×

Ciri-ciri Ambivert dan Bagaimana Mereka di Lingkungan Kerja

November 21, 2018 | No Comments

Menilai kepribadian pada diri sendiri bukanlah sesuatu yang mudah, lho! Apakah kamu seorang introvert? Apakah kamu seorang extrovert? Atau malah kamu masih bingung dengan kepribadianmu? Mungkin kamu adalah seorang ambivert! Wah apa tuh ambivert? Ambivert merupakan sebuah kepribadian yang mempunyai ciri-ciri introvert dan juga extrovert, lebih mudahnya ambivert ada di tengah-tengah mereka. Seorang ambivert ini bisa menyesuaikan diri sebagai intovert dan juga sebagai extrovert. Contohnya saja seorang ambivert ini bisa jadi orang yang outgoing layaknya extrovert, tapi juga bisa menjadi seorang yang pendiem dan thoughful seperti seorang intorvert.

Baca Juga: Hi Introvert! Cari Penghasilan Tambahan Dari 5 Pekerjaan Ini, Yuk!

Dalam bersosialisasi, otak kita dipengaruhi oleh zat Dophamine yang merupakan zat perangsang untuk memberikan kebahagiaan kepada diri kita dan setiap orang pun punya tingkat Dophamine yang berbeda-beda. Dophamine ini berada dalam bagian otak manusia yang disebut sebagai neo-cortex untuk menstimulasi rangsangan pada kepribadian kita. Jika secara alami seseorang mendapatkan stimulasi yang tinggi, mereka biasanya merupakan seseorang yang introvert. Mereka akan berusaha menghindari kumpulan orang-orang banyak yang pada akhirnya membuat mereka merasa lelah sendiri. Sebaliknya, jika stimulasi yang didapatkan sangat rendah maka orang tersebut merupakan seorang yang extrovert karena merasa bosan dan akhirnya ingin bersosialisasi untuk meningkatkan level Dophamine-nya dan merasa lebih baik.

Nah, untuk seorang ambivert, stimulasi dari otak ini tentunya tidak se-ekstrem para introvert dan extrovert yang sangat tinggi ataupun sangat rendah, melainkan seimbang yang membuat mereka lebih fleksibel menentukan mana yang lebih baik untuk dirinya. Adam Grant, seorang psikolog organisasi dan profesor psikologi di University of Pennsylvania Wharton School, menjelaskan bahwa seorang ambivert mungkin lebih baik dibanding introvert dan ekstrovert dalam memahami emosi orang lain. Kemampuan itulah yang membuat orang dengan kepribadian ambivert menjadi orangtua dan pasangan yang lebih baik. Lalu, apakah kamu seorang ambivert?

Ciri-Ciri Seorang Ambivert

  • Dapat bekerja dalam kelompok maupun individu. Seorang ambivert tidak punya preferensi sama sekali untuk memilih ini.
  • Seorang ambivert merasa nyaman-nyaman saja saat berkumpul di tengah kerumunan orang, namun kadang terlalu banyak menghadapi orang lain terasa melelahkan.
  • Menjadi pusat perhatian merupakan hal yang menyenangkan untuk seorang ambivert, tapi mereka juga tidak mau menjadi orang yang tertinggal atau bahkan invisible.
  • Beberapa orang menilai seorang ambivert itu pendiam dan sebagian lagi merasa mereka sangat supel dalam bersosialisasi.
  • Seorang ambivert dengan mudahnya dapat tenggelam dalam pikirannya sendiri sama halnya seperti tenggelam dalam obrolan lawan bicaranya.
  • Intuisi merupakan salah satu kelebihan dari seorang ambivert. Tidak seperti ekstrovert yang kadang-kadang tidak bisa mengontrol kapan mereka harus berhenti berbicara atau seperti introvert yang sengaja menghindar dari obrolan, seorang ambivert tahu cara mengontrol diri.
  • Merasa nyaman di mana saja merupakan salah satu ciri-ciri seorang ambivert. Mereka bisa bekerja di suasana hening sekalipun atau bahkan di antara keramaian. Mereka dapat menentukan sendiri kapan mereka mau bekerja dalam suasana tersebut.
  • Seorang ambivert merupakan seorang emosi bilingual atau bisa membaca emosi orang lain. karena itu, seorang ambivert memiliki berbagai keterampilan dan juga memiliki koneksi yang luas.
ambivert

Sumber: www.pexels.com

Bagaimana Cara Seorang Ambivert Produktif di Kantor?

