7 Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan dan Cara Menghindarinya
Ditulis oleh : Anggie Warsito
Modus penipuan lowongan pekerjaan selalu saja ada. Jadi, untuk kamu yang tengah mencari pekerjaan baru di tahun ini, sebaiknya harus mulai behati-hati sekali.
Ada sejumlah ciri atau modus sebuah di balik sebuah penipuan lowongan pekerjaan. Sejumlah modus penipuan lowongan pekerjaan tersebut akan diuraikan di artikel ini. Untuk selengkapnya, yuk simak saja uraiannya di bawah ini!
Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan
1. Memakai nama perusahaan besar dan memakai situs dengan domain gratisan
Ini adalah modus penipuan lowongan pekerjaan yang pertama. Sering kali, para penipu memakai nama perusahaan di lowongan kerja bodong yang mereka buat, agar para pencari kerja bisa tertipu oleh mereka.
Supaya terlihat real, mereka juga berani memasang logo asli perusahaan besar ke dalam lowongan kerja bodong yang mereka buat. Ini tentu sangat memikat para pencari kerja yang masih polos atau yang kurang jeli melihat sebuah lowongan pekerjaan.
Selain itu, mereka sering mencantumkan lowongan bodong tersebut ke sebuah situs, yang sayangnya memakai domain gratisan, seperti .wordpress.com.
2. Memberikan informasi lewat SMS, telepon, atau email palsu
Selain lewat situs palsu atau berdomain gratis, modus penipuan pekerjaan juga sering dilakukan via SMS, telepon, atau email palsu.
Biasanya, modus penipuan pekerjaan satu ini dilakukan dengan memberi pesan ke si pencari kerja bahwa mereka diterima kerja di suatu perusahaan. Padahal, si kandidat tersebut belum pernah melamar ke perusahaan tersebut.
Modus penipuan lowongan pekerjaan ini juga dilakukan dengan memaksa si pencari kerja untuk mau bekerja di perusahaan tersebut. Pada akhirnya, korban pun lalu dipaksa untuk membayar sejumlah biaya yang tak jelas maksud dan tujuannya.
3. Menawarkan gaji tinggi yang tak sesuai dengan posisi yang ditawarkan
Ini adalah modus penipuan lowongan pekerjaan yang cukup sering dipakai, dan sering kali ampuh menipu para pencari kerja. Bagaimana tidak, siapa, sih, yang tidak tebuai dengan lowongan sales dengan iming-iming gaji Rp20 juta (tapi bohong)?
Untuk mengatasi modus ini, sebaiknya kamu tahu lebih dulu standar gaji di sebuah posisi.
Selain itu, kamu juga harus menyadari bahwa perusahaan profesional tak akan memberi tahu informasi gaji di lowongan pekerjaan mereka. Adapun masalah gaji biasanya akan diberitahu dan ditentukan saat sesi wawancara nanti.
4. Deskripsi pekerjaan dan identitas perusahaan yang tak jelas
Ini adalah modus penipuan lowongan pekerjaan selanjutnya yang sering dipakai. Para penipu biasanya tak pernah menuliskan secara detail dan jelas deskripsi pekerjaan yang ada di lowongan bodong buatan mereka.
Mereka hanya menyebutkan posisi pekerjaan dan membujukmu agar mau melamar lowongan pekerjaan tersebut. Selain deskripsi, identitas perusahaan pun terkadang tak mereka cantumkan dengan jelas. Baik alamat perusahaan, nomor telepon resmi, maupun surel, tak pernah mereka cantumkan dengan jelas.
5. Memberikan surat undangan wawancara palsu
Modus penipuan lowongan pekerjaan ini sebetulnya mirip dengan yang kedua (mengirim pesan via chat, SMS, dsb). Bedanya, modus penipuan lowongan pekerjaan ini dilakukan dalam bentuk surat undangan wawancara (yang tentu saja palsu).
Agar tampak meyakinkan, surat undangan palsu yang dikirim biasanya diberi tanda tangan plus materai. Selain itu, surat tersebut juga dibubuhi dengan logo perusahaan besar, terutama di bagian atas suratnya.
6. Memaksamu untuk membayar sejumlah uang
Inti dari penipuan lowongan kerja adalah untuk mendapatkan uang dari para korban yang tertipu. Dari itulah, memaksa korban untuk membayar sejumlah uang menjadi modus penipuan yang wajib dilakukan para penipu.
Modus penipuan lowongan pekerjaan ini sendiri dijalankan dengan mendesak seseorang untuk membayar uang. Para penipu sering berdalih kalau uang yang mesti dibayar adalah uang administrasi.
Bahkan, ada pula yang berdalih kalau uang tersebut adalah pelicin agar kamu bisa diterima dengan mudah di lowongan pekerjaan yang mereka tawarkan.
7. Mewajibkan top-up untuk melakukan tugas
Modus satu ini baru muncul beberapa waktu terakhir ini. Biasanya, penipu akan mengaku-ngaku mengatasnamakan kerja sama dengan e-commerce/brand terkenal.
Untuk membuat modus ini lebih menjanjikan, mereka membuat website/app sendiri yang dari segi tampilan persis seperti perusahaan yang mereka catut.
Dalam menjalankan aksinya, penipu akan meminta korban untuk lanjut lewat Telegram seperti di atas. Di sana, kandidat korban diminta melakukan beberapa tugas seperti men-download beberapa aplikasi, me-review produk, dan lainnya.
Untuk melakukan tugas berikutnya, korban diminta untuk melakukan top-up uang terlebih dahulu. Si penipu menjanjikan uang tersebut akan dikembalikan ditambah komisi setelah melakukan tugas.
Namun, proses tugas dan top-up ini terus berlanjut tanpa ada kejelasan. Ketika kandidat ingin berhenti, uang yang telah telanjur disetor tidak dapat dikembalikan.
Ciri-ciri lowongan dan perusahaan dari modus ini biasanya:
- Posisi yang dibuka biasanya admin, tetapi deskripsi dan syarat lowongannya berbeda-beda. Kebanyakan mereka mencantumkan bahwa pekerjaan dilakukan secara online dan syaratnya harus menggunakan software/smartphone.
- Rekruter memaksa untuk mengerjakan tugas dan terkesan memburu-buru kandidat, mengirim link website yang isinya menyerupai e-commerce terkenal.
- Mengarahkan kandidat ke Telegram untuk memproses rekrutmen.
Kalau kamu ragu soal lowongannya, laporkan ke pihak terkait. Beberapa situs/aplikasi pencarian kerja menyediakan tombol khusus untuk melaporkan lowongan mencurigakan di halaman lowongannya.
Selain itu, kamu bisa kontak layanan pelanggan dari situs/aplikasi pencarian kerja yang kamu gunakan.
Cara Menghindari Penipuan Lowongan Pekerjaan
Sebelumnya, kita telah mengetahui sejumlah modus penipuan lowongan pekerjaan. Kini, saatnya kita untuk mengetahui cara menghindari sejumlah modus penipuan tersebut. Adapun sejumlah cara yang dimaksud adalah:
1. Cek langsung ke situs resmi perusahaan
Cara ini berlaku utamanya untuk modus nomor 1 dan 4. Perusahaan besar dan profesional tak akan memberikan lowongan via situs gratisan, melainkan via situs resmi yang mereka buat (dan tentu saja berbayar).
Selain itu, mereka juga akan selalu memberikan deskripsi pekerjaan dan identitas perusahaan secara jelas.
Oleh karenanya, bila kamu mendapati sebuah lowongan pekerjaan di situs gratisan dengan deskripsi dan alamat yang tak jelas, maka segeralah cek situs resmi perusahaan tersebut.
2. Ketahuilah berapa standar gaji untuk setiap posisi
Kalau cara menghindari penipuan lowongan pekerjaan ini cocok untuk menghindari modus penipuan nomor 3. Dengan mengetahui standar gaji tiap posisi, kamu tidak akan mudah tergiur oleh iming-iming gaji besar dan tak masuk akal dari pihak penipu.
Dengan begitu, kamu pun jadi terhindar dari penipuan lowongan pekerjaan.
Lagi pula, perusahaan yang profesional biasanya tak pernah mencantumkan besaran gaji di dalam lowongan kerja mereka. Gaji sendiri biasanya baru diberitahu dan ditentukan setelah kamu melakukan sesi wawancara dengan mereka (perusahaan).
3. Jangan mudah tergiur
Ini adalah cara menghindari penipuan lowongan pekerjaan yang harus kamu pakai. Apalagi, jika kamu menghadapi modus penipuan nomor 2, 3, dan 5. Janganlah tergiur dengan iming-iming gaji yang besar, padahal tidak sesuai dengan standar gaji posisi tersebut.
Janganlah tergiur pula kalau kamu mendapatkan SMS atau surat undangan yang menyatakan kamu diterima dan berhak ikut wawancara, padahal kamu tak melamar perusahaan tersebut.
Kalaupun memang perusahaan tersebut memang menerima kamu dan hendak mewawancaraimu, mereka pasti tak memberitahumu via SMS apalagi surat undangan.
Perusahaan resmi dan profesional akan memberitahumu langsung via telepon atau email dengan nomor telepon dan alamat surel resmi mereka.
Harus kamu ingat juga, mereka akan menghubungi bila kamu betul-betul sudah melamar lowongan kerja mereka (perusahaan).
4. Jangan mau membayar sejumlah uang kepada mereka
Dari judulnya sendiri sudah jelas, kalau cara menghindari penipuan lowongan pekerjaan ini diperuntukkan untuk modus nomor 6. Jadi, kalau penipu memintamu membayar sejumlah uang, kamu jangan menurutinya.
Tolaklah secara halus pemintaan tersebut. Kalau masih saja memaksa, tolaklah dengan tegas dan kemudian abaikan.
Lagi pula, kita melamar kerja supaya bisa dapat uang, bukan justru keluar uang. Kalaupun harus keluar uang, biasanya untuk membuat SKCK atau untuk ongkos transportasi. Bukan begitu?
Demikianlah sejumlah modus penipuan lowongan kerja, beserta cara menghindarinya. Semoga bisa membantumu terhindar dari penipuan tadi, ya!
Kalau sedang mencari kerja, kamu bisa menemukan banyak lowongannya di Glints. Ada banyak lowongan untuk beragam posisi dari berbagai perusahaan di Indonesia.
Kamu bisa temukan lowongan untuk beragam jenjang pendidikan baik itu SMK, SMK, D3, atau S1.
Yuk, cek lowongan kerja terbaru sekarang!
