Mampu Tingkatkan Brand Awareness secara Efektif, Ketahui Apa Itu Microsite
Ditulis oleh : Trias Ismi
Sudah sering menerapkan strategi berbeda untuk meningkatkan brand awareness, tetapi hasilnya masih kurang memuaskan? Mungkin, microsite adalah jawaban yang selama ini kamu cari.
Sebenarnya ada banyak sekali strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan brand awareness. Meski sudah mencoba, terkadang hasilnya masih kurang maksimal.
Nah, apakah kamu sudah pernah mencoba membuat microsite untuk mendukung strategi brand awareness?
Microsite adalah salah satu strategi yang bisa kamu pertimbangkan. Pasalnya, hal yang satu ini telah terbukti mampu meningkatkan brand awareness lebih efektif.
Ada banyak brand populer dunia yang sudah mencoba membuat microsite untuk kampanye produknya. Misalnya saja Spotify, Coca-Cola, hingga Chanel.
Jika kamu penasaran dan ingin tahu lebih banyak soal hal yang satu ini, simak dahulu penjelasannya di bawah ini.
Baca Juga: Mengulik Strategi Event Marketing, Kunci Meningkatkan Brand Awareness
Isi Artikel
Pengertian Microsite
Menurut HubSpot, microsite adalah sebuah halaman web individual yang memiliki domain-nya sendiri dan terpisah dari website inti brand.
Sederhananya, hal yang satu ini bisa disebut sebagai sebuah mini website dari sebuah brand dengan tujuan tertentu.
Microsite biasanya memiliki struktur URL yang berbeda dari website utama. Bahkan, tampilan website hingga isi kontennya bisa sangat berbeda dari website utama milik brand.
Tujuan dibuatnya microsite oleh brand juga cukup bermacam-macam. Beberapa brand membuatnya untuk tujuan melakukan kampanye produk baru.
Namun, ada pula yang memanfaatkan hal tersebut untuk memberikan konten yang relevan dengan target audiens dan membuat mereka selalu terhubung dengan brand.
Satu hal yang pasti bahwa microsite dibuat dengan tujuan meningkatkan brand awareness.
Umumnya, di dalam microsite tidak akan mencantumkan hal-hal spesifik dari brand utama seperti about us atau the team.
Kategori Microsite
Contently menyebutkan ada dua jenis kategori dari microsite, berikut ini penjelasannya.
Microsite untuk kampanye
Di atas sempat disinggung bahwa salah satu tujuan dibuatnya microsite adalah untuk mendukung kampanye dari brand.
Dalam microsite jenis ini bisa didukung dengan konten baik itu video, visual, atau tertulis yang relevan dengan kampanye yang sedang dijalankan.
Salah satu contoh microsite yang digunakan untuk kampanye adalah Listening Together yang dilakukan oleh Spotify.
Dalam microsite tersebut, Spotify membuat kampanye yang berfokus pada Listening Together atau mendengarkan bersama.
Jadi, pengguna akan diberikan pengalaman yang unik karena bisa mendengarkan sebuah lagu yang sama secara bersamaan dengan pengguna lainnya.
Menariknya, Spotify juga memberikan tampilan desain microsite-nya sangat interaktif sehingga bisa meningkatkan engagement dengan pengguna.
Saat membuka website-nya, kamu bisa mencoba mengklik dan menyeret globe untuk mengetahui apa yang didengarkan oleh pengguna lain dari beberapa negara.
Pengguna akan segera disuguhi judul lagu dan nama penyanyi yang sedang didengarkan oleh pengguna lainnya itu. Bahkan, informasi mengenai jarak antara pengguna juga akan ditampilkan.
Microsite untuk konten yang berkelanjutan
Kategori yang satu ini terlihat seperti sebuah website media karena konten yang diterbitkan merupakan konten original.
Jenis microsite ini umumnya memiliki konten yang telah diatur jadwalnya dan berlangsung terus-menerus.
Kelebihan dari jenis ini adalah memiliki traffic yang stabil sehingga akan lebih mudah untuk meningkatkan engagement dengan audiens.
Namun, supaya bisa mendatangkan banyak traffic, tentunya diperlukan konsistensi dalam pembuatan konten. Salah satu contohnya adalah Red Bulletin dari brand populer Red Bull.
Saat membuka microsite ini, pengguna akan disuguhkan dengan tampilan khas sebuah media online yang memiliki banyak konten artikel untuk dibaca.
Red Bulletin menyajikan konten seputar gaya hidup seperti olahraga, petualangan, musik, hingga budaya.
Mereka juga berfokus pada orang-orang yang berprestasi dan seorang petualang yang mampu menginspirasi orang lain.
Jadi, target audiens mereka telah difokuskan pada orang-orang yang suka melakukan kegiatan fisik seperti olahraga dan berpetualang.
Microsite jenis ini jika dikelola dengan strategi content marketing yang tepat, tentu akan membuahkan hasil yang maksimal.
Hal itu bermanfaat baik untuk mendatangkan traffic, meningkatkan awareness, atau mencari lead yang berkualitas.
Baca Juga: Ini Dia 5 Cara yang Bisa Dilakukan untuk Meningkatkan Strategi Content Marketing
Keuntungan Menggunakan Microsite
Microsite adalah sebuah mini website yang memiliki banyak manfaat untuk membantu perkembangan bisnis.
Berikut ini beberapa keuntungan yang akan didapatkan jika menggunakan microsite:
1. Meningkatkan brand awareness
Brand awareness sangat penting untuk perusahaan karena bisa meningkatkan kepercayaan dari pelanggan.
Menggunakan microsite akan sangat ampuh untuk meningkatkan awareness suatu produk apalagi yang baru saja dirilis.
Supaya promosi produk baru bisa berjalan lancar, maka membuat microsite yang khusus untuk melakukan kampanye pengenalan produk sangatlah dibutuhkan.
Audiens akan dengan mudah menggali informasi lebih banyak mengenai produk baru tersebut. Jadi, mereka akhirnya juga akan lebih mudah mengingat produk.
2. Konten yang dibuat bisa lebih fokus
Dilansir dari Blueleadz, microsite juga akan memudahkan marketer dalam membuat konten yang lebih fokus untuk kampanye produk.
Saat konten dibuat lebih fokus, tentunya target audiens pun bisa lebih terarah. Jadi, akan lebih mudah untuk membuat mereka tertarik dengan konten yang sudah disiapkan.
Audiens tentu juga akan lebih senang menjelajahi sebuat website yang memang menyediakan apa yang mereka butuhkan.
Jadi, selain bisa lebih mengenal produk, engagement audiens pun bisa lebih meningkat.
3. Meningkatkan SEO
Keuntungan selanjutnya dari microsite adalah untuk meningkatkan SEO website dari brand.
Menurut VWO, saat membuat konten, sebaiknya gunakan keyword yang berkualitas agar bisa meningkatkan peringkat website di mesin pencarian.
Selain itu, URL dari microsite yang berbeda dari website utama brand juga bisa dimanfaatkan sebagai backlink yang berkualitas.
4. Menghemat sumber daya untuk pembuatan kampanye
Misalkan brand akan membuat sebuah event khusus yang sifatnya hanya untuk jangka pendek, maka microsite akan sangat berguna untuk kampanye.
Membuat konten untuk kampanye di website utama akan cukup menguras waktu dan anggaran. Pasalnya, perlu dilakukan banyak perbaikan hanya untuk membuat kampanye event tersebut.
Namun, saat menggunakan microsite tentunya akan lebih praktis karena tidak perlu mengubah keseluruhan struktur website.
Pasalnya, website tersebut memang akan khusus digunakan untuk melakukan kampanye event. Jadi, membuat microsite akan menghemat anggaran dan tentunya tenaga dari karyawan.
Baca Juga: Ingin Bisnis Dikenal Banyak Orang? Jangan Lupakan Brand Building yang Kuat
Demikianlah penjelasan mengenai microsite mulai dari pengertian, jenis, dan manfaatnya untuk bisnis perusahaan.
Dari penjelasan di atas, diketahui bahwa microsite adalah salah satu strategi pemasaran yang cukup efektif dan perlu dicoba.
Selain microsite, ada banyak strategi lain yang bisa membantu proses marketing-mu. Kamu bisa mengetahui beragam strategi itu jika berlangganan newsletter blog dari Glints.
Cukup mendaftarkan email, kamu akan menerima berbagai informasi tersebut langsung di inbox-mu.
Tunggu apa lagi? Langganan sekarang, yuk!
