5 Cara Kembangkan Brand Voice untuk Bangun Kepercayaan Pelanggan

Diperbarui 18 Jan 2021 - Dibaca 13 mnt

Isi Artikel

    Brand voice adalah kunci untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan membangun kepercayaan mereka terhadap bisnis kita.

    Setiap perusahaan tentunya akan berlomba-lomba agar bisa memiliki pelanggan yang loyal. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dan salah satunya dengan mengembangkan brand voice.

    Saat bisnismu sudah memiliki brand voice, pasti akan lebih mudah terhubung dengan pelanggan. Tidak hanya itu saja, pelanggan juga akan merasa lebih percaya dan mau terlibat dengan bisnis.

    Sebelum mulai mengembangkan brand voice, kamu harus paham bahwa prosesnya tidak bisa dilakukan dengan instan.

    Setiap perusahaan tentunya memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengembangkan strategi yang tepat sebelum akhirnya memiliki brand voice yang sukses.

    Jika kamu penasaran dengan brand voice mulai dari pengertian hingga cara mengembangkannya, simak rangkumannya di bawah ini, ya!

    Baca Juga: Pengertian dan Cara Efektif Tingkatkan Customer Loyalty

    Apa Itu Brand Voice?

    brand voice adalah

    © Rawpixel.com

    Jika brand identity adalah bagaimana cara membentuk persepsi orang terhadap bisnis yang dijalankan, hal itu berbeda dengan brand voice

    Pasalnya, menurut 99designs brand voice adalah gaya berkomunikasi suatu brand kepada para pelanggannya.

    Gaya berkomunikasi brand ini haruslah sesuai dengan target pelanggan serta kepribadian dari brand itu sendiri. 

    Contoh-contoh dari kepribadian brand misalnya intelektual, santai, ceria, berwibawa, atau serius.

    Jadi, sebelum mulai mencari gaya berkomunikasi yang tepat sebaiknya ketahui dulu target pelanggan dan pastikan telah sesuai dengan kepribadian dari brand.

    Contohnya, kamu memiliki bisnis pakaian kekinian dengan target pelanggan anak muda perkotaan. 

    Tentu saja cara berkomunikasinya harus dengan bahasa yang kasual atau bahkan menggunakan bahasa Inggris.

    Menentukan gaya bahasa untuk berkomunikasi dengan pelanggan tidak boleh lagi disepelekan. 

    Pasalnya, brand voice adalah salah satu faktor penting untuk membangun hubungan baik dengan customer dan menjadikan mereka pelanggan setia.

    Baca Juga: Ketahui 5 Alasan Kenapa Branding Sangat Penting untuk Startup

    Cara Mengembangkan Brand Voice

    © Rawpixel.com

    Setelah mengetahui seperti apa definisi dari brand voice, kini cari tahu dulu bagaimana cara untuk mengembangkannya.

    1. Deskripsikan brand dengan detail

    Seperti yang dijelaskan di atas, brand voice haruslah menunjukkan kepribadian dari brand. Oleh karena itu, langkah pertama dalam pengembangannya adalah dengan mendeskripsikan brand terlebih dahulu.

    Seperti yang dijelaskan oleh Renderforest, brand voice adalah suatu kepribadian unik yang diproyeksikan oleh brand melalui konten di platform komunikasi yang berbeda.

    Oleh karena itu, kepribadian tersebut haruslah dicari tahu terlebih dahulu. Menentukan kepribadian dari brand bisa dilakukan dengan mudah seperti saat kita menilai orang lain.

    Dalam hal ini, kepribadian brand bisa diibaratkan seperti karakter film.

    Supaya karakter di film bisa meyakinkan dan dipercaya oleh penonton, tentu mereka harus memiliki dialog yang menunjukkan kepribadiannya.

    Kosakata yang dipilih oleh karakter, bagaimana nada suaranya, serta seperti apa mereka saat mengomentari situasi dapat dijadikan pedoman. 

    Hal itu juga dapat diterapkan untuk brand. Saat bisa konsisten menunjukkan seperti apa cara bersikap saat menghadapi suatu situasi tentu akan membuat pelanggan tahu karakter dari brand.

    Selain itu, brand voice juga ditunjukkan dari pemilihan kata atau frasa yang digunakan di media sosial. Bahkan, panggilan sapaan untuk audiens juga termasuk dalam brand voice.

    Sebelumnya, kamu bisa melakukan riset pada brand kompetitor untuk mengetahui karakter mereka.

    Coba pelajari kontennya mulai dari pemilihan kata atau sapaan untuk audiens. Hal itu bisa dijadikan acuan dalam mengembangkan brand voice dari bisnismu.

    2. Lakukan audit pada brand voice

    Setelah mengetahui value dari brand dan seperti apa target pelanggan, kini kamu perlu melakukan audit pada brand voice yang sudah dilakukan oleh perusahaan.