Karena seorang ambivert ini memiliki kecendrungan yang labil, kadang mereka juga suka terdistraksi dengan lingkungannya. Jika lingkungan kerjanya kondusif, para ambivert benar-benar bisa bekerja dengan baik, sebaliknya jika mereka memiliki banyak gangguan kadang mereka ya ikut-ikutan melakukan hal yang sama bersama teman-temannya. Nah, bagaimana ya caranya untuk seorang ambivert tetap menjaga produktivitasnya dalam bekerja?

Kontrol lingkungan

Salah satu kunci untuk menjaga produktivitas adalah menempatkan diri di dalam lingkungan yang tepat. Jika kamu merasa terganggu dengan hal-hal kecil seperti suara dari luar dan sedang ingin menyelesaikan pekerjaan, coba pasang earphone. Hal ini bertujuan untuk meredam suara yang muncul dari luar dan mengumpulkan fokusmu kembali. Sebaliknya, jika kamu merasa belum berinteraksi dengan seorangpun di kantor, kamu dapat beristirahat terlebih dahulu dan ngopi-ngopi bersama rekan kantor sebentar. Jangan sampai kamu merasa stress dan lelah akibat kurangnya berkomunikasi dan bersosialisasi.

Buat Perencanaan

Untuk tetap produktif di kantor, cobalah untuk membuat perencanaan. Perencanaan ini bukanlah sebuah planner pekerjaan, melainkan jadwal bersosialisasimu. Jika kebanyakan have fun di akhir pekan, dapat dipastikan kamu akan “drop” di Senin pagi akibat energi yang terkuras habis untuk bersosialisasi. Sebaiknya seimbangkan antara jadwal sosialisasi dengan “me time” untuk memanjakan diri sendiri. Nah, dengan membuat perencanaan ini pastinya seorang ambivert akan memiliki work-life-balance yang baik dan dapat memulai kerja kembali dengan produktif.

Jangan Paksakan Diri

Seorang ambivert memiliki kecendrungan memiliki “mood-swing”. Bisa saja tiba-tiba mereka dalam mood ekstrovert yang ingin ngobrol banyak tapi dalam hitungan detik mood itu berubah jadi ingin sendirian dan tidak ingin diganggu. Jangan sampai mood-swing ini merugikan diri sendiri dan orang lain, maka dari itu cobalah untuk mengontrol diri. Contohnya seperti berani mengatakan tidak jika kamu diajak hangout saat pulang kantor padahal kamu sebenarnya capek tapi masih ingin bersosialisasi. Nah, daripada acara di sana rusak karena mood mu berubah, lebih baik katakan tidak untuk mengumpulkan energi mu kembali demi bisa mendapatkan mood baik di esok hari. Dengan mood yang baik, pasti kamu akan produktif di kantor.

Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Komunikasi Efektif bagi Introvert & Extrovert

Dari ciri-ciri di atas apakah kamu sudah yakin jika kamu seorang ambivert? Nah, kalau begitu jangan bingung lagi akan kepribadianmu ya! Coba kenali dan pahami diri sendiri dengan tidak memaksakan diri ke arah ekstrovert atau introvert karena kamu memiliki kepribadian yang unik. Apakah pekerjaan yang tepat bagi para ambivert? Yuk temukan pekerjaan impian mu bersama Glints dengan sign up di sini.

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up