Mengenal Media Coverage dan Pentingnya untuk Reputasi Brand
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati
Siapa bilang liputan media adalah satu-satunya bentuk media coverage? Selain channel tersebut, masih ada jalur lainnya yang bisa kamu pakai.
Glints akan menjelaskan jalur-jalur tersebut dalam artikel ini. Selain itu, ada juga arti dari media coverage, manfaat, hingga tips memaksimalkan dan mengukurnya.
Langsung saja, simak selengkapnya, ya.
Isi Artikel
Apa Itu Media Coverage?
Melansir AT Internet, media coverage adalah konten yang menyebut, menampilkan, atau mendiskusikan brand-mu. Bentuk konten itu bisa berupa:
- artikel
- RSS feed
- video
- dan lain-lain
Konten-konten itu bisa menjadi penanda market presence-mu, lho. Selain itu, dengan konten tersebut, kamu bisa menilai brand awareness.
Jenis-Jenis Media Coverage
Sekarang, kita bahas jenis-jenisnya, yuk!
1. Earned media
Pertama-tama, ada earned media. Menurut HubSpot, earned media adalah konten seputar brand-mu yang tak kamu buat sendiri. Kamu juga tak membayar pihak lain untuk membuat konten tersebut.
Misalnya, brand-mu sedang mengadakan acara A. Nah, kamu mengirim email ke media X tentang acara tersebut.
Media X pun meliputnya secara sukarela. Tidak ada imbalan yang kamu berikan kepada mereka.
Nah, untuk mendapatkan liputan yang satu ini, kamu harus membangun hubungan dengan para jurnalis atau awak media lainnya.
Perlu diingat, earned media tak melulu soal peliputan oleh media konvensional. Sebuah review produk di media sosial juga merupakan earned media.
Kadang kala, earned media juga disebut dengan earned content atau publicity.
2. Paid media
Selanjutnya, ada paid media. Media coverage berbayar ini bisa dilakukan di berbagai channel. Mengutip Bastion Elevate, beberapa channel itu adalah:
- pemberian sponsor
- social media marketing
- search engine ads
Biasanya, saluran-saluran paid media ditangani oleh tim pemasaran.
3. Owned media
Terakhir, ada owned media. Seperti namanya, owned media merupakan saluran yang dimiliki perusahaan secara langsung.
Beberapa bentuk publikasinya adalah:
- artikel di blog perusahaan
- post di media sosial perusahaan
- konten di website perusahaan
- press release
Ternyata, ada banyak channel yang bisa kamu pilih. Kira-kira, bagaimana cara memanfaatkan channel–channel itu untuk keperluan media coverage? Yuk, temukan jawabannya di Glints ExpertClass!
Ada banyak ilmu soal public relations di kelas online itu. Bahasan seputar media coverage hanyalah salah satunya. Apa pun ilmunya, semuanya disampaikan oleh para ahli di bidangnya masing-masing.
Jadi, tunggu apa lagi? Pilih kelas PR yang tepat untukmu dengan klik tombol di bawah. Jangan ditunda, karena kuotanya terbatas.
Manfaat Media Coverage
Kamu tentu ingin brand-mu tampak lebih kredibel. Selain itu, kamu juga ingin aktivitas yang dilakukan perusahaan terasa penting.
Menurut EWISE Communications, kedua tujuan tersebut bisa dicapai dengan media coverage.
Ketika menyebarkan pesan, kamu bisa menciptakan citra tertentu. Kalau sukses, citra itu pun terbentuk di mata audiens.
Tips Maksimalkan Media Coverage
Sekarang, kita bahas tips untuk maksimalkan konten yang satu ini.
1. Pilih media yang ingin kamu ajak kerja sama
Ingin maksimalkan strategi earned media? Coba mulai dengan memilih media untuk diajak kerja sama, yuk!
Marketing Donut menuliskan, tentukan dulu audiens yang tepat untuk brand-mu. Setelah itu, pilih media yang audiensnya sejalan denganmu.
Selain itu, jangan langsung dekati media nasional yang besar, ya. Tentu lebih mudah kalau kamu mulai dari media lokal atau spesifik untuk industri tertentu.
2. Buat press release digital
Seperti dituliskan Prowly, coba buat press release secara digital. Bentuknya tak hanya teks biasa, lho.
Kamu juga bisa melengkapi tulisan dengan video, gambar, atau aset digital lainnya. Ini akan memudahkan jurnalis dalam meliputmu.
3. Manfaatkan website-mu
Website perusahaan juga bisa menjadi channel untuk media coverage. Glints sudah sempat menyinggung ini di atas.
Channel ini juga lebih mudah dimanfaatkan dari kerja sama media eksternal.
Ketika ada berita dari perusahaanmu, coba tulis artikel tentangnya. Jangan lupa, lengkapi dengan foto, ya.
Setelah itu upload artikelnya di website perusahaan. Para pengunjung pun bisa membacanya.
Springboard Communications menuliskan, artikel tersebut bisa meningkatkan kredibilitasmu di mata pengunjung website.
Cara Mengukur Media Coverage
Melansir Signal AI, beberapa cara untuk mengukur media coverage adalah:
- menilai traffic ke website-mu
- menilai angka reach
- sentiment analysis
- penilaian share of voice
- evaluasi data engagement
Demikian penjelasan Glints seputar media coverage. Yuk, dapatkan ilmu lainnya seputar PR di Glints ExpertClass!
