Kenalan dengan Metode Kanban dalam Project Management, Yuk!

Diperbarui 31 Mei 2021 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Dalam project management, dikenal suatu metode yang disebut metode Kanban. Metode ini berguna untuk mememecahan masalah dengan efektif dan efisien.

    Awalnya metode Kanban hanya digunakan untuk industri manufaktur. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai perusahaan di berbagai bidang pun menggunakan metode ini untuk mengembangkan bisnisnya.

    Sebenarnya, terdapat beberapa metode lain seperti Agile, dan Scrum yang dapat kamu gunakan.

    Namun, dengan mengetahui metode Kanban, kamu memiliki opsi lain dalam memecahkan masalahmu.

    Untuk itu, Glints sudah siapkan penjelasan singkatnya untukmu.

    Baca Juga: Apa itu Project Manager? Dan Bagaimana Perannya pada Perusahaan?

    Pengertian Kanban

    metode kanban

    © Freepik.com

    Bersumber dari Kanbanize, Kanban berasal dari istilah dalam Bahasa Jepang yang berarti sinyal visual atau kartu.

    Metode ini dikembangkan dan dipopulerkan oleh Toyota dalam proses manufaktur mereka.

    Sistem yang bersifat sangat visual ini, memungkinkan tim untuk lebih mudah berkomunikasi pada pekerjaan apa yang harus dilakukan dan kapan waktu pengerjaan hal tersebut.

    Selain itu, Kanban juga berperan sebagai petunjuk dasar untuk membantu mengurangi hal-hal yang tidak perlu dan memaksimalkan hasil yang dicapai.

    Dalam perkembanganya, metode Kanban diadopsi oleh berbagai macam bidang. Metode Kanban banyak digunakan karena memudahkan suatu proses pengerjaan.

    Terdapat Kanban board yang dianggap efektif dalam pemecahan masalah. Kanban board ini terdiri dari tiga kolom yang bertuliskan “requested” , “in progress”, dan “done”.

    Dengan mengetahui ketiga hal tersebut, anggota tim dapat lebih fokus dan efektif dalam menjalankan tugas.

    Langkah Menjalankan Kanban

    metode kanban

    © Bbvaopen4u

    Dikutip dari Planview, terdapat beberapa yang harus dijalankan dalam menerapkan metode Kanban. 

    1. Visualisasikan pekerjaan

    Dengan membuat suatu model visual dari semua pekerjaan dan alur pekerjaan dari masing-masing tim.

    Hal ini akan mempermudah komunikasi dari tiap proses yang dijalankan.

    2. Membatasi pekerjaan dalam proses

    Tak perlu menyusun penugasan yang banyak dalam tiap prosesnya, namun perlu adanya pembatasan dalam setiap penugasan.

    Hal ini akan mengurangi waktu pengerjaan dan memberikan hasil yang lebih maksimal. 

    Baca Juga: Mana yang Lebih Unggul untuk Manajemen Proyekmu, Trello atau Jira?

    3. Berfokus pada alur

    Dengan membatasi tugas dalam tiap prosesnya, hal ini akan mengembangkan kebijakan yang mampu mendorong tim. 

    Metode Kanban yang dilakukan pun akan menjadi lebih optimal.

    Hal ini untuk meningkatkan kelancaran alur kerja, mengumpulkan metrik untuk menganalisis alur kerja, dan bahkan mendapatkan indikator utama dari masalah di masa yang akan datang dengan menganalisis proses tersebut.

    4. Ketahui batasan

    Ketika melaksanakan suatu proses, sering kali ditemukan masalah-masalah baru. Kamu tentu harus memecahkan masalahnya agar proses dapat berjalan dengan baik.

    Dalam melakukan inovasi untuk pemecahan masalah, kamu harus memahami batasan dalam pengerjaan tersebut, sehingga apa yang kamu lakukan tidak tumpang tindih dan mengganggu proses anggota tim lainnya. 

    5. Saling memberikan timbal balik

    Setiap anggota tim dalam melaksanakan suatu proses perlu secara rutin memberikan timbal balik.

    Selain untuk melaporkan hal yang sedang dikerjakan, hal ini dalam menjalankan metode Kanban dapat memberikan kesamaan persepsi terhadap yang dikerjakan.

    Hal ini membuat tiap orang bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. 

    6. Perbaikan terus-menerus

    Metode Kanban yang diterapkan pada perusahaan akan menumbuhkan budaya perbaikan terus-menerus.

    Seluruh tim mengukur efektivitas mereka dengan memantau workflow, throughput, lead time, dan yang lainnya.

    Lakukanlah eksperimen dan analisis hasilnya. Hal ini untuk mengetahui sistem seperti apa yang meningkatkan efektivitas tim.

    Baca Juga: Begini Cara Membuat Elevator Pitch yang Singkat tapi Memikat

    Itulah penjelasan singkat dari Glints tentang metode Kanban yang perlu kamu ketahui. Dengan mengetahuinya, kamu dapat lebih efektif dalam menjalankan berbagai project yang kamu miliki.

    Kalau kamu ingin mendapatkan informasi serupa, kamu bisa mendapatkannya dengan berlangganan newsletter blog Glints. Daftar gratis sekarang dan dapatkan beragam informasi bermanfaat lainnya.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 3.3 / 5. Jumlah vote: 4

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait