×

Ini Jawaban Contoh Kelemahan Diri Dalam Wawancara dan Tipsnya

April 8, 2019 | No Comments

tes wawancara kerja

Di antara bermacam-macam pertanyaan dalam wawancara, ada beberapa contoh kelemahan diri dalam wawancara yang menyebabkan ketakutan tersendiri pada kandidat-kandidat yang akan diwawancarai.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menceritakan Diri Sendiri Saat Interview?

Faktanya, ketika kandidat itu semakin memenuhi syarat untuk diterima, maka akan semakin tinggi ketakutannya. Di bawah ini akan saya jabarkan beberapa contoh kelemahan diri dalam wawancara. Tapi sebelum itu, saya akan bertanya terlebih dahulu.

Baca Juga: Oops! Ini Dia Berbagai Kesalahan Fatal Dalam Interview

“Apakah kelemahan terbesarmu?”

Pikirkan tentang wawancara kamu sebelumnya dan bagaimana kamu mungkin telah menjawab pertanyaan ini sebelumnya.

Jika kamu belum pernah ditanya, pikirkan responsmu sekarang. Jangan berikan jawaban yang bertele-tele atau menggunakan beberapa contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Beberapa jawaban umumnya ada di sepanjang baris ini:

  • “Saya sedikit workaholic, jadi saya cenderung mengambil terlalu banyak pekerjaan.”
  • “Saya adalah orang yang perfeksionis dan selalu berprestasi. Saya tidak akan beristirahat sampai tugas saya selesai, lalu diperiksa ulang, dan dinilai sebagai nilai tertinggi – dan pastinya lebih cepat dari jadwal.”
  • “Saya selalu bekerja terlalu keras, terkadang sampai mengorbankan waktu istirahat dan akhir pekan saya untuk memastikan tugas saya selesai sebelum deadline terpenuhi.”

Saya tidak menyalahkan ketiga respons diatas secara spesifik, bahkan pada kenyataannya saya pernah menggunakan variasi dari ketiga-tiganya.

Walaupun saya sadar bahwa itu semua bagian dari contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Sekarang coba saya tanya, “Siapa yang benar-benar percaya contoh kelemahan diri dalam wawancara tersebut?”

Kalau saya boleh menebak, saya akan berkata bahwa kamu sendiri juga tak mempercayai dengan apa yang kamu katakan.

Faktanya, banyak respons yang lebih buruk dari jawaban-jawaban tersebut.

Salah satunya adalah “Kelemahan? Apa itu? Saya tidak punya kekurangan.”

Sudah jelas kamu telah menunjukkan salah satu contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Masalah dengan jawaban yang khas.

Contoh kelemahan diri dalam wawancara yang utama dari kandidat adalah ketika mereka menjawab pertanyaan ini, mereka berusaha untuk berbohong.

Itu justru salah satu yang menyebabkan terjadinya contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Tentu, mungkin ada salah satu hal yang benar dalam respons tipikal ini.

Namun, kandidat biasanya berbicara tentang sesuatu yang cukup tidak penting untuk pekerjaan itu (“Saya kesulitan untuk memutuskan hubungan dengan teknologi saat di malam hari”) atau memilih kelemahan yang dapat dianggap sebagai kekuatan (yang di sini tidak ingin mempekerjakan pekerja keras yang rajin?).

Sayangnya, kedua strategi untuk menangani pertanyaan wawancara terbaik membuat manajer rekrutmen tidak puas. Pertama-tama, pewawancara bisa tahu kapan kamu berbohong.

Kedua, alasan mereka mengajukan pertanyaan itu adalah untuk mendapatkan jawaban yang jujur tentang siapa kamu dan bagaimana kamu menghadapi kesulitan.

Jawaban palsumu justru tidak akan memposisikan kamu sebagai kandidat yang hebat.

Strategi Jawaban Jitu

Di dalam wawancara, kamu harus jeli dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyebabkan kamu terjebak seperti yang tertulis di contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Strategi kunci untuk merespons adalah memahami mengapa manajer rekrutmen menanyakan apa kelemahanmu. Ada dua alasan besar di belakangnya.

Alasan yang pertama adalah melihat apakah kamu mempunyai kesadaran diri dan wawasan untuk mengetahui apakah kamu memiliki sesuatu yang kamu patut kerjakan.

Alasan kedua adalah untuk menentukan apakah kamu proaktif dan cukup tangguh untuk bekerja untuk mendapatkan yang terbaik.

Jika kamu sudah mengerti dua poin di atas dan mampu menjawab pertanyaan dengan jujur dan teliti, ditambah kamu telah mempelajari contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Maka apa yang kamu katakan selanjutnya mempunyai potensi untuk mengangkatmu di atas kandidat lain dan mendapatkan tawaran pekerjaan itu.

Apakah kamu ingin salah satu contoh? Mari kita berpura-pura bahwa kamu mewawancarai saya untuk posisi manajer akuntansi, dan kamu baru saja bertanya kepada saya pertanyaan “Apa kelemahan terbesar Anda?”

(Dan sebelumnya, jangan terpancing dengan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan contoh kelemahan diri dalam wawancara)

Beruntung bagi saya, saya telah memikirkannya terlebih dahulu. Berikut adalah contoh respons strategis yang bisa saya katakan:

Itu pertanyaan yang bagus. Sejujurnya, saya cenderung menempatkan deadline dan tujuan kerja di atas orang-orang kebanyakan. Misalnya, dalam waktu 2 tahun terakhir, saya melihat diri saya menjadi  agak kaku dan tidak fleksibel ketika anggota tim saya tidak dapat menyampaikan laporan tepat waktu. Saya biasanya menikmati hubungan baik dengan tim saya, jadi mereka lebih memahami dan berterus-terang kepada saya, dan saya mulai memperhatikan. 

Ketika saya merenungkan apa yang terjadi, saya menyadari bahwa sikap kaku dan kurangnya fleksibilitas saya benar-benar menyebabkan keretakan antara saya dan anggota tim lainnya. Ketika deadline semakin dekat, orang-orang yang biasanya datang ke kantor saya untuk berbagi masalah atau tantangan, mulai menghindari saya. Itu sangat tidak konstruktif, jadi saya pun memutuskan untuk mencari bimbingan dari atasan saya.

Ketika kami membicarakan hal ini, saya menyadari bahwa saya menganggap semua deadline sama mendesaknya, padahal sebenarnya tidak. Di satu sisi, saya menciptakan banyak urgensi dan tekanan dalam pikiran saya sendiri, dan itu diterjemahkan menjadi lebih banyak tekanan untuk tim saya. Saya ingin mengubah dinamika ini, dan dengan bantuan mentor saya, saya telah menerapkan dua perubahan.

Pertama-tama, saya menjadi jauh lebih sadari tentang bagaimana saya harus bersikap dan terutama sikap saya terhadap deadline yang memengaruhi tim saya. Deadline adalah kenyataan kehidupan kerja, tetapi saya tidak ingin menjadi penyebab utama mereka stress hanya karena saya tidak bisa mengelola diri saya sendiri. Saya pun memulai lembar tugas penugasan oleh anggota tim sehingga saya akan memiliki referensi untuk beban kerja mereka. Saya juga menjadi sangat proaktif dalam bertanya kepada mereka tentang kemajuan dan mengantisipasi tantangan ke depan. Saya menemukan bahwa dengan berfokus pada orang-orang, saya bisa membuka jalur komunikasi dan akhirnya memenuhi deadline dengan lebih sedikit tekanan.

Hal kedua yang saya lakukan adalah memperhatikan bagaimana senior-senior saya di perusahaan menangani deadline. Saya beruntung telah memiliki manajer yang sangat baik dalam melakukan penilaian strategis. Mereka tampaknya hanya tahu deadline mana yang harus dikerjakan dan tak bisa dirubah, dan yang mana yang lebih fleksibel. Ketika saya belajar dari mereka dan bekerja untuk menjelaskan ekspekstasi, saya menjadi sangat baik dalam keseimbangan antara menyelesaikan pekerjaan dan menangani tim saya.”

Menurutmu bagaimana?

Memang, saya mendapat manfaat dari ruang yang sunyi untuk memikirkan tanggapan saya dan menyusunnya dengan cara yang tepat.

Jawaban kamu sendiri mungkin akan terlihat berbeda, tetapi mari kita membedah apa yang membuat hal ini bekerja agar tidak ada kesalahan-kesalahan yang berasal dari contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Membedah Kesuksesan

Ada empat faktor yang bisa membuat jawaban wawancara terbaik yang memiliki bobot yang baik, sangat dalam, dan menjadi indikator bahwa saya adalah kandidat terbaik untuk pekerjaan ini.

Dan empat faktor ini bisa mengurangi hal-hal yang tidak penting seperti yang ada di contoh kelemahan diri dalam wawancara. Di antaranya adalah..

  1. Harus Jujur. Terkadang saya meluangkan waktu untuk merenungkan hal-hal yang berpotensi merusak keefektifan saya (termasuk contoh kelemahan diri dalam wawancara) sebagai seorang kandidat wawancara, karena sebenarnya menghasilkan jawaban nyata adalah sebuah pilihan yang tepat.
  2. Harus Menunjukkan Bahwa Saya Punya Kapasitas Untuk Melihat Kegagalan Yang Saya Buat.  Manajer rekrutmen tahu bahwa setiap orang punya kelemahannya masing-masing (diambil bermula dari contoh kelemahan diri dalam wawancara), tapi dia memilih seseorang yang memiliki kemampuan untuk menyadari kesalahannya, dan lalu mengambil langkah cepat untuk perbaikan.
  3. Harus Menunjukkan Bahwa Saya Dapat Mengambil Langkah Proaktif Untuk Memperbaikinya. Kita semua menghadapi hal-hal sulit di tempat kerja, dari tugas yang tidak diselesaikan hingga email yang mendapat respons kurang baik hingga mendapat teguran. Pertanyaannya adalah, apakah kamu akan sakit hati dan mengeluh tentang hal itu, atau apakah kamu akan bertanggung jawab untuk memperbaikinya?
  4. Jangan Memberi Tahu Pewawancara Tentang Kelemahanmu. Hal yang paling mudah menghadapi contoh kelemahan diri dalam wawancara adalah jangan bercerita tentang kelemahanmu kepada siapapun. Sedikit bercerita, saya pernah membawa manajer rekrutmen bersama saya dalam perjalanan yang memiliki gejolak emosional dan pemulihan. Pikiran kami terhubung dengan kisah-kisah cinta, jadi menghasilkan cerita yang mengilustrasikan keinginan kamu untuk berdampak maksimal. Keempat cara tersebut bisa mengurangi hal-hal yang berkaitan dengan contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Poin-Poin Penting Dalam Wawancara

Ada tiga poin penting yang perlu kamu ingat ketika kamu menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan contoh kelemahan diri dalam wawancara

Pertama-tama, jujurlah

Itu tidak berarti melontarkan hal pertama yang terlintas dalam pikiran, tetapi lebih memikirkannya dan memilih sesuatu yang nyata. Bagaimanapun juga, jadilah strategis – lagipula, tujuan Anda adalah memposisikan diri sebagai kandidat yang hebat.

Kedua, bersiap dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada

Saya tidak dapat menjamin bahwa kamu akan mendapatkan hal ini dalam wawancara kamu berikutnya, tetapi terkadang ini adalah salah satu yang bisa sulit dijawab saat itu juga.

Jadi, jangan menempatkan diri kamu di atas angin. Kamu telah diperingatkan – pikirkan tanggapan kamu sebelumnya dan waspada agar tidak terperosok oleh berbagai contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Mulailah melakukan sesuatu yang proaktif untuk memperbaiki kelemahan terbesarmu – bahkan sebelum kamu mulai diwawancarai

Dengan semua itu, maka kamu bisa menjauhi hal-hal yang berkaitan dengan contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Jangan bergantung pada kelemahan pribadimu saat ini, untuk memperbaikinya mungkin kamu harus sering terlibat mengikuti seminar, mencari mentor, dan meminta feedback yang lebih tepat waktu.

Hal terburuk yang dapat kamu lakukan bukanlah apa-apa, karena itu membuat kamu tidak memiliki kemajuan untuk dilaporkan.

Jadi, jujurlah, bersiaplah dan berusahalah untuk memperbaikinya – dan Kamu akan segera menjawab pertanyaan sulit ini!

Apabila masih ragu, kamu juga bisa mendiskusikan hal tersebut dan mendapatkan masukan dan wawasan terbaru dari komunitas di forum Glints Community.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal ini jika tidak bisa Menjawab Pertanyaan Interview

Nah, semoga kamu sudah paham bagaimana cara menaklukkan beberapa contoh kelemahan diri dalam wawancara.

Semoga kesalahan-kesalahan yang kamu alami dalam wawancara-wawancara terdahulu tidak kamu ulangi lagi dan kamu sukses jadi kandidat yang terbaik.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Kamu Perhatikan ketika Tahap Interview User

Dan jangan lupa juga untuk sign up di Glints untuk temukan berbagai lowongan terbaru dan terpercaya.

YOU MAY ALSO LIKE

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Scroll Up