4 Cara Menulis Pengalaman Kepanitiaan dalam CV
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Fresh graduate pencari kerja sebenarnya tak perlu minder meski belum punya pengalaman karier sebelumnya. Pasalnya, pengalaman kepanitiaan juga bisa jadi salah satu aspek dalam CV yang menarik buat recruiter, lho.
Dengan trik-trik tertentu, hal ini bisa jadi nilai tambah yang berpengaruh dalam proses penyaringan kandidat kerja sebuah perusahaan.
Bahkan, menurut The Muse, menampilkan pengalaman kepanitiaan di CV adalah salah satu cara fresh graduate bisa tampil menonjol dibanding yang lainnya.
Namun, hati-hati, pasalnya mencantumkan pengalaman kepanitiaan untuk melamar kerja tidak bisa dilakukan asal-asalan dan tanpa pertimbangan.
Jadi, pastikan kamu baca tips-tips penting dari Glints ini, ya!
Isi Artikel
Pentingnya Pengalaman Kepanitiaan dalam CV
Perusahaan bisa mendapatkan informasi kemampuan yang kamu miliki dengan melihat pengalaman kepanitiaan yang pernah kamu ikuti jika dicantumkan dalam CV sebagai fresh graduate.
Tak bisa dimungkiri bahwa soft skill adalah hal yang sangat disukai perusahaan.
Oleh karena itu, pastikan pengalaman kepanitiaanmu dapat dijelaskan serinci dan semenarik mungkin.
Hal tersebut agar HRD dan rekruter yakin bahwa kamulah kandidat yang tepat berdasarkan upaya yang sudah diberikan dalam kepanitiaan semasa kuliah.
Sambil mempersiapkan CV-mu, cek dulu ribuan lowongan kerja di Glints yang bisa kamu pilih sesuai yang kamu mau.
Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan CV dan pengalaman kepanitiaanmu dengan lowongan di perusahaan yang kamu incar.
Cara dan Tips Memasukkan Pengalaman Kepanitiaan dalam CV
1. Buat bagian khusus
Jangan satukan pengalaman kepanitiaan dengan pengalaman lain dalam CV, misalnya pendidikan nonformal. Sebab, hal ini akan membingungkan perekrut dan membuat CV-mu terlihat kurang baik.
Buatlah suatu bagian khusus agar bisa terlihat jelas bahwa ini bukanlah pengalaman kerja formal melainkan kepanitiaan di perkuliahan maupun lainnya.
2. Kaitkan dengan posisi yang dilamar
Jika ditambahkan ke dalam CV, secara umum pengalaman kepanitiaan bisa memberikan nilai tambah yang positif.
Akan tetapi, kamu harus memastikan apakah kepanitiaan tersebut sesuai dengan posisi yang kamu lamar.
Karena CV-mu memiliki ruang yang terbatas, pastikan hanya masukkan pengalaman kepanitiaan yang bisa membuatmu terlihat lebih sesuai untuk mengisi lowongan kosong di perusahaan yang dituju.
Kadang, pengalaman yang tidak benar-benar sejalan dengan industri yang diincar pun bagus ditampilkan di CV, namun kontribusimu harus sesuai dengan posisi yang dilamar.
Misalnya, jika melamar sebagai supervisor, kamu bisa menyertakan pengalaman kepanitiaan sebagai ketua panitia meski kepanitiaannya bukan di bidang yang sama.
Dengan begitu, kamu bisa meyakinkan perekrut bahwa kamu benar-benar memiliki skill yang mereka cari.
3. Jabarkan pengalaman secara detail
Jangan hanya menuliskan kalau kamu pernah berada dalam sebuah kepanitiaan.
Jelaskan juga apa saja yang sudah kamu lakukan dalam kepanitiaan tersebut.
Menurut Augustana College, pengalaman kepanitiaan dalam CV haruslah spesifik.
Contohnya, hindari penulisan yang umum seperti “Menjadi anggota kepanitiaan A dari 20xx-20xx”.
Lebih baik, tuliskan “Berkontribusi dalam merancang susunan acara A dan mengatur 50 anggota kepanitiaan yang tergabung”.
4. Hanya masukkan pengalaman kepanitiaan jika diperlukan
Pengalaman kepanitiaan hanya perlu dimasukkan dalam CV jika kamu tidak memiliki pengalaman yang cukup relevan dengan lowongan yang dituju.
Namun, jika nanti sudah memiliki lebih banyak pengalaman yang sesuai, pengalaman kepanitiaan bisa disingkirkan dari CV-mu.
Pasalnya, perekrut lebih tertarik mengetahui karier profesional dibandingkan pengalaman kepanitiaan, apalagi jika kamu sudah bukan lagi fresh graduate.
Skills dari Pengalaman Kepanitiaan untuk Lamar Kerja
Setelah bergabung dalam kepanitiaan, tentunya ada banyak hal yang telah kamu pelajari.
Namun, penting untuk mampu memilah mana yang dibutuhkan untuk mencari kerja dan tidak.
Berikut ini merupakan beberapa keahlian dari pengalaman kepanitiaan yang dinilai mampu meningkatkan kemungkinanmu diterima kerja jika dicantumkan di CV:
- kemampuan membuat rencana yang efektif
- manajemen waktu
- kemampuan bagi tugas
- kewujudkan lingkungan kerja yang teratur
- kemampuan mengikuti instruksi
- koordinasi dan kolaborasi dengan tim
- kemampuan mengatur sebuah meeting atau pertemuan
- kemampuan menyelesaikan tugas sesuai deadline
- multitasking
Selain itu, masih banyak lagi skill-skill lainnya yang tak kalah penting.
Nah, untuk meyakinkan perekrut bahwa kamu memiliki kemampuan-kemampuan ini, komunikasi yang baik diperlukan agar bisa menjelaskan semuanya dengan jelas.
Tak hanya itu, kamu pun harus tahu pengalaman kepanitiaan apa yang membuat hal-hal tersebut dapat tersampaikan dengan baik pada rekruter saat penyaringan CV maupun interview.
Demikianlah penjelasan Glints mengenai penyertaan pengalaman kepanitiaan dalam CV yang bisa kamu ikuti.
Catat dan jangan sampai lupa ketika menyusun CV-mu, ya.
