5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Videografer Pemula

Diperbarui 21 Sep 2021 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Tertarik menjadi videografer? Kamu wajib kenali dulu kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang videografer pemula!

    Sebagai salah satu pekerjaan yang mulai menjamur di era digital seperti sekarang, pekerjaan yang satu ini sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan lho.

    Menurut Career Explorer profesi videografer semakin berkembang karena beberapa faktor.

    Misalnya saja peningkatan kamera digital, perluasan internet, hingga kemajuan teknologi yang semakin pesat.

    Maka, menjadi seorang videografer yang andal membutuhkan proses yang panjang karena profesi ini selalu berkembang.

    Lalu, apa saja kesalahan yang umum dilakukan dan harus dihindari oleh seorang videografer pemula?

    Yuk, simak penjelasan Glints berikut ini.

    Baca Juga: Kerja di Bidang Video? Intip 8 Pilihan Aplikasi Convert Video Untukmu

    Kesalahan Videografer Pemula

    Editor Video

    © Pexels.com

    1. Pencahayaan yang buruk

    Kesalahan paling umum yang masih sering dilakukan oleh seorang videografer pemula adalah pencahayaan yang buruk.

    Hal yang satu ini sebenarnya bisa disiasati saat proses pengeditan.

    Namun, ada pula kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengedit bagian pencahayaan yang buruk.

    Jika kamu membuat video untuk menyalurkan hobi, pencahayaan yang buruk masih bisa ditoleransi.

    Namun, saat sudah membuat video profesional, maka kamu harus menghindari kesalahan yang satu ini ya.

    Pencahayaan saat membuat video adalah unsur yang sangat penting.

    Jika berada di luar ruangan, kamu bisa menggunakan pencahayaan alami misalnya dari sinar matahari.

    Namun, saat sudah malam atau melakukan pengambilan gambar di dalam ruangan, maka lighting wajib tersedia untuk pencahayaan.

    Menurut Impact, saat membuat video ada beberapa pertanyaan yang perlu dipikirkan.

    Misalnya, pertanyaan mengenai objek apakah sudah terlihat jelas atau apakah kontras latar belakang dan objek sudah cukup.

    2. Audio yang kurang jelas

    Audio juga menjadi bagian yang paling penting dari suatu video. Jika audio tidak jelas dan buruk tentu saja akan menurunkan kualitas dari video.

    Kesalahan pada audio merupakan salah satu aspek yang sulit untuk diperbaiki saat proses pasca produksi. Jadi, selalu pastikan kualitas audio selama mengambil video.

    Dalam kebanyakan kasus, mikrofon yang ada pada kamera tidak bisa sepenuhnya membuat kualitas audio sesuai standar.

    Maka, kamu masih membutuhkan mikrofon eksternal seperti mikrofon clip on atau alat perekam suara saat pengambilan gambar.

    Mikrofon yang bisa digunakan untuk merekam audio yang bagus juga ada beberapa jenis tergantung pada lokasi digunakannya.

    Misalnya mikrofon lavalier (clip on) paling cocok digunakan untuk merekam audio di area bising.

    Sedangkan, mikrofon yang tepat digunakan di area yang tenang bisa menggunakan mikrofon shotgun.

    Lalu, untuk voice-over kamu bisa menggunakan mikrofon cardioid.

    Selain itu, mikrofon cardioid juga bisa digunakan untuk melakukan wawancara yang membutuhkan mikrofon praktis dibawa kemana-mana.

    3. Kurang memperhatikan latar belakang

    Kesalahan lain yang masih sering dilakukan oleh videografer pemula adalah kurang memperhatikan latar belakang saat pengambilan video.

    Menurut Videomaker.com latar belakang yang terlihat tidak teratur dan kurang bersih akan membuat penonton terdistraksi.

    Jika latar belakangnya memang kurang tepat, segera pindahkan talent atau ambil gambar dari angle lain.

    Latar belakang memang sangat berpengaruh pada video.

    Jika kamu mengambil video dengan latar belakang yang kurang menarik, tentu kualitas gambar pun akan menyulitkan saat proses editing.

    Selain itu, latar belakang dan objek juga harus cukup kontras.

    Penonton akan kesulitan melihat objek jika tone-nya terlalu terlalu membaur dengan latar belakang.

    Jika kamu mengambil video dari seseorang, pastikan warna bajunya tidak sama dengan warna latar belakang.

    Terdengar sepele, tapi kesalahan ini masih sangat sering dilakukan.

    Baca Juga: Gunakan 7 Aplikasi Edit Video Handphone Ini untuk Hasil Terbaik!

    4. Tidak menyiapkan skrip dan storyboard

    Dalam membuat video, mempersiapkan skrip dan storyboard adalah wajib hukumnya.

    Keduanya akan sangat membantu dalam proses produksi dan memudahkan tim untuk menjalankan tugasnya.

    Dengan storyboard semua pengambilan gambar akan lebih teratur dan terencana.

    Talent juga akan lebih mudah memahami posisinya selama di depan kamera.

    Pada bagian pasca produksi, yaitu saat mengedit video, kamu juga akan dimudahkan saat ada storyboard.

    Jadi proses membuat video dapat dilakukan secara teratur dan berurutan.

    Dialog dalam video juga akan terasa lebih matang dengan berpedoman pada skrip.

    Jadi, jika ingin proses pembuatan video lebih mudah dan hasilnya lebih maksimal, jangan lupa mulai menyiapkan storyboard dan skrip ya.

    5. Kurang memaksimalkan efek suara

    Menurut No Film School, kesalahan yang satu ini juga cukup sering dilakukan oleh banyak videografer pemula. 

    Efek suara dalam video akan membantu meyakinkan penonton pada apa yang mereka lihat. Selain itu, efek suara juga mampu membuat video terlihat lebih nyata.

    Video yang tidak dipoles dengan efek suara akan terasa sangat monoton. Namun, efek suara juga bisa sangat mengganggu jika kamu terlalu berlebihan.

    Jadi, pemilihan efek suara juga perlu diperhatikan dan pastikan tidak akan mengganggu jalannya video.

    Pastikan memilih efek suara yang sesuai dan berkualitas pada video kamu ya.

    Tugas Seorang Videografer

    kesalahan videografer pemula

    © Pexels.com

    Seorang videografer memiliki tiga tugas utama, yang terbagi di tiga proses mulai dari pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Berikut ini penjelasan singkatnya.

    Pra produksi

    Tahapan pra produksi meliputi persiapan teknis sebelum pengambilan gambar.

    Misalnya, survei lokasi, pembuatan storyboard, hingga memeriksa peralatan seperti kamera, mikrofon, hingga lampu.

    Produksi

    Dalam proses produksi maka sudah dimulai proses pengambilan gambar.

    Di sini peran videografer sangat vital karena memang tugasnya untuk mengoperasikan kamera.

    Dengan tim yang besar, biasanya akan ada seorang sutradara yang mengarahkan pengambilan gambar.

    Namun, dengan tim sederhana, umumnya seorang videografer akan merangkap tugas sebagai sutradara sekaligus.

    Pasca produksi

    Pasca produksi sering disebut sebagai bagian yang cukup berat.

    Didominasi oleh proses editing, sebuah tim sederhana biasanya juga mengharuskan seorang videografer untuk bisa merangkap sebagai editor video

    Proses editing biasanya terdiri dari menyortir video, memberikan teks, menyusun alur video, memberikan efek suara, dan masih banyak lagi hal teknis lainnya.

    Baca Juga: Macam-Macam Profesi Jurnalistik yang Belum Kamu Ketahui

    Itulah penjelasan tentang kesalahan yang masih sering dilakukan oleh seorang videografer pemula dan apa saja tugas-tugasnya.

    Jika kamu ingin menjadi videografer profesional, maka jangan sampai melakukan kesalahan-kesalahan di atas ya.

    Nah, kalau kamu sedang mencari lowongan kerja videografer, kamu bisa mencarinya dengan mudah di Glints.

    Yuk, segera daftarkan akunmu gratis, lho!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait