4 Perbedaan Social Media Listening dan Social Media Monitoring

Diperbarui 10 Mar 2023 - Dibaca 7 mnt

Isi Artikel

    Dalam marketing, dikenal istilah social media listening dan social media monitoring. Keduanya terdengar mirip, tetapi tentu tidak sama.

    Apa sih, perbedaan antara social media listening dan social media monitoring? Yuk, pelajari selengkapnya di sini.

    Baca Juga: Tertarik Menggeluti Social Media Campaign? Yuk, Berkenalan Lebih Dekat!

    Definisi Social Media Listening dan Social Media Monitoring

    definisi social media monitoring dan listening

    © Pexels.com

     

    Berdasarkan Sprout Social, social media monitoring adalah kegiatan memantau media sosial dengan memperhatikan pesan yang secara langsung berhubungan dengan brand perusahaanmu. 

    Social media monitoring dilakukan untuk selalu mengetahui apa yang langsung disampaikan konsumen atau pengguna dan merespon pesan-pesan tersebut.

    Sementara, social media listening adalah proses memahami target konsumen dan mengembangkan strategi kampanye marketing

    Hal ini dilakukan dengan “mendengarkan” seluruh perbincangan mengenai industri bisnis yang kamu lakoni, brand perusahaanmu, dan semua topik yang berhubungan dengan brand.

    Social media monitoring dapat memberimu informasi apa yang terjadi terkait brand atau bisnismu, tetapi dengan social media listening kamu bisa mengetahui kenapa hal itu terjadi.

    Menurut Unamo, social media monitoring merupakan proses pencarian dan pengumpulan data, sementara social media listening merupakan proses analisis data, menentukan strategi marketing yang tepat, dan mengimplementasi strategi tersebut.

    Nah, itu tadi perbedaan social media listening dan social media monitoring secara umum.

    Berikut merupakan perbedaan yang lebih rinci antara keduanya.

    Baca Juga: Mengenal Social Media Strategist, Sosok di Balik Campaign Media Sosial

    Perbedaan Social Media Listening dan Social Media Monitoring

    perbedaan monitoring dan listening sosial media

    © Pexels.com

    1. Skala

    Social media monitoring terjadi pada level mikro. Sementara social media listening terjadi pada skala makro, yaitu skala yang lebih besar.

    Ketika melakukan social media monitoring, kamu hanya mencoba untuk memberikan respon pada konsumen saat menerima masukan atau pesan.

    Pada dasarnya, hal ini adalah interaksi jangka pendek. Sementara, dengan social media listening, tidak hanya itu. 

    Kamu selalu mendengarkan apa yang terjadi di media sosial terkait dengan brand dan mencoba untuk ikut terlibat di percakapan individu untuk mendapatkan data yang diperlukan.

    Untuk social media listening, kita harus memperhatikan bagaimana perusahaan, produk, kompetitor, dan pasar yang terkait dengan brand-mu dibincangkan di media sosial secara keseluruhan.

    Data yang dikumpulkan untuk social media listening adalah data sosial yang besar. 

    Dengan data sosial ini, bisa diperoleh pemahaman tentang persepsi konsumen terhadap bisnis atau brand-mu, kompetitor, dan lain-lain.

    2. Tujuan bisnis

    Tujuan bisnis yang akan dicapai dengan social media monitoring adalah social customer care dan social selling.

    Kedua hal ini meliputi interaksi secara langsung dengan pengguna media sosial.

    Harapannya, dengan social media monitoring, sebuah brand atau perusahaan dapat selalu memberikan kepuasan pelanggan kepada konsumen yang telah menggunakan brand-mu ataupun yang potensial.

    Sementara, social media listening memiliki tujuan bisnis yang lebih luas.

    Dengan social media listening, kamu bisa menentukan tujuan bisnis yang cukup beragam, seperti meningkatkan brand awareness, melakukan perubahan atau perbaikan produk berdasarkan strategi kompetitor, melakukan kampanye marketing yang sesuai dengan target konsumen, dan lain-lain.

    3. Pendekatan

    Social media monitoring memiliki metode pendekatan yang reaktif terhadap konsumen di media sosial.

    Hal ini penting, karena konsumen senang didengarkan dan direspon.

    Dengan social media monitoring, kamu harus lebih dahulu menemukan pesan untuk direspon.

    Bahkan, dalam proses social selling untuk menemukan konsumen potensial, dibutuhkan sebuah post yang menunjukkan ketertarikan seseorang atau pengguna media sosial untuk menggunakan produkmu. 

    Sementara, perbedaan dari social media monitoring dan social media listening dalam hal ini adalah bahwa social media listening lebih proaktif.

    Dengan social media listening, kamu harus bisa melihat gambaran besar dari suatu hal dan menawarkan diri untuk memberikan solusi terhadap hal tersebut.

    Misalnya, kamu adalah sebuah brand perangkat elektronik yang menemukan seorang konsumen yang mengalami kerusakan speaker atau pengeras suara.

    Social media listening yang telah dilakukan membuatmu tahu bahwa banyak orang yang membicarakan tentang wireless speaker.

    Kamu bisa menyimpulkan bahwa produk ini populer.

    Nah, produk ini bisa ditawarkan pada konsumen tersebut.

    Social media listening tidak perlu menunggu sebuah pesan ditujukan pada sebuah brand untuk direspon.

    Oleh karena itu, pendekatan social media listening dikatakan proaktif.

    4. Tool

    Untuk social media monitoring, kamu tidak membutuhkan tool khusus untuk menemukan dan merespon pesan di media sosial yang ditujukan padamu.

    Fitur media sosial yang digunakan sudah cukup untuk menemukan apa yang kamu butuhkan.

    Sementara, kita wajib menggunakan tool untuk social media listening, karena data yang harus diproses dan dianalisis jauh lebih besar dibanding social media monitoring.

    Baca Juga: Memahami Social Media Marketing, dari Pengertian Sampai Strateginya

    Itulah penjelasan tentang perbedaan antara social media listening dan monitoring wajib kamu ketahui.

    Nah, kamu bisa tahu lebih banyak seputar social media dengan baca kumpulan artikel dari Glints yang membahasnya.

    Ada informasi, tips, dan trik yang bisa kamu lakukan supaya kampanye atau kegiatan brand-mu di media sosial berjalan efektif serta efisien.

    Tertarik? Yuk, klik di sini untuk mengakses kumpulan artikelnya sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait