Quality Control (QC): Definisi, Cara Kerja, Manfaat, dan Pekerjaan di Dalamnya

Diperbarui 11 Jan 2022 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Quality control (QC) adalah proses penting yang wajib dilewati setiap perusahaan atau bisnis, terutama jika mereka memproduksi baik itu produk maupun jasa. 

    QC ini harus dilewati dalam proses desain produk, software development, penjualan produk yang diproduksi secara massal, dan masih banyak lagi.

    Kalau tidak melalui proses ini, bisa jadi ada kesalahan yang akan merugikan bisnis.

    Ingin tahu lebih dalam? Tenang saja, karena Glints sudah menyiapkan penjelasannya untukmu.

    Yuk, simak lebih lanjut!

    Baca Juga: Yuk, Ketahui Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance!

    Pengertian Quality Control

    Sebelum mengetahui manfaat dan cara kerja quality control, pertama-tama Glints akan menjelaskan mengenai pengertiannya terlebih dahulu.

    Dilansir dari Investopedia, quality control adalah proses pengecekan yang dilakukan oleh bisnis atau perusahaan, untuk memastikan kualitas produk sesuai dengan standar yang ada.

    Dalam proses ini, bisnis bisa saja memperbaiki kualitas produk agar lebih baik lagi sebelum diperjualbelikan atau diluncurkan ke publik.

    Kalau begitu, apa perbedaannya dengan quality assurance (QA)?

    Melansir ASQ, quality assurance adalah bagian dari quality management, memastikan proses pembuatan produk dilakukan sesuai prosedur dan standar yang ada.  

    Jadi, QA dilakukan sebelum QC, karena mencakup proses pembuatan produknya juga.

    Cara Kerja QC

    quality control adalah

    © Unsplash.com

    Dalam menjalankan quality control, tentu ada prosedur yang harus dilewati. 

    Berikut adalah prosedurnya, disarikan dari TechTarget.

    1. Menentukan standar

    Prosedur quality control yang pertama adalah menentukan standar. 

    Apakah saja standar yang harus dipenuhi sebelum produk bisa diluncurkan? Apa harus satu per satu diperiksa? Apakah bisa mengecek beberapa persen saja dari produksi di satu batch?

    Ini sangat penting untuk dilakukan di awal, karena akan menentukan efektivitas produksi dan proses persiapan produk atau layanan yang diberikan.

    2. Menyelaraskan visi dan misi perusahaan

    Prosedur selanjutnya yang harus diikuti adalah menyelaraskan visi dan misi perusahaan dengan karyawannya. 

    Mengapa hal ini penting? 

    Ketika menjalankan quality control, tujuan utamanya adalah menjaga kualitas produk atau layanan yang ditawarkan. 

    Hal ini bisa tercapai secara optimal apabila manajemen dan karyawan memiliki pandangan yang sama, bahwa kualitas produk terus terjaga dan sesuai dengan standar yang ditentukan. 

    Untuk menyelaraskan visi dan misi ini, perusahaan bisa melatih karyawannya dan menentukan standar seperti yang sudah disebutkan di poin sebelumnya.

    3. Memperbaiki produk atau layanan yang ditawarkan

    Setelah menentukan benchmark atau standar perusahaan dan menyelaraskan visi misi manajemen serta karyawan, langkah selanjutnya adalah menjalankan QC itu sendiri.

    Dalam prosedur quality control, salah satu hal yang harus dicari tahu adalah berapa produk yang gagal.

    Setelah itu, tim yang bertanggung jawab bisa memperbaikinya agar sesuai dengan standar. 

    Dengan adanya quality control, diharapkan persentase produk yang gagal terus berkurang. 

    Lalu, bagaimana jika tidak? Bagaimana jadinya jika terlalu banyak produk gagal atau layanan yang tidak memuaskan pelanggan?

    Kalau sudah sampai di titik itu, perusahaan harus membuat rencana untuk memperbaiki proses produksi produk dan layanan yang ditawarkan.

    Intinya, proses ini akan terus berputar untuk memastikan atau setidaknya mengurangi kesalahan yang dibuat selama berjalannya tahap pengembangan produk.

    Baca Juga: Tak Perlu Bingung, Ini 3 Beda Pekerjaan Product Manager dan Product Owner

    Manfaat Quality Control

    quality control adalah

    © Pexels.com

    1. Produksi lebih konsisten

    Manfaat pertama dari quality control adalah menjaga konsistensi produksi. Hal ini mencakup proses produksi dan juga kualitas yang ditawarkan. 

    Ketika menjalankan quality control, sudah pasti ada standar yang ditentukan di awal. 

    Fungsi QC adalah memastikan bahwa setiap orang sudah menjalankan tugasnya, produk sesuai dengan standar kualitas yang diberikan, dan tidak ada kecacatan sebelum produk atau layanan diluncurkan.

    2. Meningkatkan efisiensi

    Manfaat yang kedua adalah meningkatkan efisiensi, baik itu dari segi proses produksi, tenaga, dan juga waktu.

    Pasalnya, kalau tidak dilakukan QC, bisa saja ditemukan kesalahan atau cacat dari sebuah produk.

    Setelah ditemukan, kamu harus memperbaiki ulang dan hal tersebut cukup memakan waktu, biaya, dan juga tenaga.

    Lebih baik mengecek di awal, lalu biaya, waktu, dan tenaga yang dimiliki bisa difokuskan ke pengembangan kualitas atau mungkin ekspansi bisnis. 

    3. Menjaga kepuasan pelanggan

    Manfaat quality control yang selanjutnya adalah menjaga kepuasan pelanggan.

    Ketika memproduksi sebuah produk yang sudah diperjualbelikan atau layanan yang sudah digunakan, tentu ada standar yang melekat di pelanggan.  

    Nah, kepuasan pelanggan harus dijaga, karena hal tersebut merupakan salah satu aspek yang bisa mempengaruhi customer loyalty.

    Jangan sampai ada kesalahan fatal yang tidak terdeteksi, lalu membuat pelanggan tidak ingin membeli produk atau menggunakan layananmu lagi.

    4. Memungkinkan bisnis untuk berkembang

    Manfaat terakhir dari quality control adalah meningkatkan kemungkinan bisnis untuk terus berkembang.

    Bagaimana tidak, kalau proses produksi efisien, konsisten, dan pelanggan puas, bukankah akan lebih mudah untuk mengembangkan bisnis?

    Perusahaan bisa mengoptimalkan pekerja, karena sudah ada standar yang ditentukan untuk menjalankan proses produksi.

    Tak hanya itu, perusahaan bahkan bisa memperbarui produk, sistem, dan detail lainnya.

    Pekerjaan dalam Quality Control

    © Pexels.com

    Setelah membaca definisi dan cara kerjanya, jelas bahwa quality control adalah sebuah inisiatif yang penting untuk dilaksanakan perusahaan.

    Proses satu ini diperlukan guna mengurangi kesalahan atau cacat yang terdapat dalam produk bisnis milik badan usaha.

    Nah, dikarenakan sifatnya cukup krusial, tersedia berbagai pekerjaan yang dapat ditekuni job seeker untuk memastikan kualitas QC perusahaan.

    Kira-kira, apa saja jenis pekerjaan yang tersedia dalam bidang quality control? Lalu, seperti gaji dan jenjang karier yang ditawarkannya? Simak penjelasannya di bawah ini.

    1. Staf quality control

    Pekerjaan pertama yang dapat kamu tekuni jika ingin terjun ke dunia quality control adalah sebagai quality controller atau staf QC.

    Melansir Job Hero, staf QC bertugas untuk memeriksa produk perusahaan dan memastikan bahwa mereka bebas dari cacat.

    Tak hanya itu, quality controller juga harus memastikan bahwa produk sudah diproduksi sesuai dengan spesifikasi internal dan pedoman eksternal.

    Jabatan yang dikenal dengan tajukan quality control specialist ini bekerja sebagai bagian dari tim manufaktur.

    Terkadang, mereka juga harus mencatat bahan produksi yang rusak dan memastikan bahwa bagian yang cacat sudah diperbaiki, diuji ulang, atau ditarik dari produksi.

    2. Quality analyst

    Pekerjaan berikutnya yang dapat kamu pilih jika ingin terjun ke dunia quality control adalah sebagai quality analyst.

    Menurut Invensis Learningquality analyst bertugas untuk menguji semua aspek dari produk, baik secara teknis maupun fungsional.

    Tujuan utama mereka adalah untuk memastikan bahwa perusahaan dapat menciptakan produk yang berkualitas bagi konsumen.

    Di era modern ini, quality analyst sendiri sering bekerja sama dengan departemen IT guna mengidentifikasi cacat pada proses pengembangan produk software.

    3. Quality auditor

    Quality auditor adalah pekerjaan level senior yang dapat digarap oleh staf quality control dan quality analyst.

    Tugas utama mereka adalah untuk mengevaluasi ulang hasil analisis dan pemeriksaan yang dilakukan para analis serta QC specialist.

    Tak hanya itu, mereka juga perlu melakukan dan melaporkan audit mutu dalam proses pengembangan produk perusahaan, baik secara internal maupun eksternal.

    Quality auditor sendiri sering dianggap sebagai supervisor yang berperan untuk mengawasi kinerja staf quality control dan analyst.

    4. Quality coordinator

    Pekerjaan selanjutnya yang dapat kamu jajal dalam dunia quality control adalah sebagai quality coordinator.

    Bagi kamu yang belum tahu, profesi satu ini merupakan salah satu jabatan senior di bidang QC.

    Staf quality control, analyst, dan para auditor membutuhkan jam terbang yang cukup panjang sebelum mereka dapat memiliki jabatan ini.

    Nah, menurut ASQquality coordinator berperan untuk mengumpulkan, mengatur, memantau dan mendistribusikan informasi yang berkaitan dengan proses perbaikan produk.

    Mereka juga harus mengawasi kinerja stafnya agar tidak lepas dari aturan compliance dan dokumentasi standar manajemen mutu.

    5. Quality director

    Quality director adalah contoh pekerjaan terakhir yang tersedia bidang quality control.

    Sesuai namanya, quality director bertugas untuk mengawasi semua aspek dari kualitas organisasi dan upaya peningkatan bisnis perusahaan.

    Mereka harus mengembangkan dan mengelola program analisis kualitas produk, melatih karyawan, serta memfasilitasi perubahan mindset di seluruh lapisan organisasi.

    Quality director juga bertanggung jawab untuk menetapkan rencana strategis, kebijakan dan prosedur di semua tingkatan perusahaan.

    Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas produk agar bisa melampaui harapan pelanggan internal dan eksternal perusahaan.

    Quality director sendiri merupakan jabatan paling senior dalam bidang QC. Ia bertugas untuk memimpin staf QC, analyst, auditor, dan coordinator.

    Nah, terkait gaji pekerjaan dalam bidang QC, untuk jabatan junior seperti staf quality control dan analyst adalah sebesar 4 hingga 5 juta rupiah.

    Di sisi lain, level senior seperti auditor, coordinator, dan director dapat mengharapkan gaji di angka 10 hingga 30 juta rupiah.

    Tujuan Quality Control

    © Pexels.com

    Seperti yang sudah Glints paparkan, quality control adalah sebuah proses kerja yang dapat memastikan kualitas produk perusahaan.

    Namun, sejatinya, inisiatif ini dilakukan untuk berbagai tujuan lain yang dapat menguntungkan perusahaan, baik dari segi bisnis dan layanan pelanggan.

    Nah, berikut ini adalah tujuan dilaksanakannya quality control, sebagaimana diungkapkan Investopedia.

    • mengontrol biaya untuk keperluan operasional bisnis perusahaan
    • memastikan ktepatan dalam penyampaian pesan produk pada pelanggan
    • menjamin keamanan produk agar dapat dimanfaatkan pelanggan secara maksimal
    • menjaga proses pengembangan produk agar tidak mencemari lingkungan
    • sebagai langkah untuk memenuhi keinginan customer
    • meningkatkan angka customer retention

    Baca Juga: Brand Loyalty vs. Customer Loyalty: Apa Perbedaannya?

    Itu dia penjelasan lengkap seputar QC, prosedurnya, dan juga manfaat yang bisa didapatkan oleh perusahaan. 

    Dapat disimpulkan bahwa quality control adalah aspek penting dalam proses produksi perusahaan.

    Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kualitas sudah sesuai dengan standar perusahaan dan yang diharapkan oleh pelanggan.

    Bidang satu ini juga tengah berkembang. Maka dari itu, pertajam dulu pengetahuan dan skill-mu jika ingin menjajal bidang satu ini.

    Nah, kamu ingin belajar lebih dalam tentang dunia manajemen produk? Bila ya, kamu bisa langsung kunjungi kanal Product Management di Glints Blog.

    Di dalamnya, tersedia pembahasan mengenai berbagai istilah, tips, dan strategi manajemen produk yang sudah Glints siapkan hanya buat kamu.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, baca kumpulan artikelnya sekarang juga. Gratis!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.2 / 5. Jumlah vote: 27

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait