Down Payment (DP): Apa Itu, Cara Kerja, dan Keuntungannya

Diperbarui 02 Mar 2023 - Dibaca 9 mnt

Isi Artikel

    Ingin membeli barang secara kredit? Uang muka atau down payment adalah syarat yang harus dibayarkan di awal pembelian barang tersebut. 

    Down payment ini biasanya dibutuhkan jika kamu ingin mencicil barang atau aset dengan nilai yang cukup tinggi.

    Ketika membeli handphone pun, ada beberapa toko atau perusahaan yang mengharuskan kamu membayar uang muka di awal untuk memastikan cicilan.

    Kalau belum paham mengenai down payment, tenang saja. Glints sudah menyiapkan penjelasan yang mendetail mengenai definisi dan cara kerja down payment ini.

    Yuk, simak lebih lanjut!

    Apa Itu Down Payment (DP)?

    down payment adalah

    © Pexels.com

    Dilansir dari Investopedia, down payment atau uang muka adalah pembayaran secara tunai yang dilakukan ketika ingin membeli barang dan aset yang cukup mahal secara kredit.   

    Ketika membeli aset mahal seperti kendaraan atau properti, kemungkinan besar sisa uang yang harus dibayarkan akan dicicil.

    Meskipun sudah pasti dicicil, down payment di sini berfungsi sebagai semacam penjamin kepada pihak penjual bahwa kamu akan membayarkan sisa cicilannya.

    Sebagai pembeli, fungsi down payment adalah untuk mengamankan barang atau jasa yang dibeli tersebut, agar tidak diambil oleh orang lain.

    Di beberapa kasus, kamu bisa mendapatkan DP kembali jika memang pembelian dibatalkan dan barang atau jasa yang dibeli belum digunakan. 

    Namun, biasanya DP yang dikembalikan tidak penuh, hanya beberapa persen saja.

    Baca Juga: Apa Sih Pajak Progresif? Ketahui Yuk Sebelum Beli Mobil Baru!

    Cara Kerja DP

    down payment

    © Freepik.com

    Melansir New York Times, cara kerja down payment adalah semakin besar nominal yang kamu bayarkan di awal, maka akan semakin kecil cicilan yang harus kamu bayarkan nantinya. 

    Meskipun begitu, hal yang harus menjadi pertimbangan adalah bunga yang harus dibayarkan setiap bulannya saat melunaskan cicilan tersebut. 

    Semakin sedikit cicilan yang harus dilunaskan, semakin kecil juga bunga yang harus dibayarkan nantinya.

    Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara kerja DP dalam pembelian dua jenis aset kendaraan dan properti, agar kamu dapat lebih mudah memahami konsep DP.

    1. Down payment rumah

    Contoh pertama adalah down payment rumah.

    Memasuki usia 20-an, banyak orang yang sudah memikirkan cicilan untuk menyewa atau membeli rumah pribadi untuk ditinggali di hari tua.

    Seperti yang sudah disebutkan, untuk membeli rumah secara kredit tetap dibutuhkan pembayaran uang muka di awal sebagai semacam jaminan pembayaran selanjutnya.   

    Sebagai contoh, ada orang yang ingin mengajukan KPR (kredit pemilikan rumah) ke bank untuk membeli rumah.

    Katakanlah harga rumah adalah 1,5 miliar rupiah. Biasanya, DP yang harus dibayarkan untuk rumah berkisar antara 10-20%.

    Hal ini tergantung dengan bank yang akan meminjamkan kredit dan juga ketentuan dari penjual rumah (baik itu pribadi maupun developer).

    Jadi, kalau mau membeli rumah, uang tunai yang harus disiapkan sebagai down payment adalah sekitar 10-20% dari harga rumah tersebut (kurang lebih 150-300 juta rupiah).

    Ingin membayar bunga yang tidak terlalu tinggi? 

    Untuk mendapatkan tingkat bunga rendah, kamu bisa antara menambahkan jumlah DP, atau mengurangi jangka waktu pembayaran cicilan. 

    Semakin lama cicilannya, akumulasi bunga yang harus dibayarkan tanpa disadari jadi semakin banyak.

    Jadi, pastikan kamu mempertimbangkan jumlah DP dan juga jangka waktu cicilan, ya.

    2. Down payment kendaraan

    Ingin membeli kendaraan pribadi secara kredit? Ketahui dulu minimum down payment yang harus dibayarkan.

    Berdasarkan berita yang ada di Katadata, batas minimum pembayaran down payment untuk kendaraan pribadi masing-masing mulai desember 2019 turun beberapa persen. 

    DP untuk kredit motor jadi 15%, kendaraan roda tiga dan seterusnya menjadi 15%.

    Meskipun begitu, dilansir dari CNBC Indonesia, terdapat peraturan baru yang mewajibkan pembayaran down payment untuk kendaraan bermotor menjadi 25-40% (bervariasi antara kendaraan roda dua dan empat).

    Hal ini merupakan pencegahan pembayaran yang gagal, terutama karena pandemi Corona yang sedang melanda seluruh dunia.

    Beberapa perusahaan leasing bahkan dikatakan menaikkan DP minimal menjadi antara 30-40% untuk kendaraan roda empat. 

    Kalau meminjam kredit kendaraan di bank, bunga yang didapatkan biasanya lebih rendah daripada kredit kendaraan di leasing.

    Hasilnya, biaya bulanan yang harus dibayarkan pun tidak terlalu besar. 

    Sama seperti rumah, semakin pendek jangka waktu pinjaman, semakin rendah juga bunga yang harus dibayarkan.

    Meskipun down payment atau uang muka yang dibayar di awal pembelian kendaraan adalah salah satu faktor penentu nilai bunga, jangka waktu juga sama berpengaruhnya.

    Dengan minimum down payment yang meningkat, disarankan memendekkan jangka waktu pinjaman agar bunga yang dibayarkan tidak terlalu tinggi.

    Baca Juga: 5 Tips Beli Rumah Untuk Millennials, Beli Rumah Bukan Lagi Angan-Angan

    Keuntungan Down Payment

    down payment adalah

    © Pexels.com

    Ketika ingin melakukan down payment, kamu biasanya akan diberikan dua pilihan. Membayar DP dalam jumlah besar atau kecil.

    Menyadur dari Investopedia dan Rocket Mortgage, berikut adalah beberapa keuntungan ketika melakukan down payment baik besar maupun kecil.

    1. Keuntungan down payment besar

    Suku bunga rendah

    Dengan membayar DP besar, kamu akan memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah.

    Sehingga dalam waktu panjang, kamu bisa mengecilkan pengeluaran untuk membayar bunga selain cicilan setiap bulannya.

    Cicilan per bulan lebih kecil

    Tidak hanya suku bunga yang rendah, karena sudah membayar uang dalam jumlah cukup besar di awal, sisa yang kamu bayarkan dalam cicilan juga jadi kecil.

    Kepercayaan untuk melakukan kredit di lain waktu

    Melakukan down payment dengan jumlah besar juga membantumu untuk mendapatkan kepercayaan dari kreditur.

    Hal ini tentu akan membantumu ketika ingin melakukan kredit lagi di lain waktu.

    2. Keuntungan down payment kecil

    Mendapatkan barang dengan biaya kecil

    Membayar down payment dalam jumlah kecil juga memungkinkanmu untuk terima barang meski uang belum cukup.

    Cicilan sesuai budget yang dimiliki

    Meski cicilan yang dibayar jadi lebih besar dan durasinya lebih lama, kamu bisa tetap membayarnya sesuai dengan budget yang dimiliki.

    Ada sisa uang untuk kebutuhan yang lain

    Dengan membayar down payment dalam jumlah kecil pun kamu masih punya uang untuk hal atau kebutuhan yang lain.

    Hal ini tentu bisa membantumu dalam mengatur keuangan yang dimiliki.

    Baca Juga: Agar Terlindung, Pahami Asuransi untuk Mobil dan Kendaraan Bermotor Milikmu

    Itu dia penjelasan mengenai down payment dan cara kerjanya ketika ingin membeli aset secara kredit. 

    Dapat disimpulkan bahwa down payment adalah cara pembeli mengamankan aset yang dibeli, dan cara penjual memastikan bahwa pembeli akan meneruskan pembayarannya.

    DP dalam jumlah besar biasanya akan mengurangi nilai bunga yang harus dibayarkan.

    Tak hanya itu, jangka waktu cicilan juga menjadi salah satu faktor yang menentukan nilai bunga.

    Selain tentang metode pembayaran, kamu bisa mendapatkan lebih banyak insight seputar keuangan dengan baca kumpulan artikel dari Glints, lho.

    Nah, kamu bisa mengakses seluruh artikelnya dengan klik di sini, lho. Yuk, klik sekarang!

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 4.9 / 5. Jumlah vote: 7

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait