Aktualisasi Diri: Definisi dan 6 Cara Menerapkannya di Dunia Kerja

Diperbarui 26 Agu 2022 - Dibaca 6 mnt

Isi Artikel

    Dalam bekerja atau karier, salah satu tujuan yang akan kamu capai adalah aktualisasi diri atau self-actualization. Sayangnya, masih banyak yang tidak memahami bagaimana cara mencapainya.

    Padahal, aktualisasi diri dalam bekerja merupakan salah satu kunci mencapai kepuasan kerja, yang menekankan betapa pentingnya hal ini.

    Beberapa ahli psikologi bahkan menyebut bahwa mengaktualisasikan diri menjadi salah satu faktor yang membantumu merasa meaningful di tempat kerja.

    Lalu, bagaimana cara menerapkan aktualisasi ini di tempat kerja? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut.

    Baca Juga: 6 Prediksi Tren HRD 2022: Perhatikan Hal-Hal Ini untuk Kenyamananmu di Kantor

    Sekilas tentang Aktualisasi Diri

    Istilah self-actualization sering kali dikaitkan dengan Abraham Maslow, seorang psikolog berkebangsaan Amerika Serikat, yang dikenal dengan teorinya Hierarki Kebutuhan Maslow (Maslow’s Hierarchy of Needs).

    © Simplypsychology.com

    Melalui teorinya tersebut, Maslow menyebut bahwa aktualisasi diri artinya adalah kebutuhan tertinggi dalam hidup manusia.

    Sehingga, menurut Maslow, tidak banyak manusia yang dapat memenuhi kebutuhan ini.

    Walaupun istilah ini dipopulerkan oleh Maslow, pencetusnya sendiri bukanlah Maslow. Kurt Goldstein merupakan orang pertama yang memperkenalkan istilah self-actualization.

    Goldstein yang merupakan dokter spesialis psikiatri dan neuroanatomi ini memandang aktualisasi diri sebagai tujuan akhir setiap manusia.

    Artinya, aktualisasi ini mengacu pada keinginan untuk memenuhi kebutuhan diri, dan kecenderungan individu untuk teraktualisasikan dalam potensinya.

    Goldstein menunjukkan bahwa manusia kemudian berperilaku sesuai dengan motivasi menyeluruh ini.

    Karakteristik individu yang menerapkan aktualisasi diri

    Untuk memahami self-actualization, Maslow melakukan observasi terhadap beberapa orang terkenal seperti Albert Einstein, Ruth Benedict, dan Eleanor Roosevelt.

    Berdasarkan hasil observasi tersebut, Maslow kemudian menjabarkan karakteristik-karakteristik yang menjadi ciri khas orang telah yang menerapkan aktualisasi diri.

    Dilansir dari Simply Psychology, berikut beberapa contoh karakteristik aktualisasi diri atau self-actualization dalam dunia kerja.

    • Mampu menerima kekurangan orang lain dan juga kekurangan mereka sendiri, seringkali dengan humor dan toleransi. Ia tidak hanya menerima orang lain sepenuhnya, namun juga jujur pada diri sendiri daripada berpura-pura untuk mengesankan orang lain.
    • Cenderung mandiri dan tidak bergantung pada faktor eksternal untuk mengarahkan hidup mereka.
    • Dapat memupuk hubungan yang dalam dan penuh kasih dengan orang lain.
    • Cenderung memancarkan rasa syukur dan mempertahankan penghargaan yang dalam bahkan untuk berkat yang biasa dalam hidup.
    • Mampu menganalisis situasi dengan cepat.
    • Jarang bergantung pada lingkungan atau budaya mereka untuk membentuk opini mereka.
    • Cenderungan memandang hidup sebagai misi yang memanggil mereka untuk mencapai tujuan di luar dirinya.

    Menerapkan Aktualisasi Diri di Tempat Kerja

    self actualization

    © Monster.com

    Dari informasi di atas, kamu sudah tahu betapa pentingnya aktualisasi diri di tempat kerja.

    Lantas, bagaimana cara menerapkannya? Berikut adalah beberapa contoh aktualisasi diri dalam dunia kerja yang bisa kamu lakukan.

    1. Belajarlah menerima diri

    Hal pertama yang harus kamu lakukan untuk menerapkan aktualisasi diri adalah belajar menerima diri sendiri.

    Menerima diri bisa berarti merasa lebih nyaman menerima hal-hal yang tidak diketahui dalam hidupmu.

    Selain itu, kamu juga perlu mencoba menghindari angan-angan dan melihat sesuatu dengan cara yang lebih realistis.

    2. Kenali dirimu

    Menurut Maslow, aktualisasi diri menyiratkan ada diri yang harus diaktualisasikan.

    Manusia menurutnya bukanlah tabula rasa, segumpal tanah liat atau plastisin, melainkan sesuatu yang sudah ada.

    Daripada berkonsultasi dengan rekan-rekanmu, cobalah untuk mulai mengenal dirimu lebih dalam.

    Sering kali tidak disadari, kita menyerahkan pendapat kita kepada otoritas, tetapi dalam pendapat itulah kita dapat mengidentifikasi diri kita yang sebenarnya.

    3. Belajarlah merasa nyaman dengan lingkungan sekitar

    Hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah mencoba merasa nyaman dengan lingkungan sekitar.

    Hubunganmu dengan teman, keluarga, bahkan rekan kerja memainkan peran penting dalam hidupmu.

    Namun itu sama pentingnya untuk memelihara hubungan Anda dengan diri sendiri.

    Orang yang mengaktualisasikan diri menurut Healthline biasanya merasa tenang dan damai dengan sendirinya. Ini karena mereka merasa nyaman dengan apa yang ada di sekitar mereka.

    Lingkungan yang nyaman membuatnya lebih mudah untuk terbuka dan mengekspresikan dirinya.

    Baca Juga: 7 Rekomendasi Podcast untuk Kesehatan Mentalmu

    4. Bersikap jujur

    Meski tidak setiap saat, kamu perlu bersikap jujur. Pada saat lainnya, kamu juga perlu bersikap diplomatis atau sopan.

    Maslow berpendapat bahwa menjadi benar-benar jujur, terutama dengan diri sendiri, adalah metode mengambil tanggung jawab.

    Menurutnya, dalam psikoterapi seseorang dapat melihat, merasakan, dan mengetahui momen tanggung jawab.

    Kemudian ada pengetahuan yang jelas tentang bagaimana rasanya.

    Ini adalah salah satu langkah besar. Setiap kali seseorang mengambil tanggung jawab, ini adalah aktualisasi diri.

    5. Jangan mengkhawatirkan kesesuaian

    Bagian dari belajar lebih banyak tentang diri sendiri berarti kamu bisa lebih sering mengandalkan diri sendiri untuk membuat penilaian.

    Berbagai faktor lain mungkin bertindak sebagai penengah, namun ketika kamu memahami diri sendiri dengan lebih baik, kamu juga akan memahami apa yang berhasil untukmu dan apa yang tidak.

    Secara khusus, Maslow menggarisbawahi bagaimana hal ini dapat membuatmu tidak populer.

    Kemudian, mampu mengakui bahkan mengandalkan diri sendiri adalah hal yang baik adalah sesuatu yang dia yakini sangat diperlukan untuk aktualisasi diri.

    6. Kembangkan rasa belas kasih

    Orang yang mengaktualisasikan diri memiliki perasaan yang dalam terhadap makhluk hidup lainnya.

    Rasa belas kasih mereka melampaui lingkaran sosial langsung mereka dan orang-orang yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari hingga kemanusiaan dan dunia secara keseluruhan.

    Welas asih datang lebih mudah bagi sebagian orang daripada yang lain.

    Jika kamu kesulitan memahami dan berempati dengan orang yang sangat berbeda darimu, cobalah belajar lebih banyak tentang orang yang memiliki pengalaman hidup berbeda.

    Kamu bisa mempelajarinya dengan membaca buku atau mengonsumsi media lain yang diproduksi oleh orang dari latar belakang yang berbeda denganmu.

    Baca Juga: Membangun Kesetaraan Gender di Kantor

    Aktualisasi diri bukanlah tujuan satu ukuran untuk semua. Tidak ada dua orang yang persis sama, jadi setiap orang mungkin memiliki jalan yang sedikit berbeda.

    Sebagai contoh, bagi sebagian besar orang, self-actualization merupakan tujuan jangka panjang, bahkan seumur hidup.

    Meski demikian, bekerja untuk memaksimalkan potensimu dan menjadi diri versi terbaik dari dirimu adalah cara yang bagus untuk menjalani hidup yang lebih memuaskan.

    Mulai tergerak untuk melakukan aktualisasi diri? Kamu bisa lho berbagi pengalamanmu mewujudkan aktualisasi diri di Glints Feed.

    Di fitur terbaru aplikasi Glints ini, kamu bisa berbagi dan mendapatkan pendapat atau bahkan saran dari sesama pengguna Glints hingga ahli di bidangnya.

    Yuk, tap tombol di bawah untuk download aplikasi Glints di Android dan mulai berbagi pendapat!

    COBA GLINTS FEED

    Seberapa bermanfaat artikel ini?

    Klik salah satu bintang untuk menilai.

    Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

    Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

    We are sorry that this post was not useful for you!

    Let us improve this post!

    Tell us how we can improve this post?


    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Artikel Terkait