×

Tak Usah Bingung, Inilah Cara-Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan

September 15, 2020 | No Comments

BPJS Kesehatan terdiri dari berbagai jenis fasilitas kesehatan. Namun, tak banyak yang tahu bagaimana cara pindah faskes BPJS.

Ketika pertama kali membuat kartu BPJS Kesehatan, kita akan menentukan puskesmas, klinik atau dokter umum mana yang akan jadi faskes 1.

Puskesmas, klinik atau dokter umum tersebut biasanya berlokasi di dekat rumah kita.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan pasien di satu faskes.

Dengan begini, masyarakat jadi tidak bingung dan tahu ke mana mereka harus berobat. Mereka bisa berobat sesuai dengan puskesmas atau klinik yang mereka tentukan sendiri.

Meski begitu, ada kalanya puskesmas tidak mampu menangani pasien dikarenakan terbatasnya fasilitas. Selain itu, ada juga kondisi di mana kita harus pindah tempat tinggal.

Jika hal-hal tersebut terjadi, pasien harus pindah faskes BPJS.

Nah, bagaimana cara melakukan hal tersebut? Di tulisan ini, Glints akan menjabarkan beberapa cara yang bisa ditempuh untuk pindah faskes BPJS.

Baca Juga: Jangan Sampai Lupa, Ini 6 Cara untuk Cek Nomor BPJS Kesehatan

Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan secara Offline

© Solopos.com

Cara pindah faskes BPJS Kesehatan model offline ini banyak digunakan oleh masyarakat.

Kamu bisa langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan yang tersebar di 388 Kabupaten/Kota atau mengunjungi 127 kantor cabang BPJS Kesehatan yang ada di Indonesia.

Berikut adalah beberapa proses yang harus kamu lalui sebagai cara pindah faskes BPJS secara offline. Pertama, kamu harus menyiapkan persyaratan berupa KTP, Kartu Peserta BPJS Kesehatan, dan Kartu Keluarga.

Khusus PNS, TNI, Polri, dan PPNPN, kamu harus menyiapkan daftar kolektif gaji.

Jangan lupa pula siapkan bukti bayar, fotokopi buku rekening (bagi kamu yang ingin pindah dari kelas 3 jadi kelas 2 dan 1), serta surat keterangan domisili, kuliah, atau kerja.

Kedua, kunjungi kantor BPJS terdekat. Setelah sampai, ambil formulir khusus penggantian faskes yang terdapat pada loket yang disediakan.

Pastikan kamu mengisi formulir dengan jujur dan lengkap, sesuai dengan data yang kamu miliki.

Ketiga, setelah formulir diisi (kamu bisa mengisi formulir ini di rumah atau di kantor BPJS secara langsung), serahkan formulir tersebut ke petugas BPJS yang bertugas di loket.

Setelah itu, ikuti arahan dari petugas tersebut.

Proses ini bisa terbilang lama, karena mungkin kamu akan ikut antre dengan para peserta BPJS yang lain.

Ada cara pindah faskes BPJS lain juga yang dapat kamu tempuh jika memang kamu tidak punya waktu untuk mengantre.

Baca Juga: Kenali 5 Cara untuk Cek Tagihan BPJS Kesehatan Berikut Ini

Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan secara Online

cetak kartu bpjs kesehatan

© bpjs-kesehatan.go.id

Jika menggunakan cara online, kamu perlu mengunduh aplikasi Mobile JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) BPJS Kesehatan. Aplikasi ini memudahkan kamu untuk mengakses berbagai informasi soal BPJS.

Aplikasi ini juga ternyata dapat digunakan untuk melakukan proses pindah faskes BPJS. Berikut adalah cara yang harus kamu tempuh. Pertama, unduh aplikasi JKN di Play Store atau App Store.

Setelah itu, daftarkan dirimu. Masukkan beberapa data pribadi mulai dari nomor BPJS yang tertera pada kartu, email, serta KTP, jika kamu memang baru mendaftar.

Jika sudah, kamu tinggal Login saja dengan nomor kartu BPJS kamu.

Kedua, pilih ‘Ubah Data Peserta’ pada menu tampilan utama. Pada kolom faskes, kamu akan melihat sebuah pop-up untuk memilih provinsi, kabupaten/kota, serta pilihan faskes. Isi semua data itu.

Jika sudah, kamu akan mendapat kode verifikasi yang dikirimkan lewat email atau nomor teleponmu.

Terakhir, setelah diverifikasi, kamu bisa langsung mengonfirmasi perubahan data itu.

Perlu diingat, butuh waktu satu bulan agar kamu bisa menggunakan faskes baru ini. Bagaimana dengan faskes yang lama? Fasilitas itu masih bisa digunakan untuk berobat selama menunggu proses.

Baca Juga: Cara Mudah Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Itulah tata cara pindah faskes BPJS yang bisa kamu lakukan. Proses ini bisa kamu tempuh jika kamu sudah menjadi peserta BPJS selama tiga bulan. Bagaimana? Sudah paham kan?

Tak hanya artikel ini, informasi lain tentang BPJS dan asuransi kesehatan dunia kerja lainnya bisa kamu dapatkan jika berlangganan newsletter blog dari Glints.

Cukup mendaftarkan emailmu, beragam informasi bermanfaat akan dikirim langsung ke kotak masukmu.

Jadi, tak perlu pikir panjang lagi, sign up sekarang dan dapatkan beragam informasi menarik lainnya!

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up