    Tanpa disadari, pasti brand sudah memiliki gaya bahasanya sendiri saat melakukan pemasaran lewat konten digital baik itu di media sosial atau blog.

    Namun, kini lakukan pembaruan pada brand voice-mu. Cari tahu apakah hal itu sudah mencerminkan value dari perusahaan dan sesuai dengan target pelanggan.

    Coba periksa setiap konten yang sudah dibuat baik itu di media sosia, blog, atau lainnya. Hal itu akan memudahkanmu untuk menilai brand voice apakah sudah selaras.

    Dilansir dari Semrush, terdapat empat dimensi pada tone of voice yang bisa diterapkan oleh brand.

    Misalnya saja lucu vs serius, formal vs kasual, penuh hormat vs kurang sopan, dan antusias vs mengedepankan fakta.

    3. Buatlah tabel brand voice

    © Renderforest.com

    Setelah memilih tone of voice yang paling sesuai digunakan untuk brand, langkah berikutnya adalah mengembangkannya lewat tabel.  

    Lewat tabel ini kamu bisa menuliskan seperti apa karakteristik dari brand. Misalnya, brand memiliki karakteristik yang passionate, tentunya harus memiliki brand voice yang aktif dan selalu antusias.

    Dengan membuat tabel kamu bisa membuat kolom hal apa saja yang harus dilakukan dan dihindari.

    Dalam contoh di atas, karakteristik brand adalah passionate. Jadi hal yang harus dilakukan misalnya memberikan komentar dengan antusias atau selalu aktif memberikan dukungan kepada pelanggan.

    Sementara itu, untuk hal yang perlu dihindari misalnya terlalu pasif atau tidak tertarik dengan sejumlah aktivitas yang dapat mendukung produk.

    Tabel ini sangat berguna karena bisa menjadi referensi bagi seluruh tim yang nanti akan menggunakannya.

    Pasalnya gaya penulisan brand haruslah sesuai dengan tone yang sudah dibuat baik itu untuk penulisan artikel di blog, caption di Instagram, dan lainnya.

    4. Buat panduan gaya bahasa untuk konten

    Bagi semua perusahaan yang peduli dengan perkembangan kontennya, pasti akan membuat panduan gaya bahasa konten.

    Strategi brand voice pasti akan sukses jika bisa konsisten dikenalkan ke pelanggan. Oleh karena itu, dibutuhkan panduan khusus penulisan gaya konten.

    Misalnya, untuk penulisan artikel blog, dibutuhkan gaya bahasa yang seperti apa. Hal ini sangat dibutuhkan bagi content writer agar bisa membuat artikel yang sesuai dengan brand voice perusahaan.

    Kemudian, panduan gaya konten untuk Instagram, Twitter, Facebook, email marketing juga harus dibuat agar bisa seragam dan menonjolkan value dari perusahaan.

    Buatlah panduan tersebut sedetail mungkin agar setiap anggota tim bisa memahaminya dengan mudah.

    5. Jangan malas melakukan revisi

    Brand voice adalah salah satu elemen penting untuk membangun koneksi yang kuat dengan pelanggan.

    Itulah mengapa perusahaan harus selalu memantau apakah brand voice mereka memang telah tepat sasaran dan bisa memunculkan hubungan emosional dengan pelanggan.

    Jika hasilnya belum maksimal, tentu saja kamu bisa merevisi aturan gaya bahasa dan mencari penggantinya yang paling tepat.

    Dilansir dari Content Marketing Institute, sebaiknya pembuat konten di perusahaan harus tetap melakukan evaluasi berkelanjutan mengenai brand voice.

    Cari tahu apakah ada gaya bahasa yang masih tidak sesuai dengan value perusahaan atau tidak cocok dengan target audiens.

    Brainstorming akan lebih memudahkan untuk mengetahui apakah konten yang sudah mengimplementasikan brand voice memiliki dampak yang positif bagi perusahaan.

    Jadi, pelanggan pun bisa merasakan koneksi emosional dengan konten yang dibuat hingga akhirnya menjadi pelanggan yang loyal.

    Baca Juga: Brand Loyalty vs. Customer Loyalty: Apa Perbedaannya?

    Demikianlah penjelasan yang sudah Glints persiapkan mengenai brand voice mulai dari pengertian hingga cara mengembangkannya.

    Satu hal yang harus kamu ingat bahwa brand voice adalah cara bagaimana brand berkomunikasi dengan pelanggannya.

    Oleh karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara terus-menerus dan konsisten.

    Jika tertarik dengan komunikasi brand, marketing, atau dunia bisnis, kamu bisa meperdalam pengetahuanmu dengan ikut Glints ExpertClass.

    Kelas online dari Glints ini memungkinkanmu mendapatkan beragam pengetahuan baru dari para pakarnya langsung, lho.

    Yuk, cari kelas yang paling kamu inginkan di Glints ExpertClass dan segera upgrade skill-mu.

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Comments are closed.

    Artikel Terkait