Timba Ilmu dari Universitas Top Dunia Lewat MOOC

Diperbarui 15 Mar 2023 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Ingin belajar murah, bahkan gratis, di universitas top dunia? Massive open online course atau MOOC adalah jawabannya.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Tak hanya terjangkau, kursus ini juga bisa kamu ikuti dari mana saja, lho. Sebab, seperti namanya, kegiatan belajar dan mengajarnya diadakan secara online.

Tertarik ikut? Pahami dulu seluk-beluk massive open online course dengan membaca artikel ini.

Apa Itu MOOC?

apa itu mooc massive open online course

© Freepik.com

Seperti yang sudah Glints singgung, MOOC adalah kursus yang diadakan oleh sebuah universitas. Kursus ini biasanya punya tema yang spesifik, seperti:

  • penulisan fiksi
  • bahasa pemrograman Phyton
  • hubungan makanan dan kesehatan
  • dan lain-lain

Seperti yang sudah Glints jelaskan, kursus ini bersifat gratis atau murah. Harganya tentu kompetitif jika dibandingkan dengan kuliah langsung ke universitas yang bersangkutan.

Mengutip Class Central, penjelasan tiap kata dari massive open online course sendiri adalah:

  • Massive, kuotanya besar, bahkan hampir tidak terbatas.
  • Open, tidak ada syarat pendaftaran.
  • Online, pembelajaran dilakukan lewat internet.
  • Course, berupa kursus untuk topik spesifik.

Ada dua jenis MOOC yang menekankan dua hal berbeda, yakni:

  • cMOOC, menekankan interaksi pengajar dan audiens
  • xMOOC, interaksi minim, anggota kursus bisa sangat banyak
Baca Juga: 5 Social Skill yang Bermanfaat untuk Membantu Kesuksesan Kariermu

Sejarah MOOC

sejarah massive open online course

© Freepik.com

Mengutip McGill University, MOOC pertama kali dicetuskan pada tahun 2008 silam. Saat itu, ada sebuah kursus yang diadakan oleh Stephen Downes dan George Siemens.

Kursus ini diadakan secara online dan offline. Peserta offline-nya hanya berjumlah 25, namun ada lebih dari 2.300 orang mengikutinya lewat internet.

Ternyata, model kursus seperti ini diadopsi oleh banyak pihak. 

Baca Juga :  4 Cara Membuat Presentasi Bahasa Inggris yang Efektif dan Menarik

Penyelenggara MOOC selanjutnya adalah Stanford University yang meluluskan lebih dari 20.000 orang.

Hingga kini, banyak universitas dari seluruh dunia mengadopsi model MOOC. Kamu pun punya banyak pilihan belajar gratis atau murah dari jarak yang jauh.

Pilihan MOOC itu adalah:

Nah, setelah mendapat teori dari beragam akademisi lewat MOOC, kamu bisa mempertajam ilmu dengan memahami praktiknya juga.

Dengan begitu, penguasaan skill-mu pun lebih utuh. Kariermu pun makin berkembang karenanya.

Dari mana kamu bisa belajar dari para praktisi? Glints ExpertClass jawabannya.

Dalam kursus ini, kamu akan dipertemukan dengan ahli hebat berbekal tahunan pengalaman. Mereka tentu siap membagikan semuanya kepadamu.

Selain kelas reguler, ada juga Intensive Program yang berlangsung selama beberapa minggu. Dalam program ini, kamu akan diajak praktik secara langsung.

Setelah itu, hasil karyamu akan diberi masukan. Semua ini tentu bisa melengkapi teori yang sudah kamu miliki.

Jadi, tunggu apa lagi? Pilih kelas yang tepat untukmu dengan klik tombol di bawah ini. Jangan ditunda, kuotanya terbatas, lho.

IKUT KELASNYA SEKARANG

Kelebihan dan Kekurangan MOOC

kelebihan dan kekurangan mooc

© Freepik.com

Setelah mengenal kursus ini lebih dekat, apakah kamu semakin tertarik mengikutinya? 

Eits, tunggu dulu. Pahami kelebihan dan kekurangannya secara lebih lanjut, yuk! 

Plus minus MOOC itu adalah:

Kelebihan

1. Gratis atau murah

Seperti yang sudah Glints sebutkan, kursus ini ditawarkan dengan harga yang murah. Bahkan, beberapa di antaranya bisa diakses secara gratis.

Dengan bermodalkan koneksi internet, kamu bisa belajar dari berbagai universitas berkualitas.

Baca Juga: 6 Administrative Skills yang Perlu Dikuasai untuk Menunjang Karier

2. Bisa belajar apa saja

Ada banyak universitas yang sudah menawarkan MOOC. Topik yang mereka tawarkan juga sangat luas, mulai dari bioinformatika sampai psikologi.

Baca Juga :  Self Regulation: Definisi, Aspek-Aspek, dan Cara Meningkatkan

3. Bisa menjadi sarana networking

Coba bayangkan, dalam MOOC, kamu bisa bertemu banyak sekali orang dari mana saja. Mereka punya minat yang sama denganmu, yakni mempelajari topik yang sudah kamu pilih.

Kamu tentu bisa menjalin koneksi dengan mereka. Ini juga merupakan hal yang baik untuk kariermu.

Kekurangan

1. Minim interaksi

Layaknya kelas online lainnya, salah satu kekurangan MOOC adalah minimnya interaksi. Ini berlaku terutama untuk xMOOC yang mengutamakan banyaknya peserta, bukan interaksi.

Ini tentu bisa membuatmu merasa bosan. Sebab, komunikasi yang terjadi hanya satu arah.

Memang, ada chat room atau tool lain yang bisa membantu. Meski begitu, mengutip ThoughtCo, ini tetap tak bisa menggantikan interaksi secara langsung.

2. Drop out rate tinggi

Banyak MOOC yang punya drop out rate lebih dari 90%. 

Ingat, sangat mudah mendaftar ke kursus ini. Orang yang melepasnya juga menjadi sangat banyak.

Baca Juga: Apa Itu Employability Skills di Dunia Kerja dan 5 Contohnya

Demikian penjelasan Glints mengenai massive open online course. Timbang-timbang dulu plus minusnya sebelum mendaftar, ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon