Mengenal Media Coverage dan Pentingnya untuk Reputasi Brand

Diperbarui 11 Jun 2025 - Dibaca 12 mnt
Ditulis oleh : Khairina F. Hidayati

Siapa bilang liputan media adalah satu-satunya bentuk media coverage? Selain channel tersebut, masih ada jalur lainnya yang bisa kamu pakai.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Glints akan menjelaskan jalur-jalur tersebut dalam artikel ini. Selain itu, ada juga arti dari media coverage, manfaat, hingga tips memaksimalkan dan mengukurnya.

Langsung saja, simak selengkapnya, ya.

Apa Itu Media Coverage?

media coverage adalah

© Freepik.com

Melansir AT Internet, media coverage adalah konten yang menyebut, menampilkan, atau mendiskusikan brand-mu. Bentuk konten itu bisa berupa:

  • artikel
  • RSS feed
  • video
  • dan lain-lain

Konten-konten itu bisa menjadi penanda market presence-mu, lho. Selain itu, dengan konten tersebut, kamu bisa menilai brand awareness.

Baca Juga: 5 Strategi Menyusun CSR bagi Public Relations agar Tepat Sasaran

Jenis-Jenis Media Coverage

jenis media coverage

© Freepik.com

Sekarang, kita bahas jenis-jenisnya, yuk!

1. Earned media

Pertama-tama, ada earned media. Menurut HubSpot, earned media adalah konten seputar brand-mu yang tak kamu buat sendiri. Kamu juga tak membayar pihak lain untuk membuat konten tersebut.

Misalnya, brand-mu sedang mengadakan acara A. Nah, kamu mengirim email ke media X tentang acara tersebut.

Media X pun meliputnya secara sukarela. Tidak ada imbalan yang kamu berikan kepada mereka.

Nah, untuk mendapatkan liputan yang satu ini, kamu harus membangun hubungan dengan para jurnalis atau awak media lainnya.

Perlu diingat, earned media tak melulu soal peliputan oleh media konvensional. Sebuah review produk di media sosial juga merupakan earned media.

Kadang kala, earned media juga disebut dengan earned content atau publicity.

Baca Juga: Mengenal Earned Media, Strategi Pemasaran yang Gratis namun Efektif

2. Paid media

Selanjutnya, ada paid media. Media coverage berbayar ini bisa dilakukan di berbagai channel. Mengutip Bastion Elevate, beberapa channel itu adalah:

  • pemberian sponsor
  • social media marketing
  • search engine ads
Baca Juga :  Cara Hitung THR 2025 untuk Karyawan Tetap, Kontrak, Freelance

Biasanya, saluran-saluran paid media ditangani oleh tim pemasaran.

3. Owned media

Terakhir, ada owned media. Seperti namanya, owned media merupakan saluran yang dimiliki perusahaan secara langsung.

Beberapa bentuk publikasinya adalah:

  • artikel di blog perusahaan
  • post di media sosial perusahaan
  • konten di website perusahaan
  • press release

Ternyata, ada banyak channel yang bisa kamu pilih. Kira-kira, bagaimana cara memanfaatkan channelchannel itu untuk keperluan media coverage? Yuk, temukan jawabannya di Glints ExpertClass!

Ada banyak ilmu soal public relations di kelas online itu. Bahasan seputar media coverage hanyalah salah satunya. Apa pun ilmunya, semuanya disampaikan oleh para ahli di bidangnya masing-masing.

Jadi, tunggu apa lagi? Pilih kelas PR yang tepat untukmu dengan klik tombol di bawah. Jangan ditunda, karena kuotanya terbatas.

CARI KELASNYA

Manfaat Media Coverage

manfaat konten tentang brand-mu

© Freepik.com

Kamu tentu ingin brand-mu tampak lebih kredibel. Selain itu, kamu juga ingin aktivitas yang dilakukan perusahaan terasa penting.

Menurut EWISE Communications, kedua tujuan tersebut bisa dicapai dengan media coverage.

Ketika menyebarkan pesan, kamu bisa menciptakan citra tertentu. Kalau sukses, citra itu pun terbentuk di mata audiens.

Tips Maksimalkan Media Coverage

tips maksimalkan media coverage

© Freepik.com

Sekarang, kita bahas tips untuk maksimalkan konten yang satu ini.

1. Pilih media yang ingin kamu ajak kerja sama

Ingin maksimalkan strategi earned media? Coba mulai dengan memilih media untuk diajak kerja sama, yuk!

Marketing Donut menuliskan, tentukan dulu audiens yang tepat untuk brand-mu. Setelah itu, pilih media yang audiensnya sejalan denganmu.

Selain itu, jangan langsung dekati media nasional yang besar, ya. Tentu lebih mudah kalau kamu mulai dari media lokal atau spesifik untuk industri tertentu.

Baca Juga :  Motor Listrik: Harga, Syarat Beli, Aturan Pajak, Cara Merawatnya

2. Buat press release digital

Seperti dituliskan Prowly, coba buat press release secara digital. Bentuknya tak hanya teks biasa, lho.

Kamu juga bisa melengkapi tulisan dengan video, gambar, atau aset digital lainnya. Ini akan memudahkan jurnalis dalam meliputmu.

Baca Juga: Rekomendasi Pelatihan Public Relation Online dan 5 Manfaatnya Untukmu

3. Manfaatkan website-mu

Website perusahaan juga bisa menjadi channel untuk media coverage. Glints sudah sempat menyinggung ini di atas.

Channel ini juga lebih mudah dimanfaatkan dari kerja sama media eksternal.

Ketika ada berita dari perusahaanmu, coba tulis artikel tentangnya. Jangan lupa, lengkapi dengan foto, ya.

Setelah itu upload artikelnya di website perusahaan. Para pengunjung pun bisa membacanya. 

Springboard Communications menuliskan, artikel tersebut bisa meningkatkan kredibilitasmu di mata pengunjung website.

Cara Mengukur Media Coverage

cara mengukur media coverage

© Freepik.com

Melansir Signal AI, beberapa cara untuk mengukur media coverage adalah:

  • menilai traffic ke website-mu
  • menilai angka reach
  • sentiment analysis
  • penilaian share of voice
  • evaluasi data engagement

Demikian penjelasan Glints seputar media coverage. Yuk, dapatkan ilmu lainnya seputar PR di Glints ExpertClass!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon