Jurusan Astronomi: Definisi, Mata Kuliah, dan Prospek Kariernya
Ditulis oleh : Alisatul Aini
Belum banyak yang tahu bahwa di Indonesia ada jurusan kuliah astronomi di jenjang pendidikan S1.
Jurusan ini tentunya sangat cocok bagi kamu yang senang belajar fenomena alam semesta dan ilmu fisika.
Apa sajakah yang dipelajari di jurusan ini? Lalu, seperti apa prospek kariernya setelah lulus?
Yuk, cari tahu jawabannya lewat artikel Glints di bawah ini!
Isi Artikel
Apa itu Jurusan Astronomi?
Jurusan astronomi adalah jurusan yang mempelajari ilmu tentang alam semesta.
Mahasiswa di jurusan ini akan diajari cara menggunakan ilmu matematika dan fisika untuk mengamati, menganalisis, dan memodelkan benda langit.
Di Indonesia sendiri, satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki jurusan astronomi adalah Institut Teknologi Bandung (ITB).
Program Studi Sarjana Astronomi ITB terdiri atas tiga bidang keahlian, yaitu Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi.
Apakah kamu tahu Observatorium Bosscha yang terkenal di ITB?
Selain menjadi daya tarik wisata edukasi, Observatorium Bosscha juga masih digunakan untuk keperluan penelitian dan pengamatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa jurusan astronomi.
Mata Kuliah Jurusan Astronomi
Apa sajakah yang akan dipelajari oleh mahasiswa astronomi?
Berikut adalah beberapa contoh mata kuliah Jurusan Astronomi di ITB:
- Statistika dalam Astronomi
- Astronomi Posisi
- Metode Matematika dalam Astronomi
- Astrofisika
- Astronomi Komputasi
- Medan Elektromagnetik
- Tata Surya
- Fisika Gelombang
- Fisika Bintang
- Fisika Galaksi
- Astrofisika Hidrodinamika
- Pengantar Kosmologi
- Lintasan Satelit
- Cuaca Antariksa
- Evolusi Bintang
Prospek Karier Lulusan Astronomi
Lulusan astronomi bisa kerja apa? Nah, berikut adalah pilihan profesi yang bisa ditekuni oleh lulusan astronomi.
1. Fisikawan
Menurut Indeed, fisikawan bertugas untuk mengembangkan dan membuat teori, serta melakukan eksperimen yang berkaitan dengan sifat-sifat energi dan materi.
Sebagai fisikawan, kamu harus punya kemampuan melakukan perhitungan matematika yang rumit dan merancang peralatan ilmiah.
Fisikawan juga dapat bekerja sebagai peneliti lalu menyebarkan hasil risetnya melalui seminar atau konferensi ilmiah.
2. Astronot
Menurut Indeed, mengejar karier sebagai astronot dapat memakan waktu sekitar 10 tahun.
Di antaranya adalah empat tahun kuliah, dua tahun untuk gelar master, dua tahun pengalaman profesional, dan kemudian dua tahun di Korps Astronot NASA.
Tentunya setiap orang mungkin memerlukan waktu lebih lama, tergantung pada seberapa cepat mereka menyelesaikan pendidikan dan pelatihan.
3. Astronom
Apa bedanya astronom dan astronot?
Astronom adalah ilmuwan antariksa yang melakukan penelitian tentang isi, gerak, dan materi benda-benda angkasa, planet, dan lain sebagainya.
Sementara itu, seseorang yang terlatih untuk memimpin, mengemudikan, dan melakukan perjalanan di antariksa disebut dengan astronot.
Sama seperti astronot, seseorang juga memerlukan waktu yang cukup panjang untuk bisa bekerja sebagai astronom.
Sebagian besar astronom memiliki gelar doktor dalam bidang fisika atau astronomi dan juga gelar sarjana dan/atau magister dalam ilmu fisika, biasanya fisika atau astronomi.
Secara keseluruhan, diperlukan sekitar 10 tahun pendidikan untuk menjadi astronom.
4. Insinyur aeronautika
Insinyur aeronautika adalah seseorang yang bekerja di pengoperasian pesawat ruang angkasa dan satelit.
Untuk mengejar profesi ini, kamu perlu melanjutkan studi di bidang serupa pada jenjang pendidikan master hingga doktoral.
5. Ahli meteorologi
Ahli meteorologi mempelajari atmosfer bumi untuk memperkirakan kondisi cuaca.
Tugas utama seorang ahli meteorologi meliputi pencatatan, analisis, dan penafsiran data dari stasiun cuaca, satelit, dan instrumen lainnya.
Mereka memberikan hasil temuan mereka kepada lembaga pemerintah seperti BMKG atau perusahaan media massa yang membagikan informasi tersebut kepada publik.
6. Ahli iklim
Prospek karier lulusan jurusan astronomi berikutnya adalah ahli iklim.
Ahli iklim meneliti faktor-faktor yang memengaruhi cuaca selama beberapa dekade, seperti dalam siklus 30 tahun.
Mereka mengumpulkan sampel tanah, menganalisis data, dan menyebarkan hasil penelitian mereka kepada publik.
Ahli iklim dapat bekerja di lembaga pemerintah seperti BMKG atau sebagai pengembang alat ukur iklim.
7. Ilmuwan
Ilmuwan menggunakan keterampilan teknis mereka dalam berbagai subbidang astronomi untuk melakukan penelitian.
Mereka juga dapat menyajikan temuan mereka di pertemuan ilmiah atau menulis artikel untuk publikasi industri.
8. Dosen
Karier sebagai dosen juga bisa menjadi pilihan bagi lulusan astronomi.
Kamu dapat mengajar di jurusan astronomi maupun jurusan lain yang masih relevan, seperti fisika atau matematika.
Setelah lulus sebagai sarjana astronomi, terlebih dahulu kamu perlu melanjutkan pendidikan ke jenjang magister atau doktoral.
9. Jurnalis
Terakhir, lulusan astronomi berpeluang untuk bekerja sebagai jurnalis, untuk menulis atau menyunting produk jurnalistik yang berkaitan dengan sains.
Peran mereka akan sangat dibutuhkan di perusahaan media yang memang berfokus pada topik terkait sains dan alam semesta.
Demikian penjelasan mengenai jurusan astronomi, mata kuliah, hingga prospek kariernya.
Kamu masih bisa mempelajari lebih banyak jurusan di perkuliahan lewat artikel-artikel gratis di Glints Blog.
Tak hanya itu, terdapat juga topik lain yang berkaitan dengan istilah-istilah akademis, tugas kuliah, jenis ujian kuliah, dan lain sebagainya.
Kamu bisa temukan banyak tips dan panduan untuk membantumu menjalani dunia perkuliahan dengan lebih mudah.
Yuk, link ini untuk temukan kumpulan artikel terbarunya!
