Ad Exchange, Platform Jual-beli Iklan yang Para Advertiser Perlu Ketahui

Diperbarui 11 Nov 2024 - Dibaca 10 mnt
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia

Semakin efektif pemasangan iklan untuk marketing, semakin tinggi juga kemungkinan sebuah campaign menjadi sukses. Oleh karena itu, ad exchange adalah platform atau sarana yang sering digunakan untuk memaksimalkan upaya periklanan.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Secara garis besar, ad exchange merupakan mediator antara publisher dan advertiser.

Dengan mediator ini, publisher dan advertiser bisa sama-sama terbantu dengan berbagai keuntungannya.

Nah, untuk memahami lebih lanjut tentang apa itu ad exchange, Glints sudah merangkum semuanya untukmu dalam artikel ini.

Yuk, simak penjelasannya baik-baik hingga akhir.

Apa Itu Ad Exchange?

ad exchange adalah

© Vator.tv

Menurut SmartyAds, ad exchange adalah sebuah digital marketplace.

Dari marketplace ini, publisher dan advertiser bisa bertemu untuk bertukar ad inventory, baik display, native, video, mobile, dan in-app.

Kedua belah pihak ini dapat melakukan jual beli dengan metode lelang secara langsung.

Jadi, misalnya kamu ingin memasang iklan di suatu media.

Di ad exchange, kamu harus siap untuk ikut lelang dan mendapatkan slot media tersebut.

Ad exchange banyak digunakan oleh pemilik situs, blog, majalah online, dan sejenisnya.

Orang-orang ini disebut publisher.

Mereka menggunakan supply-side platform dan menawarkan advertising space untuk yang membutuhkan.

Sementara, pihak advertising agency biasa disebut sebagai advertiser dan menggunakan demand-side platform untuk membeli lapak iklan.

Baca Juga: Facebook Ads vs Google Ads, Mana yang Lebih Baik untuk Beriklan?

Cara Kerja Ad Exchange

ad exchange adalah

© Theviewpoint.com

Melansir The View Point, cara kerja ad exchange adalah dengan menghubungkan supply-side platform dan display-side platform.

Sebagai contoh, ketika seorang pengunjung melihat konten seorang publisher, ad request dikirim agar sebuah iklan ditampilkan.

Baca Juga :  4 Manfaat dan Tips Melakukan Market Research di Media Sosial untuk Para Marketer

Setiap sebuah iklan dilihat, satu impression tercatat.

Impression inilah yang menjadi nilai jual untuk ad exchange.

Publisher tergabung dalam sebuah lelang lewat supply-side platform dan menggunakan data pengunjung untuk menawarkan slot iklan dalam sebuah lelang.

Sementara, advertiser bisa tergabung dalam ad exchange lewat demand-side platform.

Mereka bisa menyatakan bid maksimum yang bisa dibayar untuk satu slot iklan.

Tentunya, mereka punya kriteria tertentu dan bisa memilih berdasarkan penawaran dari publisher.

Proses ad exchange ini terjadi sangat cepat, yaitu dalam beberapa milidetik saja.

Baca Juga: Jenis dan Karakteristik Iklan yang akan Tren Sepanjang 2021

Tipe-Tipe Ad Exchange

ad exchange adalah

© Tweakyourbiz.com

Menurut Epom, ada tiga tipe ad exchange, yaitu open ad exchange, private ad exchange, dan preferred ad exchange.

Masing-masing tipe memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami sebelum memilih.

1. Open ad exchange

Seperti namanya, open ad exchange adalah marketplace virtual yang terbuka.

Di sini, kamu bisa menemukan ad listing dari berbagai publisher.

Biasanya, open ad exchange mendapatkan impression paling banyak dari yang lainnya.

Publisher memiliki sumber media buyer yang sangat banyak.

Harga yang ditawarkan juga biasanya lebih tinggi.

Pada dasarnya, tipe ad exchange ini bagus karena memiliki publisitas yang lebih tinggi dan entry barrier yang rendah.

Akan tetapi, ada risiko ad fraud, kendali yang kurang, dan partner yang kurang bisa dipercaya.

2. Private ad exchange

Kalau kamu ingin memiliki kontrol lebih akan penempatan iklanmu, private ad exchange adalah pilihan yang tepat.

Publisher bisa memiliki kendali mengenai ketentuan dari sebuah bid lebih baik dibanding pilihan sebelumnya.

Partner yang bekerja sama denganmu juga bisa lebih dipercaya.

Baca Juga :  Kamu Motion Graphic Designer? Ini 7 Rekomendasi Laptop Khusus Untukmu

Akan tetapi, negosiasi bisa jadi lebih menantang dan ada entry barrier yang lebih tinggi.

3. Preferred deal ad exchange

Preferred deal ad exchange merupakan satu-satunya platform di mana publisher bisa menjual ad inventory pada advertiser pilihannya.

Publisher dan advertiser tetap bisa saling bernegosiasi mengenai syarat dan ketentuan yang sesuai untuk kedua belah pihak.

Hanya saja, harga yang ditetapkan sudah tidak bisa diubah lagi.

Baca Juga: 6 Jenis Iklan Online yang Bisa Bantu Tingkatkan Penjualanmu

Begitulah penjelasan Glints tentang ad exchange.

Kesimpulannya, ad exchange adalah platform yang memberikan advertiser kendali akan siapa yang melihat iklan dan di mana suatu iklan dipasang.

Di sisi lain, publisher juga diuntungkan karena bisa menentukan siapa yang membeli slot iklan dan berapa harganya.

Apakah kamu tertarik untuk belajar lebih jauh tentang dunia periklanan?

Kamu bisa belajar di Glints ExpertClass, lho.

Yuk, langsung saja klik tombol di bawah ini dan segera beli tiket kelas yang cocok dengan kebutuhanmu!

CARI KELASNYA


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon