Tips dan Dasar-Dasar Penting Bahasa Pemrograman Ruby

Tayang 02 Jan 2026 - Dibaca 8 mnt
Ditulis oleh : Bima Tandika

Seiring berkembangnya teknologi, belajar pemrograman bukan lagi menjadi kegiatan yang asing. Di antara bahasa pemrograman yang ada, Ruby menjadi salah satu  yang unggul untuk mengembangkan website.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Buat kamu yang baru mendengar bahasa pemrograman Ruby, coba simak informasi seputar bahasa Ruby berikut ini.

Apa Itu Pemrograman Ruby?

perbedaan java dan javascript

© Freepik

Pada tahun 1995, bahasa pemrograman Ruby untuk pertama kali diluncurkan. Dilansir dari Sitepoint, Ruby lahir dari seorang ilmuwan komputer Jepang bernama Yukihiro Matsumoto.

Saat itu Yukihiro ingin membuat bahasa scripting yang lebih hebat daripada Perl serta mendukung pemrograman berorientasi objek yang lebih andal dari Python. Begitulah awal mula Ruby diciptakan.

Ruby dikenal sebagai bahasa pemrograman berbasis objek  yang dapat dijalankan di lintas platform seperti Windows, Linux, bahkan DOS sekalipun. Hal seperti itu diungkapkan misalnya oleh Freecodecamp.

Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, kini Ruby menjadi salah satu bahasa pemrograman populer di kalangan developer dalam mengembangkan aplikasi web.

Salah satu perusahaan terkenal menggunakan Ruby adalah Twitter.

Baca Juga: Programmer Vs. Developer, Apa Bedanya?

Kelebihan Bahasa Pemrograman Ruby

sales manager

© Pixabay.com

Ada beberapa alasan mengapa bahasa Ruby begitu digemari oleh pengembang web. Berikut penjelasannya

1. Punya syntax yang sederhana

Bila dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain, Ruby memiliki syntax yang sederhana sehingga mudah untuk dipelajari.

elain itu, selama menggunakan Ruby, kamu tak perlu khawatir mengenai error akibat kurang tanda titik koma di akhir syntax. Hal ini dikarenakan, Ruby tidak menggunakan prosedur tersebut dalam penulisan skripnya.

Contohnya membuat Hello World standar. Setelah membuat file berekstensi rb, kamu bisa mengetikkan kode di bawah tanpa tanda titik koma.

my_string = ‘Hello World’

Puts my_string

2. Mendukung konsep pemrograman berbasis objek (OOP)

Seperti yang diketahui, pemrograman dengan konsep OOP dinilai lebih fleksibel karena mudah dipelajari dan mudah untuk dikembangkan.

Baca Juga :  9 Jenis Media Marketing yang Bantu Brand-mu Semakin Dikenal

Dalam praktiknya, konsep pemrograman ini memanfaatkan kumpulan objek yang saling berinteraksi serta bertukar data untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan.

3. Hadir dengan garbage collector

Kamu pasti bertanya-tanya, apa itu garbage collector? Jadi, lewat fitur ini objek-objek yang tidak dibutuhkan akan terhapus secara otomatis dan menciptakan memori tambahan.

Nah, memori yang masih tersedia ini nantinya dapat diisi oleh objek lain yang lebih penting. Dengan demikian, sebagai developer kamu bisa leluasa dalam menghadirkan objek-objek baru.

4. Menawarkan beberapa fitur yang unggul

Selain garbage collector, Ruby juga menghadirkan beberapa fitur unggulan lainnya. Salah satunya adalah fitur exception yang berfungsi mengatasi error seperti yang dilakukan bahasa Java dan Python.

Di sisi lain, Ruby juga memiliki kemampuan untuk melakukan load library extention secara dinamis. Satu lagi fitur andalan Ruby adalah OS threading yang independen.

Mengenal Framework Ruby on Rails

bahasa pemrograman Ruby

© Freepik

Di kalangan para pengembang, Ruby on Rails dikenal sebagai Rails. Framework ini  dibangun menggunakan Ruby dan bersifat open source dengan lisensi MIT.

Tujuan penggunaan Rails ini adalah memungkinkan para programmer untuk bekerja lebih cepat, sehingga hasilnya pun bisa dilihat jauh lebih cepat.

Ruby on Rails pertama kali dikembangkan oleh David Heinemeier Hansson pada tahun 2003.

Rails dibangun menggunakan konsep MVC (Model, View, Controller) yang banyak digunakan untuk membangun aplikasi web dan desktop.

Dengan menggunakan MVC, nantinya logika aplikasi akan dipisahkan menjadi tiga bagian yang saling berhubungan.

1. Model

Model biasanya berisi fungsi-fungsi yang digunakan dalam pengelolaan database seperti mengupdate dan memasukkan data ke dalam database.

2. View

View merupakan bagian yang mengatur tampilan website. Jadi, di sinilah kamu bisa meletakkan syntax HTML untuk mempercantik halaman website. Bisa dikatakan bahwa view merupakan halaman web itu sendiri.

Baca Juga :  8 Tips Mendapatkan Beta Tester untuk Menguji Produkmu

3. Controller

Controller berfungsi sebagai jembatan antara model dan view. Di dalamnya kamu bisa menuliskan perintah-perintah untuk memproses data dan menampilkan data tersebut ke halaman web.

Baca Juga: Ingin Belajar Web Developer? Pelajari Langkah-langkahnya di Sini!

Mengenal Syntax Dasar pada Ruby

PHP adalah

© Freepik

Untuk mulai belajar bahasa pemrograman Ruby, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengenal beberapa syntax dasar seperti berikut ini

1. Variabel Ruby

Dalam bahasa pemrograman, variabel digunakan untuk menampung nilai untuk semua tipe data seperti integer, boolean, array, string, dan hashes.

Kamu bisa membuat nama variabel sesuai dengan kebutuhan tanpa harus mendeklarasikan tipe data terlebih dahulu. Biar lebih jelas, berikut contohnya.

 

my_variable = 10

my_variable = “Hello World”

my_variable = true

 

Pada contoh di atas, my_variable disebut sebagai variabel yang menampung nilai. Adapun tipe data pada variabel tersebut akan disesuaikan dengan nilai yang diberikan.

Dimulai dari skrip pertama menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki tipe data integer, string, dan boolean.

2. Menampilkan teks pada console

Setelah membuat variabel, kamu memerlukan perintah puts atau print untuk menampilkan isi variabel pada console. Berikut contohnya:

 

my_variable = “Hello World”

puts my_variable

print my_variable

3. Operasi aritmatika

Ruby menyediakan beberapa operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, modulus, dan perpangkatan. Berikut contoh syntax-nya:

 

print 4+5

#penambahan: output 9




print 9-3

#pengurangan: output 6




print 3*4

#perkalian: output 12




print 3**3

#perpangkatan: output 27




print 9%6

#modulus: output 3

 

4. Object Method

Method bisa disebut sebagai fungsi built-in dari Ruby. Untuk memanggil method, kamu perlu menggunakan tanda titik (.) disertai dengan method yang ingin kamu panggil. Contohnya seperti ini:

 

var = “rubypedia”




print var.length

#method length digunakan untuk menghitung jumlah karakter. Output dari syntax di atas adalah 9.

Baca Juga :  7 Hal yang Harus Kamu Lakukan Jika Ijazah Ditahan Perusahaan

 

print var.upcase

#method upcase berfungsi mengubah value variabel var menjadi huruf kapital. Hasilnya RUBYPEDIA.

 

print var.reverse

#method reverse berfungsi membalik urutan karakter pada value variabel var. Hasilnya aidepybur.

 

5. If Else Statement

If Else statement merupakan syntax yang digunakan untuk menentukan kondisi benar atau salah.

Di dalamnya kamu juga bisa mengombinasikannya dengan operator seperti lebih dari (>), kurang dari (<), sama dengan (==), lebih dari sama dengan (>=), kurang dari sama dengan (<=), hingga operator logika or (||).

 

number = 3




if number < 10

print “number lebih besar dari 10”

else

print “number tidak lebih besar dari 10”

end

#output dari pernyataan if else di atas adalah number tidak lebih besar dari 10 karena nilai dari variabel number adalah 3 yang notabene lebih kecil dari angka 10.

Baca Juga: Mengenali Perbedaan Bahasa Pemrograman Java dan JavaScript

Demikian informasi mengenai apa itu bahasa pemrograman Ruby beserta contoh syntax sederhana dalam bahasa Ruby.

Di Indonesia, Ruby developer menjadi salah satu pekerjaan di bidang IT yang banyak dicari. Untuk menemukan lowongan kerja seputar IT lainnya, yuk segera daftarkan dirimu di Glints dan dapatkan informasi terbarunya.


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon