Cerminkan Pemimpin di Amazon dan Google, Praktikkan Ownership Leadership
Ditulis oleh : Alifia Seftin Oktriwina
Di dunia kerja saat ini, ownership merupakan salah satu prinsip yang penting untuk mengembangkan skill kepemimpinan. Prinsip ini juga dikenal sebagai ownership leadership.
Ownership leadership telah diterapkan di berbagai perusahaan ternama. Mulai dari Amazon, Google, hingga Twitter.
Melalui prinsip ini, kamu akan dapat lebih produktif dalam mengerjakan pekerjaanmu.
Seperti apa penerapan prinsip ini? Yuk, cari tahu selengkapnya!
Apa Itu Ownership Leadership?
Ownership leadership merupakan salah satu prinsip yang mengedepankan rasa kepemilikan.
Dilansir dari Inc, ownership merupakan perasaan untuk memiliki hasil dari apa yang dikerjakan seseorang.
Ketika kamu merasa memiliki atas apa yang dilakukan, kamu tidak hanya mengambil tanggung jawab. Kamu juga membawa inovasi pada pekerjaanmu.
Selain itu, prinsip ini akan membantumu meningkatkan passion dalam pekerjaan.
Menerapkan prinsip ini dalam bekerja, menurut The Balance Careers, akan mempengaruhi sikapmu dalam bekerja.
Kamu akan cenderung bekerja dengan sikap yang lebih profesional dan optimis jika menerapkan prinsip ini.
Prinsip ini juga menekankan tanggung jawab terhadap pekerjaan.
Mulai dari tanggung jawab terhadap pekerjaan pribadi, hingga tanggung jawab ketika memimpin sebuah tim.
Sebaliknya, ketika prinsip ini tidak diterapkan, dampak yang dihasilkan dapat mempengaruhi pekerjaanmu.
Mulai dari objektif yang tidak tercapai, minimnya kemajuan dalam pekerjaan, hingga kurangnya perkembangan dalam karier.
Menerapkan Ownership Leadership di Tempat Kerja
1. Tentukan akuntabilitas
Menurut Forbes, prinsip ownership leadership merupakan salah satu pendorong akuntabilitas dalam bekerja.
Akuntabilitas sendiri merupakan keyakinan untuk memiliki kendali atas sebagian besar situasi dan hasil dalam berbagai hal, terlepas dari situasinya atau seberapa adil tampaknya.
Untuk menerapkan prinsip ini dalam bekerja, kamu perlu menentukan seperti akuntabilitas yang ingin kamu miliki.
Identifikasi poin-poin apa saja yang akan menunjukkan akuntabilitas dan bagaimana kamu akan menerapkannya dalam pekerjaanmu.
Jika kamu bekerja dalam tim, kamu bisa mengajak anggota timmu untuk mendiskusikan hal ini.
Kamu bisa mendapatkan feedback yang obyektif ketika kamu tidak memperlihatkan akuntabilitas yang telah disepakati.
Dengan cara ini, kamu dapat menunjukkan kepada orang lain dan terutama pada dirimu sendiri, bahwa kamu sepenuhnya memiliki apa yang kamu lakukan dan bertanggung jawab atas hasilnya.
2. Pikirkan tujuan akhir terlebih dahulu
Cara selanjutnya untuk menerapkan prinsip ownership leadership adalah dengan memikirkan tujuan akhir sebelum memulai pekerjaan.
Apa tujuan akhir dari pekerjaan yang perlu kamu miliki? Tentukan hal tersebut dan jangan mencoba mengubahnya jika tidak tercapai. Tetaplah bertanggung jawab untuk mencapai tujuan tersebut.
Setelah mendefinisikannya, kerjakan sevata mundur langkah demi langkah untuk menentukan jalur menuju ke sana.
Mulai dari tindakan apa yang perlu diselesaikan dan metrik apa yang perlu dicapai oleh setiap langkah.
Menggunakan proses ini akan memungkinkanmu untuk mengantisipasi dengan jelas kapan kamu keluar dari jalur dan langkah yang harus dilakukan untuk kembali ke jalur dan menyelesaikan pekerjaanmu.
Cara ini juga akan membantumu memahami setiap aspek dari pekerjaan yang akan kamu selesaikan. Sehingga kamu akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan tersebut.
3. Tidak takut pada kegagalan
Kegagalan merupakan salah satu kemungkinan yang bisa terjadi pada sebuah pekerjan.
Untuk menerapkan prinsip ownership leadership, kamu perlu memahami ini dan mengetahui cara-cara untuk menghindari atau bahkan menghadapinya.
Jika kamu merasa takut untuk gagal, tuliskan ketakutan itu. Kemudian, tuliskan seberapa besar ketakutan tersebut dapat mempengaruhi pertanggungjawabanmu terhadap pekerjaan.
Kemungkinan, sebagian besar ketakutan tersebut berasal dari dalam dirimu sendiri.
Kamu dapat memilih untuk memiliki rasa takut yang ada dalam kendalimu, yang pada gilirannya, memilih untuk memiliki segala sesuatu yang menghadang kesuksesan pekerjaanmu.
Nah, itu dia caranya menerapkan prinsip ownership leadership dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, baik untuk diri sendiri, maupun untuk tim.
Selain prinsip tersebut, masih ada hal-hal lainnya yang bisa kamu pelajari dan lakukan untuk meningkatkan skill kepemimpinanmu.
Yuk, pelajari dan tingkatkan skill kepemimpinanmu dengan mengikuti berbagai webinar personal development yang tersedia di Glints Expertclass.
Webinar-webinar tersebut akan dipandu oleh para profesional dari berbagai bidang keahlian.
Yuk, buat akun profesionalmu dan pilih webinar personal development yang sesuai dengan kebutuhanmu!
