    Rapid ideation menggunakan teknik ini dengan menetapkan batas waktu pada anggota tim dalam memberi ide atau solusi sebanyak mungkin. 

    Kemudian, ide tersebut akan didiskusikan bersama.

    Menurut Lucidspark, metode brainstorming ini adalah cara yang bagus untuk memicu kreativitas.

    4. Starbursting

    Teknik brainstorming starbursting membantu kelompok mengeksplorasi ide dengan mengajukan pertanyaan spesifik tentang topik brainstorming

    Untuk memulai, gambarlah bintang dengan 6 titik. Pada bagian tengah tuliskan ide utamanya. 

    Kemudian, beri label pada setiap titik bintang dengan pertanyaan 5 W+1 H.

    Selanjutnya, mengutip Lucidchart, kembangkan serangkaian pertanyaan tersebut pada setiap poinnya. Starbursting populer karena sifatnya yang eksploratif.

    Satu pertanyaan bisa memicu pertanyaan lain. Sehingga muncul ide-ide baru yang dapat dikembangkan jadi sebuah solusi.

    Baca Juga: 9 Cara Brainstorming agar Berjalan Efektif dan Tak Buang Waktu

    5. Mind mapping

    Teknik brainstorming yang satu ini memang cukup populer. 

    Teknik ini merupakan metode brainstorming visual non-linier yang membantu kamu mengasah pertanyaan atau topik dan menghubungkan antara ide-ide yang berbeda.

    Mulailah dengan menulis topik di tengah, kemudian kembangkan. Tulis ide setiap orang sebagai cabang di tengah.

    Mind mapping bisa memudahkan kamu menangkap ide semua orang, membangun ide, dan memvisualisasikan bagaimana ide-ide tersebut bisa saling terhubung.

    6. Round robin

    Teknik ini dimulai dengan tim membentuk lingkaran terlebih dahulu. 

    Lalu, seorang pemimpin tim atau fasilitator akan mengajukan pertanyaan atau meminta semua orang dalam lingkaran untuk berkontribusi satu per satu.

    Secara bersamaan, fasilitator mencatat semua ide sehingga dapat didiskusikan setelah sesi berbagi pendapat selesai.

    Round robin, dikutip dari Wrike, memungkinkan setiap orang untuk ikut serta dan berkontribusi.

    Namun, kamu harus memperlakukan setiap ide dengan bobot yang sama supaya tidak ada yang merasa diabaikan, ya.

    7. Analisis SWOT

    Bukan hanya teknik brainstorming, analisis SWOT juga merupakan perencanaan strategis yang dapat kamu gunakan untuk mengevaluasi produk, proyek, orang, atau bisnis. 

    SWOT adalah singkatan dari:

    • Strengths: Bagaimana produk, proyek, atau bisnis mendominasi dan menonjol dari para pesaingnya?
    • Weaknesses: Apa kekurangan yang dapat merugikan atau membahayakan produk, proyek, atau bisnis?
    • Opportunities: Peluang apa yang dapat dimanfaatkan bisnis?
    • Threats: Apa kemungkinan penyebab yang mungkin mengintai produk, proyek, atau bisnis?

    Baca Juga: 11 Cara Menjadi Manajer yang Baik di Tempat Kerja

    Itulah tadi penjelasan tentang berbagai teknik brainstorming yang bisa kamu coba.

    Nah, seperti yang Glints sebutkan, dalam melakukan brainstorming, pilih teknik terbaik untuk masalah dan tujuanmu, ya.

    Selain brainstorming, masih ada cara diskusi dan kolaborasi lain yang bisa kamu gunakan, lho.

    Yuk, temukan dan baca artikel-artikel terkaitnya dengan klik di sini!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait