Kompres Air Panas dan Kompres Air Dingin: Kapan Harus Digunakan?
Ditulis oleh : Vivianisa
Kompres air hangat (panas) atau kompres air dingin merupakan dua jenis kompres yang umum digunakan.
Mengompres bagian tubuh merupakan salah satu cara yang umum dilakukan sebagai upaya menurunkan suhu badan tinggi atau jika ada bagian tubuh tertentu yang bengkak.
Namun, penggunaan antara kompres panas dan kompres air dingin ini tidak dapat digunakan pada situasi yang sama. Keduanya memiliki cara penggunaan yang berbeda.
Ingin tahu kapan penggunaan kompres air panas dan kompres air dingin yang tepat?
Yuk, simak paparan di bawah ini!
Isi Artikel
Kompres Air Hangat
Disadur dari Kemenkes, kompres air hangat adalah teknik melapisi permukaan kulit dengan handuk yang telah dibasahi air hangat dengan suhu maksimal 43°C.
Medical News Today menyebutkan, manfaat dari kompres hangat adalah:
- memperlebar pembuluh darah
- melancarkan aliran darah
- membantu mengendurkan otot-otot yang sakit dan tegang
Kompres ini dapat diletakkan pada bagian kulit wajah, leher, dan tangan.
Bagaimana jika tiba-tiba demam menyerang?
Kira-kira apakah kompres air hangat bisa digunakan untuk menurunkan demam?
Jawabannya adalah ya. Menurut Kementerian Kesehatan, kompres air hangat dapat membantu meningkatkan pengeluaran panas pada tubuh hingga suhu tubuh dapat menurut.
Kementerian Kesehatan juga mengatakan penggunaan kompres air dingin dinilai kurang efektif dalam menurunkan demam karena dapat merangsang produksi panas yang berlebih hingga mampu menghalangi pengeluaran panas tubuh.
Kapan Kompres Air Hangat Bisa Digunakan?
Dirangkum oleh Medical News Today, kompres air hangat atau panas dapat digunakan pada kondisi berikut ini:
- osteoartritis (pengapuran tulang)
- otot tegang dan keseleo
- tendonitis, atau iritasi kronis dan kekakuan pada tendon
- menghangatkan otot atau jaringan yang kaku sebelum beraktivitas
- menghilangkan rasa sakit atau kejang yang berkaitan dengan cedera leher atau punggung, termasuk punggung bawah
Bagi para wanita, kompres air hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri ketika kram, terutama pada saat menstruasi.
Pasalnya, kompres panas tersebut dapat memberikan efek relaksasi yang dapat menurunkan rasa nyeri, dikutip dari laman Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.
Kompres Air Dingin
Kompres dingin adalah teknik kompres yang menggunakan bahan bersuhu dingin, seperti kompres es atau kain lap basah yang dingin.
Disadur dari laman Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, kompres air dingin ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya peradangan.
Cara kerja dari kompres air dingin yaitu suhu dingin dapat membantu menurunkan suhu di bagian tubuh tertentu untuk mengurangi rasa sakit dan bengkak.
Disebutkan juga pada Medical News Today, beberapa manfaat yang dimiliki oleh teknik kompres ini adalah:
- memperlambat atau menghentikan pendarahan
- mengurangi pembengkakan dan peradangan
- mencegah atau membatasi memar
- memberikan pereda nyeri
Maka, jika kamu mengalami cedera akibat olahraga, seperti terkilir, terbentur, memar, ataupun bengkak, kamu bisa menggunakan kompres air dingin ini.
Kapan Kompres Air Dingin Bisa Digunakan?
Medical News Today menyebutkan, kompres air dingin bisa digunakan pada saat kamu sedang mengalami:
- osteoartritis
- cedera yang baru saja terjadi
- asam urat
- otot tegang
- tendinitis, atau iritasi pada tendon setelah melakukan aktivitas
Membalutkan kompres dingin di sekitar dahi juga diketahui dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat migrain.
Jika mengalami pengapuran tulang, disarankan untuk menggunakan kompres dingin selama 10 menit.
Demikian serba-serbi dari kompres air panas dan air dingin dari manfaat serta kapan waktu yang tepat untuk menggunakan keduanya.
Semoga dapat membantumu dalam menangani kesehatan diri.
Kompres merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk menurunkan demam.
Pasalnya, kondisi meningkatnya suhu tubuh ini dapat mengganggu berjalannya aktivitas sehari-hari.
Ingin tahu cara lainnya yang bisa kamu gunakan untuk menurunkan demam?
Kamu bisa temukan jawaban jawabannya dalam artikel ini.
