Agar Dilirik, Ikuti Panduan Menyusun Portofolio Programmer Berikut Ini

Diperbarui 07 Okt 2021 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Portofolio programmer merupakan sebuah pembuktian dari hasil kerja keras dan kemampuan para programmer.

    Bentuk portofolio ini bisa dibuat menjadi berbagai macam bentuk, misalnya lewat website atau juga berbentuk cetak fisik.

    Namun, portofolio tak selamanya dibuat untuk sebuah pembuktian ke perusahaan, lho! Banyak juga sekarang ini freelancer yang merancang portofolionya agar mendapatkan klien secara mandiri.

    Nah, sebenarnya, apa saja yang dapat dimasukkan ke dalam sebuah portfolio? Lalu, bagaimana cara membuatnya agar terlihat lebih menarik?

    Tenang, Glints sudah rangkum serba-serbinya untukmu, kok. Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui selengkapnya!

    infografik-panduan portofolio desainer grafis

    Yang Harus Ada dalam Portofolio Programmer

    Menurut Springboard, ada tiga poin penting yang harus kamu masukkan di dalam portofoliomu, di antaranya adalah:

    1. About me

    portofolio programmer

    © Freecodecamp

    Dalam membuat portofolio, pembaca ingin mengenal siapa pencipta dari karya-karya yang dihasilkan.

    Jangan lupa untuk memasukkan nama, foto, media sosial, bahkan tujuan apa saja yang ingin kamu capai dalam perkembangan kariermu.

    Kamu bisa mencontoh portofolio seorang programmer asal London yang bernama Pierre Nel. Ia menulis secara singkat namun tetap detail siapa dirinya dan apa yang dikerjakannya.

    Portofolio programmer yang ia buat bisa menjadi salah satu inspirasi untuk menemukan style apa yang terbaik untukmu.

    2. Proyek

    portofolio programmer

    © Mockplus

    Dalam portofolio, hasil kerja merupakan hal yang paling mutlak untuk ditulis dan dijelaskan secara rinci. Kamu bisa membuatnya dalam bentuk link atau juga gallery gambar.

    Kamu misalnya bisa meniru Robby Leonardi seorang front-end developer sekaligus designer asal New York yang memiliki portfolio sangat unik.

    Ia menggabungkan unsur video game yang ringan untuk dijadikannya portofolio yang interaktif.

    3. Kontak

    Jangan lupa untuk mencantumkan kontak sedetail mungkin dalam portofoliomu. Tanpa adanya kontak, rekruter atau calon klien tak bisa menghubungi untuk menggunakan jasamu.

    Pada umumnya, kamu dapat mencantumkan nama email dan juga LinkedIn.

    Jika kamu ingin lebih detail, kamu juga bisa mencantumkan username media sosial untuk memberikan alternatif pilihan bagaimana klien akan menghubungimu.

    Ingat, username media sosial dan juga nama email harus tetap profesional dan relevan dengan pekerjaanmu. Gunakan nama lengkapmu saja untuk membuat email pekerjaan yang profesional.

    Baca Juga: 7 Soft Skill yang Perlu Dimiliki oleh Programmer

    Yang Dilihat Rekruter dalam Portofolio Programmer

    programmer

    © Pexels

    Selain tiga elemen penting di atas, ada beberapa hal lagi yang dilihat oleh rekruter dalam portofolio, yaitu:

    1. Jangka waktu proyek

    Memiliki banyak proyek yang dikerjakan, memang bisa menjadi nilai plus tersendiri untukmu. Namun, rekruter juga melihat jangka waktu proyek yang kamu kerjakan.

    Jangan sampai kamu hanya mencantumkan portofolio yang sudah lama bahkan dari waktu kamu kuliah dan tidak ada yang baru.

    Oleh karena itu, belajarlah untuk mengelola proyek agar bisa dimasukkan ke dalam portofolio yang lebih singkat. Hal ini penting apalagi untuk para junior programmer.

    Dengan memasukkan proyek terbaru, rekruter akan melihat seberapa besar kemauan kandidat untuk belajar dan maju dalam karier sebagai programmer.

    2. Latar belakang pendidikan

    Tak hanya dari proyek yang kamu kerjakan, rekruter juga ingin melihat latar belakang pendidikanmu.

    Apakah kamu belajar secara otodidak? Apakah kamu mendapatkan popularitas di media online? Apakah kamu memiliki reputasi dan koneksi yang baik di sekolah?

    Semua latar belakang pendidikan yang relevan dengan informasi pekerjaan programmer, bisa kamu cantumkan di portofolio secara singkat dan jelas.

    3. Problem solving

    Menjadi programmer dan berurusan dengan coding memang dibutuhkan ketelitian yang luar biasa. Banyak masalah yang ditemukan di tengah jalan saat mengembangkan website.

    Nah, di portofolio kamu bisa menjelaskan sedikit permasalahan yang kamu hadapi saat mengerjakan sebuah proyek serta penyelesaiannya.

    Rekruter ingin mengetahui seberapa besar kemampuanmu dalam menyelesaikan masalah alias problem solving.

    Dengan begitu, perusahaan sudah bisa memberikan gambaran besar mengenai kandidat yang akan bergabung di perusahaannya.

    Kesalahan yang Harus Dihindari

    © Unsplash

    Ada kesalahan-kesalahan yang ternyata masih sering dilakukan para programmer dalam menyusun portofolio. Beberapa hal harus dihindari dalam penyusunan portofolio, yaitu:

    1. Kode yang dikerjakan orang lain

    Proyek yang kamu tampilkan di portofolio sudah seharusnya apa yang kamu kerjakan sendiri bukan hasil dari orang lain.

    Jangan sampai kamu tertangkap basah memajang hasil karya orang lain yang pada akhirnya berimbas pada perkembangan kariermu.

    Jika kamu memiliki proyek bersama, sebaiknya kamu meminta izin dengan anggota yang lain serta menjelaskan apa saja yang kamu kerjakan di dalamnya.

    2. Timeline proyek tak beraturan

    Proyek yang tak beraturan akan membuat programmer terlihat tak peduli dan tidak mau berusaha.

    Sekecil apa pun proyek yang kamu kerjakan, akan menunjukkan bagaimana progress-mu dalam menjadi seorang programmer.

    Timeline dalam proyek yang kamu tampilkan, jangan sampai terlihat hanya satu dalam setahun lalu proyek selanjutnya baru muncul setahun setelahnya.

    Ini sebuah kesalahan besar dan akan terlihat jika kamu tidak memiliki inisiatif.

    Baca Juga: Beberapa Text Editor Terbaik untuk Para Programmer

    3. Deskripsi proyek yang buruk

    Bagaimana sih cara memberikan deskripsi yang baik pada sebuah proyek? Tentunya dijelaskan dengan rinci namun tetap padat.

    Jangan hanya memberikan nama proyek saja, tetapi berikan juga tanggal, tahun, nama proyek dan apa saja yang kamu kerjakan.

    Selain rekruter, klien juga ingin melihat sejelas-jelasnya apa yang kamu kerjakan. Posisikan dirimu sebagai orang awam sehingga penjelasan mudah dimengerti oleh semua orang.

    Contoh Portofolio Programmer

    Setelah melihat tips-tips di atas, jelas rasanya bahwa membuat portfolio programmer bukanlah suatu tugas yang mudah.

    Pasalnya, terdapat beberapa elemen yang perlu kamu cantumkan serta aspek-aspek yang wajib untuk dihindari.

    Belum lagi ketika sedang mencari template desainnya. Kamu harus menemukan desain serta layout yang dapat menyorotkan karya dengan baik.

    Nah, supaya proses rancangannya dapat berjalan dengan mulus, berikut adalah beberapa portofolio programmer yang dapat kamu jadikan sebagai inspirasi.

    1. Matt Farley

    © Dribbble.com

    Melansir Springboard, contoh portfolio programmer pertama yang dapat kamu jadikan contoh adalah milik Matt Farley.

    Matt Farley sendiri merupakan seorang desain UX/UI dan programmer ternama yang berasal dari Amerika Serikat.

    Tampilan portofolio miliknya cukup simpel dengan laman perkenalan diri yang singkat serta banyak ruang untuk contoh-contoh karyanya.

    Selain itu, portofolio Matt Farley juga dibentuk sebagai situs web yang sederhana. Desainnya ini bisa kamu jadikan inspirasi bila ingin membuat portofolio dalam rancangan yang serupa.

    2. Emily Ridge

    © Dribbble.com

    Berikutnya, kamu bisa jadikan portfolio programmer milik Emily Ridge sebagai inspirasi untuk rancanganmu sendiri.

    Serupa dengan milik Matt Farley, Emily Ridge membentuk portofolionya menjadi sebuah tampilan situs web.

    Perbedaannya adalah ia menyediakan banyak white space yang ditujukkan agar pembaca lebih nyaman saat melihat portofolio miliknya.

    Tak hanya itu, ia juga menempatkan berbagai elemen dan goresan warna putih sebagai warna utama dalam portofolionya. Desain yang cukup menarik bukan?

    3. Jonny MacEachern

    © WDexplorer.com

    Portofolio programmer terakhir yang dapat kamu gunakan sebagai bahan inspirasi adalah milik Jonny MacEachern.

    Tak seperti yang lain, tampilan portofolio miliknya terlihat lebih profesional dan modern, di mana Jonny MacEachern menyediakan gambar 3D khusus contoh karyanya.

    Selain itu, ia juga menyediakan pemaparan singkat mengenai karya-karyanya sebelum pembaca dapat mengakses laman.

    Jonny MacEachern juga memberikan kategori terkait karya-karyanya. Hal ini akan memberikan kemudahan bagi pembaca saat mengakses karyanya.

    Nah, selain ketiga portofolio di atas, kamu bisa dapatkan contoh portofolio programmer lainnya dalam artikel satu ini. Jangan lupa dibaca, ya!

    Baca Juga: Panduan Membuat CV Programmer Beserta Contohnya

    Itulah pemaparan singkat Glints mengenai tips dan contoh portofolio programmer yang perlu kamu ketahui.

    Bagaimana? Setelah membaca penjelasan di atas, kamu pasti kini lebih siap kan untuk merancang portofolio dan mencari pekerjaan baru?

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait