Remunerasi: Apa Itu, Bentuk, Faktor Penentu, dan Contoh

Diperbarui 31 Jan 2025 - Dibaca 10 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Sebagai karyawan swasta maupun pegawai negeri, remunerasi adalah hal yang wajib kamu pahami.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Pasalnya, ini merupakan hakmu sebagai pekerja dan wajib dipenuhi oleh perusahaan tempatmu berkarier.

Sebelum menandatangani kontrak kerja, kamu bisa bertanya pada HR perusahaan tentang keuntungan ini agar tahu keuntungan apa yang bisa diterima sebagai karyawan.

Nah, agar kamu bisa melakukannya, yuk, pelajari seputar apa itu remunerasi, bentuk, faktor penentu, hingga contohnya di artikel Glints satu ini!

Apa Itu Remunerasi?

Dilansir dari Corporate Finance Institute, remunerasi adalah jenis kompensasi atau pembayaran yang diterima oleh karyawan setelah mereka menyelesaikan pekerjaan atau jasa untuk perusahaan.

Komposisi remunerasi ini terdiri dari gaji pokok dan berbagai pembayaran lainnya seperti bonus, insentif, dan lain-lain.

Secara singkat, remunerasi merupakan imbalan atas suatu jasa.

Di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) dan karyawan BUMN, istilah yang lebih sering digunakan adalah “remon”. Namun, perusahaan swasta juga bisa memberikan remon kepada karyawannya.

Lalu, apa tujuan perusahaan memberikan remunerasi?

Baca Juga: Penalti Resign: Aturan, Besaran, Contoh Perhitungan & Kompensasi

Tujuan Remunerasi

Remunerasi memiliki tujuan yang jelas untuk mendukung kemajuan perusahaan sekaligus kesejahteraan karyawan.

Dengan memberikan imbalan yang layak dan adil, perusahaan dapat mencapai berbagai tujuan berikut ini:

1. Mendukung kesejahteraan karyawan

Remunerasi yang diterima karyawan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Semakin besar jumlah remon yang diterima, karyawan dapat lebih mudah menabung dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

2. Meningkatkan semangat kerja karyawan

Remunerasi bertujuan untuk memotivasi karyawan agar mencapai target dan memberikan performa terbaik.

Dengan sistem ini, perusahaan berharap bentuk apresiasi yang diberkan atas kerja keras karyawan dapat mendorong mereka untuk tetap bersemangat dalam bekerja.

3. Meningkatkan kualitas karyawan

Perusahaan merekrut karyawan karena yakin bahwa keahlian dan keterampilan mereka dapat membantu mencapai tujuan perusahaan.

Oleh karena itu, karyawan akan berusaha memberikan performa terbaik sesuai dengan deskripsi pekerjaan mereka.

4. Menimbulkan persaingan sehat

Dengan sistem remunerasi yang berbeda-beda antara karyawan, tercipta persaingan sehat yang mendorong setiap individu untuk terus meningkatkan performa dan kontribusinya di perusahaan.

5. Meningkatkan keuntungan perusahaan

Remunerasi adalah penghargaan yang diberikan agar dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.

Ketika produktivitas karyawan meningkat, perusahaan pun akan merasakan dampaknya melalui peningkatan penjualan dan keuntungan.

Bentuk Remunerasi

remunerasi

© Freepik.com

Menurut The Balance Small Business, ada beberapa bentuk remunerasi yang berbeda-beda.

Pemberian imbalan ini bisa jadi berbeda berdasarkan jenis pekerjaan yang dimiliki penerimanya.

1. Gaji

Gaji adalah salah satu bentuk remunerasi yang paling dasar.

Imbalan jenis ini diberikan setiap waktu yang ditentukan.

Kamu wajib menerima gaji apabila sudah diterima di suatu perusahaan dan bekerja sesuai ketentuan, tak peduli tingkat produktivitas yang diberikan.

Pemberian gaji tentunya sudah diatur oleh negara berdasarkan masing-masing provinsi, yaitu dalam bentuk upah minimum provinsi (UMP).

Selain itu, gajimu juga harus disetujui lewat tanda tangan kontrak kerja.

2. Upah

Bagi yang dibayar per jam atau per hari, berarti bentuk remunerasi yang diterima adalah upah.

Semakin banyak kamu bekerja, semakin banyak juga imbalan yang diterima.

Seperti gaji, pengupahan juga ada undang-undangnya, yaitu PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

3. Komisi

Komisi biasanya diterima oleh para karyawan yang bekerja di bidang sales.

Ketika sudah mencapai target tertentu, maka komisi akan diterima sebagai salah satu bentuk remunerasi.

Semakin tinggi target yang dicapai, komisi yang perusahaan berikan juga akan semakin besar. 

Bagi banyak orang, sistem komisi disukai karena bisa menghasilkan uang yang lebih banyak dari gaji yang tetap setiap bulannya.

4. Bonus dan insentif

Bentuk lain dari remunerasi adalah bonus dan insentif.

Bonus bisa diberikan kapan saja, biasanya diberikan karena performa kerja yang memuaskan atau pada waktu tertentu.

Contoh dari bonus adalah THR atau bonus akhir tahun.

Baca Juga :  Mengapa TikTok Marketing Layak Dipertimbangkan Saat Ini?

Insentif merupakan keuntungan yang diberikan pada karyawan dan bisa berbentuk nontunai.

5. Lainnya

Terdapat juga bentuk remunerasi lainnya, seperti kenaikan gaji ataupun perjalanan dinas yang biayanya ditanggung perusahaan.

Baca Juga: Apa Saja Kompensasi Kerja yang Ada di Indonesia?

Faktor yang Mempengaruhi Remunerasi

Besaran remunerasi untuk setiap karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi besaran remunerasi antara lain adalah aturan pemerintah, standar biaya hidup, hingga kemampuan keuangan perusahaan.

Berikut penjelasan lebih lanjut.

1. Aturan dari pemerintah

Besaran remunerasi karyawan sering kali dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah setempat, yang mencakup:

  • pajak penghasilan
  • standar gaji minimum
  • inflasi
  • biaya transportasi dan bahan bakar

2. Negosiasi antara perusahaan dan karyawan

Biasanya, detail mengenai remunerasi sudah tercantum dalam kontrak kerja.

Pastikan untuk mempelajari kontrak dengan teliti dan lakukan negosiasi jika ada bagian yang merasa kurang sesuai.

Hasil dari negosiasi ini akan memengaruhi besaran remunerasi yang diterima.

3. Standar dan biaya hidup karyawan

Perusahaan harus memperhatikan standar dan biaya hidup karyawan.

Mereka biasanya mengacu pada data pemerintah untuk mengetahui biaya hidup minimal di daerah masing-masing.

4. Perbandingan gaji

Penentuan jumlah remunerasi juga mempertimbangkan ukuran perusahaan, masa kerja karyawan, dan tingkat pendidikan.

Semua ini berperan dalam menetapkan besaran remunerasi yang adil.

5. Permintaan dan penawaran di pasar kerja

Perusahaan biasanya melihat tren permintaan dan penawaran di pasar kerja saat menentukan remunerasi.

Mereka membandingkan remunerasi yang berlaku di pasar untuk menentukan besaran yang sesuai.

6. Kondisi keuangan perusahaan

Tentunya, perusahaan harus mempertimbangkan kemampuan finansial mereka sebelum menetapkan remunerasi.

Manajemen perusahaan perlu memastikan bahwa besaran remunerasi yang diberikan tidak melebihi batas kemampuan keuangan perusahaan.

Contoh Remunerasi Karyawan

Remunerasi tidak selalu berupa uang tunai. Ada berbagai bentuk remunerasi yang dapat diberikan oleh perusahaan, seperti:

a. Tunjangan Hari Raya (THR)

THR diberikan menjelang hari raya keagamaan seperti Idulfitri, Natal, atau Waisak.

Jumlahnya umumnya setara dengan satu kali gaji pokok bagi karyawan yang telah bekerja minimal setahun. Jika masa kerja kurang dari setahun, jumlah THR dihitung proporsional sesuai aturan pemerintah.

b. Pesangon PHK

Karyawan yang terkena PHK berhak menerima pesangon sesuai masa kerja mereka. Pesangon ini membantu karyawan bertahan secara finansial hingga mendapatkan pekerjaan baru.

c. Uang makan tambahan

Beberapa perusahaan memberikan uang makan tambahan bagi karyawan yang bekerja tanpa fasilitas makan siang.

d. Upah lembur

Jika harus bekerja melebihi jam kerja normal, kamu berhak mendapatkan upah lembur sesuai peraturan ketenagakerjaan.

e. Jaminan dan asuransi kesehatan

Banyak perusahaan di Indonesia menyediakan BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan swasta sebagai bagian dari remunerasi.

f. Tunjangan kesehatan

Ini meliputi biaya untuk rawat jalan, rawat inap, konsultasi dokter, medical check-up, hingga pembelian obat-obatan.

g. Cuti tambahan

Selain cuti tahunan, beberapa perusahaan memberikan tambahan cuti seperti cuti melahirkan, cuti sakit, atau cuti istimewa lainnya.

Dengan mengetahui berbagai jenis remunerasi, kamu bisa lebih memahami hak-hakmu sebagai karyawan dan memaksimalkannya sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Perbedaan Remunerasi, Upah, dan Gaji

Remunerasi, upah, dan gaji adalah tiga hal yang berbeda.

Gaji dan upah bisa menjadi bagian dari remunerasi.

Pasalnya, pembayaran ini merupakan penghargaan atas pekerjaan yang sudah kamu lakukan.

Upah biasanya diberikan berdasarkan waktu kerja, biasanya dalam jangka pendek.

Contoh dari upah adalah upah per jam atau upah harian.

Sementara, gaji adalah pembayaran yang diberikan tiap waktu yang sudah ditentukan, biasanya bulanan.

Kalau kamu bekerja lebih dari jam yang sudah disetujui, tentunya ada uang lembur yang akan didapatkan.

Baca Juga: Selain Gaji Pokok, 9 Fasilitas Ini Bisa Kamu Negosiasikan dengan Calon Perusahaan

Itulah dia penjelasan Glints soal remunerasi yang sangat penting dalam dunia kerja.

Setelah mengetahui tentang ini, pastikan hak-hakmu terpenuhi oleh perusahaan, ya.

Tentunya, masih ada hal lain yang perlu kamu perhatikan sebagai seorang pekerja selain remunerasi saja.

Nah, kamu bisa mendapatkan informasinya dengan membaca ragam artikel terkait di Glints Blog.

Terdapat beragam informasi yang bermanfaat untukmu. Yuk, klik di sini sekarang untuk tahu lebih banyak!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon