Buzzword dalam Bisnis: Mana yang Perlu Kamu Pakai dan Hindari?

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 9 mnt
Ditulis oleh : Andre Oliver

Bila kamu hendak menjadi profesional di bidang business dan sales, maka wajib hukumnya untuk mempelajari buzzword dalam bisnis.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Kumpulan kata-kata ini telah terserap dalam budaya perusahaan dan memiliki banyak fungsi, mulai dari keperluan diskusi hingga kemajuan bisnis.

Namun, terdapat juga kumpulan buzzword yang wajib kamu tinggalkan. Mengapa demikian? Sederhananya, karena kata-kata tersebut sudah kuno atau terlalu sering dilontarkan.

Nah, melihat perannya yang penting, kali ini, Glints akan merangkum buzzword dalam bisnis yang perlu kamu gunakan dan hindari. Yuk, disimak!

Baca Juga: Bisa Hadirkan Profit Berlimpah, Ketahui Pentingnya Rainmaker untuk Perusahaan

Buzzword dalam Bisnis yang Perlu Digunakan

buzzword dalam bisnis

© Freepik.com

1. Corporate synergy

Buzzword dalam bisnis pertama yang wajib kamu manfaatkan adalah corporate synergy.

Istilah ini umumnya mengacu pada kolaborasi antar perusahaan atau antar tim internal pada sebuah organisasi.

Menggambarkan kebersamaan dan kerja sama, corporate synergy cocok digunakan saat kamu ingin mendeskripsikan hubungan profesional yang sehat.

Akan tetapi, kamu perlu hati-hati saat menggunakannya. Jika dilontarkan secara sembarangan, maka makna kuat dari istilah ini akan hilang.

2. Disruption

Melansir laman Inc, kata disruption merupakan salah satu buzzword bisnis yang masih relevan hingga saat ini.

Istilah tersebut mengacu pada teknologi atau produk yang dapat mengubah lanskap persaingan di dalam pasar.

Nah, istilah disruption dapat kamu tempatkan selama proses penjualan berlangsung.

Namun, sebelum mendeskripsikan produk sebagai disruption, ketahui dahulu fungsi yang ditawarkannya.

Bila tidak terlalu mutakhir, maka jangan memaksakan diri untuk menggunakan kata tersebut.

3. Incentivize

Buzzword dalam bisnis satu ini perlu kamu gunakan agar bisa meraih kepercayaan dari partner dan customer.

Mengapa demikian? Pasalnya, istilah incentivize mengacu pada suatu hal yang dapat memotivasi seseorang untuk bertindak.

Baca Juga :  Seluk-beluk Customer Churn Rate dan 3 Cara Ampuh Menguranginya

Meskipun sudah sering digunakan, kata incentivize masih bisa gunakan karena sifatnya yang memberikan keuntungan.

Baca Juga: Ingin Penjualanmu Meningkat? Yuk, Ketahui 6 Prediksi Tren Sales di 2021

4. Customer journey

Menurut Blueleadz, istilah customer journey merupakan buzzword yang masih signifikan bagi kemajuan bisnis.

Sebab, kata customer journey bisa menggambarkan perusahaan yang ramah akan kebutuhan pelanggannya.

5. Hyperlocal

Nah, istilah hyperlocal merupakan sebuah buzzword yang tak lama ini masuk ke dalam daftar istilah penting dunia bisnis.

Mengapa demikian? Karena, hyperlocal menggambarkan badan usaha yang peduli akan kualitas kontennya.

Bagi kamu yang belum tahu, hyperlocal adalah proses optimasi konten yang bertujuan untuk mencerminkan lokasi perusahaan, menggunakan alamat jalan, informasi lingkungan, serta kedekatan dengan landmark lokal.

Buzzword dalam Bisnis yang Perlu Dihindari

buzzword dalam bisnis

© Pexels.com

1. Growth hack

Menyadur laman Small Biz Trends, growth hack merupakan salah satu buzzword dalam bisnis yang wajib kamu hindari.

Meskipun istilah ini baru muncul, makna yang diberikan cenderung negatif karena sifatnya yang tidak spesifik.

2. Viral

Sama halnya dengan istilah growth hack, kata viral adalah salah satu buzzword bisnis yang memiliki stigma negatif.

Pasalnya, istilah viral kerap disandingkan dengan konten populer yang kontroversial.

Selain itu, banyak perusahaan yang lebih mementingkan angka sebagai bukti kesuksesan kampanye daripada sekadar menggunakan tajuk viral.

3. Influencer

Istilah satu ini tengah memanas di dalam ruang lingkup bisnis. Akan tetapi, makna yang diberikan telah mengalami perubahan.

Seharusnya, istilah influencer menggambarkan orang yang dapat memberikan pengaruh. 

Namun, kini, kata influencer dirasa kurang sesuai karena tidak memberikan gambaran akan bidang yang dikuasai orang tersebut.

4. Motivated / Driven

Disari dari Get Proofed, buzzword dalam bisnis terakhir yang perlu kamu hindari adala motivated atau driven.

Baca Juga :  Organic Marketing vs Paid Marketing: Strategi Mana yang Lebih Dibutuhkan Marketer?

Mengapa demikian? Pasalnya, istilah tersebut kini dianggap omong kosong. Seharusnya, setiap industri memiliki semangat dan selalu termotivasi untuk sukses.

Maka, motivated atau driven tidak menggambarkan keunikan apa pun. 

Baca Juga: Rebranding, Usaha Perusahaan untuk Bertahan dari Bisnis Kompetitor

Itu dia kumpulan buzzword dalam bisnis yang sifatnya wajib kamu gunakan dan hindari.

Intinya, penggunaan buzzword di atas harus disertakan dengan konteks dan situasi yang sesuai.

Bila digunakan secara berlebihan, makna kuat dalam istilah-istilah tersebut bisa hilang dan kelak menjadi wajib untuk dihindari.

Bagaimana? Buzzword mana yang akan kamu gunakan? Atau justru kamu masih penasaran dengan istilah-istilah mendasar dunia bisnis?

Tenang saja, kamu bisa, lho, ikuti kelas di Glints Experclass.

Pada kelas kategori business fundamentals, para pakar dan profesional bisnis siap untuk mengajarkanmu berbagai materi menarik.

Yuk, daftar sekarang. Jangan sampai ketinggalan!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon