Banting Tulang Demi Kerja 9-5? Apakah Harus Begitu?

Diperbarui 20 Mar 2022 - Dibaca 4 mnt

Isi Artikel

    Banyak dari kita yang menjalani setiap hari dengan rutinitas kerja 9-5. Sampai kantor pukul 9 pagi, pulang kantor pukul 5 sore.

    Begitu terus, dari hari Senin sampai Jumat. Harus begitu, karena kalau tidak begitu, bisa saja ada sanksi yang menanti bagi pelanggarnya.

    Apakah ini adalah gambaran ideal dari kondisi kerja masa kini? Katanya, milenial suka lingkungan kerja yang bebas.

    Katanya, tidak suka dikekang. Namun, apakah anggapan itu benar? Pada kesempatan kali ini, Glints mengadakan survey yang ditujukan kepada 300 profesional muda dengan rentang usia 22-35 tahun.

    Kira-kira, apa ya kesimpulannya? Simak artikel ini sampai habis, yuk!

    Jam Kerja 9-5 Adalah Kewajiban

    © Pexels.com

    Ya, jam kerja 9-5 adalah kewajiban bagi 65% responden survey ini, dan 60% responden menyatakan bahwa jam kerja ini akan mendatangkan sanksi yang akan berpengaruh pada gaji apabila jam kerja ini dilanggar.

    Walaupun ada yang menyatakan bahwa jam kerja 9-5 bukan hal yang wajib, rupanya kebanyakan responden (87%) menyatakan bahwa mereka perlu melakukan izin ketika proses kerja 9-5 tidak bisa dilakukan. Dan selalu ada kemungkinan kalau izin tersebut tidak dipenuhi.

    Jam Kerja 9-5 Efektif untuk Semua Orang?

    Apakah jam kerja 9-5 efektif untuk semua orang? Dalam survey ini, 45% responden yang menyatakan bahwa mereka memanfaatkan waktu 9-5 penuh untuk bekerja.

    Namun, ternyata 67% responden menyatakan bahwa sebenarnya mereka bisa menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan walaupun mereka tidak hadir di kantor pada pukul 9-5.

    Dampaknya adalah, dalam jam kerja yang ditetapkan, selalu ada saja saat-saat di mana pekerja merasa sangat tidak produktif.

    Karenanya, banyak energi yang terkuras untuk hal yang tidak produktif, sebagaimana disepakati oleh 72% responden survey ini.

    Sepertinya, Lebih Enak Kalau Fleksibel

    © Pexels.com

    79% responden survey ini sepakat bahwa mereka akan merasa lebih produktif apabila diberikan kebebasan untuk berkarya di waktu yang mereka inginkan, tanpa harus terikat aturan jam kerja.

    Sepertinya, tidak masalah untuk sekali-kali bekerja sampai larut malam ataupun bisa sewaktu-waktu dihubungi sekalipun, asalkan punya pola yang fleksibel. Hal ini yang disepakati oleh 60% responden survey ini.

    Jam Kerja Fleksibel Membuat Hidup Lebih Mudah

    Kehidupan pribadi bisa diatur dengan lebih mudah kalau punya jam kerja fleksibel! Begitulah yang disetujui oleh 79% responden survey ini.

    Dengan fleksibilitas jam kerja, tidak perlu banyak pikiran bila sewaktu-waktu ada urusan mendadak di luar kantor.

    Selain itu, 81% responden juga akan merasa lebih produktif apabila mereka diizinkan untuk fokus bekerja tanpa terikat aturan lain, seperti aturan jam kerja.

    Kemudian, 83% responden survey ini sepakat kalau fleksibilitas jam kerja mampu mengurangi tingkat stres karena kerja.

    Pola kerja 9-5 diketahui secara luas ketika Henry Ford memberlakukannya pada 1914.

    Beliau menerapkannya karena pola kerja pada saat itu (12 jam sehari) dinilai tidak efektif di perusahaannya. Ketika Ford memberlakukan jam kerja 9-5, rupanya output perusahaan meningkat.

    Nah, apakah sebaiknya perusahaan terus menerus menggunakan metode yang sudah diterapkan lebih dari 100 tahun silam?

    Sepertinya sih, yang harus lebih ditekankan adalah hasil kerja dibandingkan dengan durasi seseorang di kantor.

    Menurut Tony Schwartz, CEO dari Energy Project, manusia itu tidak beraktivitas dengan linear dan konstan seperti robot.

    Dan umumnya pikiran manusia bisa fokus selama 60-120 menit untuk suatu pekerjaan dan butuh 30 menit istirahat agar bisa kembali ke titik fokus. Kalau ternyata pekerjaanmu bisa selesai dalam beberapa kali fokus selama 60-120 menit, kenapa harus kerja 8 jam sehari?

    Tapi, tenang saja! Sekarang sudah banyak perusahaan yang menerapkan fleksibilitas bagi karyawannya. Yuk, langsung temukan lowongan pekerjaan yang pas buatmu di Glints!

    Klik tombol di bawah ini, ya!

    CARI LOWONGAN

      Seberapa bermanfaat artikel ini?

      Klik salah satu bintang untuk menilai.

      Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

      Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

      We are sorry that this post was not useful for you!

      Let us improve this post!

      Tell us how we can improve this post?


      Comments are closed.

      Artikel Terkait