Daily Worker: Arti, Dasar Hukum, Upah & Contohnya
Ditulis oleh : Tim Glints TapLoker
Daily worker adalah salah satu bentuk hubungan kerja yang cukup fleksibel bagi perusahaan. Artikel ini akan membahas arti, aturan, pengupahan, dan contoh pekerjaannya.
Jika dilihat sekilas dari namanya, kamu mungkin mengira jenis hubungan kerja akan dibutuhkan untuk memenuhi proyek atau jangka waktu tertentu saja.
Namun, seperti apa sebenarnya daily worker itu secara lengkap? Simak jawabannya di bawah ini.
Isi Artikel
Apa Itu Daily Worker?
Dipetik dari Hukumonline, daily worker adalah orang yang bekerja pada suatu perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu yang bersifat tidak tetap baik dari segi waktu maupun keberlanjutan kerja.
Sistem pengupahan pekerjaan ini dihitung berdasarkan jumlah kehadiran harian.
Berbeda dari pekerja bulanan yang menerima gaji tetap setiap periode tertentu, daily worker dipekerjakan untuk kebutuhan khusus, seperti proyek sementara atau acara tertentu.
Dasar Hukum Daily Worker
Hubungan kerja antara daily worker dan pemberi kerja diatur secara jelas dalam UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
Aturan ini diperkuat oleh Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor Kep-100/Men/VI/2004 Tahun 2004, yang mengatur ketentuan lebih spesifik terkait mekanisme kerja dan pengupahan daily worker.
Berdasarkan aturan tersebut, mengutip Hukumonline, daily worker dipekerjakan dengan sejumlah persyaratan berikut:
- Perjanjian kerja dilaksanakan untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta upah didasarkan pada kehadiran,
- Perjanjian kerja daily worker dilakukan dengan ketentuan pekerja/buruh bekerja kurang dari 21 (dua puluh satu) hari dalam 1 (satu) bulan;
- Dalam hal pekerja/buruh bekerja 21 (dua puluh satu) hari atau lebih selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT.
Sistem Pengupahan Daily Worker
Sistem pengupahan daily worker diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 51 Tahun 2023 tentang Pengupahan. Perhitungan ini didasarkan pada kehadiran harian pekerja serta sistem kerja yang diterapkan oleh perusahaan.
Beberapa faktor penting yang memengaruhi pengupahan daily worker adalah:
- Waktu kerja:
Upah dihitung berdasarkan jumlah hari kehadiran pekerja dalam periode tertentu. Semakin banyak hari hadir, semakin besar upah yang diterima. - Volume pekerjaan yang diselesaikan:
Selain kehadiran, beberapa perusahaan juga mempertimbangkan jumlah atau kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh pegawai harian lepas. Semakin tinggi produktivitas pekerja, potensi insentif tambahan dapat diberikan.
Menurut aturan di atas, perhitungan upah bulanan bagi pegawai harian lepas dibagi berdasarkan jumlah hari kerja dalam seminggu, dengan rincian sebagai berikut:
Sistem kerja 6 hari per minggu:
Dalam sistem ini, upah bulanan dibagi dengan angka 25 hari. Artinya, nilai satu hari kerja adalah upah bulanan dibagi 25.Sistem kerja 5 hari per minggu:
Dalam sistem ini, upah bulanan dibagi dengan angka 21 hari. Dengan demikian, nilai satu hari kerja adalah upah bulanan dibagi 21.
Contoh Pekerjaan Daily Worker
Daily worker umumnya dipekerjakan untuk kebutuhan mendesak atau pekerjaan dengan sifat musiman. Berikut adalah beberapa contoh pekerjaan yang sering menggunakan sistem kerja daily worker:
1. Petugas packing barang
Biasanya diperlukan saat periode promo besar seperti hari belanja online nasional atau musim diskon tahunan.
Ketika volume pesanan melonjak, perusahaan membutuhkan lebih banyak tenaga untuk mengepak barang secara cepat. Namun, setelah lonjakan ini mereda, jumlah pekerja dikurangi kembali.
2. Petugas kebersihan
Pada musim liburan atau saat-saat ramai seperti akhir tahun dan libur panjang, perusahaan, tempat wisata, atau hotel sering merekrut petugas kebersihan tambahan untuk menangani peningkatan jumlah pengunjung.
Mereka dipekerjakan untuk menjaga kebersihan dalam waktu singkat tersebut.
3. Petugas gudang
Perusahaan yang menerima barang dalam jumlah besar sekaligus sering membutuhkan tenaga kerja harian untuk membantu bongkar muat dan penyusunan barang di gudang. Setelah tugas selesai, pekerjaan mereka biasanya berakhir.
4. Kru acara
Penyelenggaraan event seperti konser, pameran, atau seminar adalah hal yang membutuhkan tenaga daily worker untuk membantu logistik dan operasional. Pekerjaan ini bersifat sementara dan biasanya selesai bersamaan dengan berakhirnya acara.
5. Tukang bangunan
Tukang bangunan sering dipekerjakan untuk proyek kecil seperti renovasi rumah atau pembangunan toko. Setelah proyek selesai, kontrak kerja mereka berakhir.
6. Tenaga promosi atau SPG musiman
Selama peluncuran produk baru atau periode belanja seperti Lebaran, Natal, atau tahun baru, perusahaan sering mempekerjakan sales promotion girl/boy (SPG/SPB) harian untuk membantu meningkatkan penjualan.
Perbedaan Daily Worker dan Freelancer
Walaupun sama-sama tidak terikat kontrak jangka panjang, terdapat beberapa perbedaan jelas antara pegawai harian lepas dan freelancer:
1. Hubungan dengan perusahaan
Daily worker memiliki hubungan formal dengan perusahaan yang diatur dalam perjanjian kerja tertentu. Mereka terikat pada aturan perusahaan, seperti kebijakan keterlambatan, jam kerja, dan tata tertib lainnya.
Sebaliknya, freelancer bekerja secara mandiri dan tidak terikat dengan aturan internal perusahaan. Freelancer umumnya hanya diwajibkan menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan dengan klien tanpa harus mematuhi aturan internal perusahaan.
2. Jam kerja
Daily worker biasanya memiliki jadwal kerja yang ditentukan oleh perusahaan, dengan pola yang mirip karyawan tetap. Mereka harus hadir di lokasi kerja dan bekerja pada jam yang telah ditentukan.
Freelancer memiliki jam kerja yang fleksibel. Mereka bebas menentukan kapan dan di mana mereka bekerja, asalkan proyek selesai sesuai tenggat waktu (deadline) yang telah disepakati dengan klien.
3. Rekan kerja
Daily worker adalah pekerja yang sering masih dianggap bagian dari tim internal perusahaan. Mereka bekerja bersama rekan satu tim dan melapor kepada atasan langsung. Misalnya, kru acara harian harus berkoordinasi dengan event coordinator selama acara berlangsung.
Sebaliknya, freelancer biasanya tidak terlibat dalam tim internal perusahaan. Mereka bekerja secara mandiri dan hanya berkomunikasi dengan klien atau pihak yang memberikan proyek, tanpa pengawasan langsung dari manajer perusahaan.
4. Sistem pembayaran
Daily worker menerima pembayaran berdasarkan kehadiran harian mereka. Jumlah hari kerja dalam sebulan menentukan total upah yang diterima,.
Freelancer dibayar berdasarkan hasil pekerjaan yang telah disepakati. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai dan tidak memperhitungkan jumlah hari atau jam yang dihabiskan untuk menyelesaikan proyek.
5. Tipe pekerjaan
Jenis pekerjaan daily worker biasanya bersifat musiman atau situasional. Mereka direkrut ketika ada kebutuhan mendesak, seperti peningkatan volume kerja saat peak season, penyelenggaraan acara, atau proyek jangka pendek.
Di sisi lain, freelancer bisa menerima proyek kapan saja, tanpa harus menunggu momen tertentu. Proyek yang diterima biasanya berfokus pada keahlian tertentu, seperti desain grafis, penulisan konten, atau pembuatan situs web, dan dapat terjadi sepanjang tahun.
Perbedaan Daily Worker dan Pegawai Harian Lepas
Perbedaan antara daily worker dan pekerja/pegawai harian lepas (PHL) hanya terletak pada istilah dan konteks penggunaannya. Berikut penjelasannya:
1. Penggunaan istilah
Daily worker lebih sering digunakan di lingkungan perusahaan sipil/swasta, perusahaan asing, atau dalam konteks pekerjaan di luar negeri.
Istilah ini merujuk pada pekerja yang dibayar berdasarkan jumlah hari kerja atau pekerjaan tertentu, biasanya tanpa adanya ikatan kontrak jangka panjang.
Sementara itu, istilah PHL lebih sering dipakai di lingkungan BUMN atau instansi pemerintahan di Indonesia. Sama seperti daily worker, pekerja ini juga bekerja secara harian dan tidak memiliki kontrak kerja yang mengikat secara jangka panjang.
2. Hak dan sistem kerja
Keduanya istilah tersebut. memiliki sistem kerja yang sama. Mereka dibayar berdasarkan jumlah hari kerja atau hasil pekerjaan yang diselesaikan.
Berdasarkan hal-hal tersebut, sebenarnya, daily worker dan PHL adalah konsep yang sama, hanya berbeda istilah sesuai konteks penggunaannya di lingkungan/perusahaan seperti apa.
Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui seputar daily worker. Pekerjaan ini cocok untukmu yang ingin bekerja secara fleksibel sesuai dengan jangka waktu proyek.
Tertarik dengan pekerjaan ini? Kamu bisa menemukan ragam lowongannya di Glints TapLoker. Ada banyak lowongan pekerjaan dari perusahaan di seluruh Indonesia. Yuk, lihat loker harian di Glints TapLoker dan lamar sekarang!
Referensi:
