Timba Ilmu dari Universitas Top Dunia Lewat MOOC
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Ingin belajar murah, bahkan gratis, di universitas top dunia? Massive open online course atau MOOC adalah jawabannya.
Tak hanya terjangkau, kursus ini juga bisa kamu ikuti dari mana saja, lho. Sebab, seperti namanya, kegiatan belajar dan mengajarnya diadakan secara online.
Tertarik ikut? Pahami dulu seluk-beluk massive open online course dengan membaca artikel ini.
Isi Artikel
Apa Itu MOOC?
Seperti yang sudah Glints singgung, MOOC adalah kursus yang diadakan oleh sebuah universitas. Kursus ini biasanya punya tema yang spesifik, seperti:
- penulisan fiksi
- bahasa pemrograman Phyton
- hubungan makanan dan kesehatan
- dan lain-lain
Seperti yang sudah Glints jelaskan, kursus ini bersifat gratis atau murah. Harganya tentu kompetitif jika dibandingkan dengan kuliah langsung ke universitas yang bersangkutan.
Mengutip Class Central, penjelasan tiap kata dari massive open online course sendiri adalah:
- Massive, kuotanya besar, bahkan hampir tidak terbatas.
- Open, tidak ada syarat pendaftaran.
- Online, pembelajaran dilakukan lewat internet.
- Course, berupa kursus untuk topik spesifik.
Ada dua jenis MOOC yang menekankan dua hal berbeda, yakni:
- cMOOC, menekankan interaksi pengajar dan audiens
- xMOOC, interaksi minim, anggota kursus bisa sangat banyak
Sejarah MOOC
Mengutip McGill University, MOOC pertama kali dicetuskan pada tahun 2008 silam. Saat itu, ada sebuah kursus yang diadakan oleh Stephen Downes dan George Siemens.
Kursus ini diadakan secara online dan offline. Peserta offline-nya hanya berjumlah 25, namun ada lebih dari 2.300 orang mengikutinya lewat internet.
Ternyata, model kursus seperti ini diadopsi oleh banyak pihak.
Penyelenggara MOOC selanjutnya adalah Stanford University yang meluluskan lebih dari 20.000 orang.
Hingga kini, banyak universitas dari seluruh dunia mengadopsi model MOOC. Kamu pun punya banyak pilihan belajar gratis atau murah dari jarak yang jauh.
Pilihan MOOC itu adalah:
- edX (dimiliki MIT dan Harvard)
- Columbia University
- Stanford University
- London School of Economics and Political Science
- Universitas Indonesia
- Universitas Gadjah Mada
- Universitas Padjajaran
- Universitas Airlangga
- Universitas Terbuka
- dan lain-lain
Nah, setelah mendapat teori dari beragam akademisi lewat MOOC, kamu bisa mempertajam ilmu dengan memahami praktiknya juga.
Dengan begitu, penguasaan skill-mu pun lebih utuh. Kariermu pun makin berkembang karenanya.
Dari mana kamu bisa belajar dari para praktisi? Glints ExpertClass jawabannya.
Dalam kursus ini, kamu akan dipertemukan dengan ahli hebat berbekal tahunan pengalaman. Mereka tentu siap membagikan semuanya kepadamu.
Selain kelas reguler, ada juga Intensive Program yang berlangsung selama beberapa minggu. Dalam program ini, kamu akan diajak praktik secara langsung.
Setelah itu, hasil karyamu akan diberi masukan. Semua ini tentu bisa melengkapi teori yang sudah kamu miliki.
Jadi, tunggu apa lagi? Pilih kelas yang tepat untukmu dengan klik tombol di bawah ini. Jangan ditunda, kuotanya terbatas, lho.
Kelebihan dan Kekurangan MOOC
Setelah mengenal kursus ini lebih dekat, apakah kamu semakin tertarik mengikutinya?
Eits, tunggu dulu. Pahami kelebihan dan kekurangannya secara lebih lanjut, yuk!
Plus minus MOOC itu adalah:
Kelebihan
1. Gratis atau murah
Seperti yang sudah Glints sebutkan, kursus ini ditawarkan dengan harga yang murah. Bahkan, beberapa di antaranya bisa diakses secara gratis.
Dengan bermodalkan koneksi internet, kamu bisa belajar dari berbagai universitas berkualitas.
2. Bisa belajar apa saja
Ada banyak universitas yang sudah menawarkan MOOC. Topik yang mereka tawarkan juga sangat luas, mulai dari bioinformatika sampai psikologi.
3. Bisa menjadi sarana networking
Coba bayangkan, dalam MOOC, kamu bisa bertemu banyak sekali orang dari mana saja. Mereka punya minat yang sama denganmu, yakni mempelajari topik yang sudah kamu pilih.
Kamu tentu bisa menjalin koneksi dengan mereka. Ini juga merupakan hal yang baik untuk kariermu.
Kekurangan
1. Minim interaksi
Layaknya kelas online lainnya, salah satu kekurangan MOOC adalah minimnya interaksi. Ini berlaku terutama untuk xMOOC yang mengutamakan banyaknya peserta, bukan interaksi.
Ini tentu bisa membuatmu merasa bosan. Sebab, komunikasi yang terjadi hanya satu arah.
Memang, ada chat room atau tool lain yang bisa membantu. Meski begitu, mengutip ThoughtCo, ini tetap tak bisa menggantikan interaksi secara langsung.
2. Drop out rate tinggi
Banyak MOOC yang punya drop out rate lebih dari 90%.
Ingat, sangat mudah mendaftar ke kursus ini. Orang yang melepasnya juga menjadi sangat banyak.
Demikian penjelasan Glints mengenai massive open online course. Timbang-timbang dulu plus minusnya sebelum mendaftar, ya!
