Activity-Based Working: Sistem yang Buat Karyawan Bebas Pilih Ruang Kerja

Tayang 02 Jul 2026 - Dibaca 6 mnt
Ditulis oleh : Geofanni Nerissa Arviana

Sejak dulu, ruang kerja selalu digambarkan sebagai cubicle atau bilik pribadi karyawan. Namun, beberapa tahun belakangan, konsep ruang kerja seperti itu mulai tergeser oleh activity-based working.

Glints App

Ribuan Loker Terbaik Menantimu,
Lamar Cepat Hanya 1x Tap!

Akses peluang karier terbaik dengan aplikasi Glints TapLoker

Download Sekarang

Dikutip dari iOFFICE, lebih dari 60% karyawan setuju bahwa ruang kerja yang menyediakan tempat santai, bertemu dengan rekan kerja, dan berkreasi memengaruhi produktivitas mereka.

Oleh karena itu, muncullah activity-based working untuk memenuhi harapan karyawan tersebut.

Penasaran apa itu activity-based working? Yuk, simak penjelasan Glints berikut ini!

Baca Juga: 8 Coworking Space Jakarta Ini Bisa Membuat Kerjamu Lebih Seru

Apa Itu Activity-Based Working?

kerja di coworking space

© Unsplash.com

Perubahan budaya kerja turut berpengaruh pada perubahan ruang kerja.

Dulu, setiap karyawan memiliki bilik kerja masing-masing. Semua peralatan kerja pun diletakkan pada bilik yang sama setiap harinya.

Namun, kini banyak perusahaan lebih memilih activity-based working daripada sistem kerja bilik seperti itu.

Dilansir dari WeWork, activity-based working adalah gaya kerja yang memungkinkan karyawan memilih tempat yang sesuai dengan pekerjaan mereka. 

Jadi, setiap karyawan tidak memiliki satu ruang kerja tetap yang bisa mereka gunakan setiap hari.

Sebagai contoh, ketika ada jadwal rapat, kamu bisa memilih ruang rapat. Namun setelahnya, ketika kamu butuh untuk mengerjakan suatu hal sendiri, kamu bisa memilih bagian ruangan lainnya.

Pasalnya, gaya kerja ini mengasumsikan semua karyawan bisa memiliki fleksibilitas kerja dan akan menggunakan ruangan yang berbeda untuk setiap keperluan, seperti ditulis The Conversation.

Dengan demikian, setiap perusahaan yang menerapkan gaya kerja ini harus menyediakan ruangan rapat, kolaborasi, pekerjaan pribadi, dan lainnya.

Beberapa orang berpendapat bahwa gaya kerja ini dapat meningkatkan produktivitas mereka. 

Namun, tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa gaya kerja ini tidak efektif. Mereka pun kesulitan untuk konsentrasi.

Baca Juga :  Tak Perlu Lagi Tatap Muka, Ketahui Seluk-beluk E-Learning dan Kelebihannya!

Oleh karena itu, perusahaan yang ingin menerapkan activity-based working harus memiliki perencanaan yang matang agar gaya kerja ini terlaksana dengan baik.

Baca Juga: 11 Pilihan Coworking Space di Pulau Bali Untukmu

Elemen Dasar Activity-Based Working

activity-based working

© casaindonesia.com

Menurut WeWork, setidaknya ada empat elemen dasar activity-based working, yaitu sebagai berikut.

1. Desain

Salah satu hal yang paling menonjol dari activity-based working adalah dari segi desain.

Perusahaan yang menerapkan gaya kerja ini memiliki berbagai desain ruang kerja dalam satu atap gedung.

Ada ruangan yang khusus didesain untuk rapat, berkolaborasi, fokus, menerima tamu, dan lainnya.

2. Pengalaman sensorik

Gaya kerja berbasis aktivitas harus membangun pengalaman sensorik yang menarik bagi para karyawan. Pengalaman tersebut dapat membantu karyawan menentukan ruangan mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sebagai contoh, aroma kopi dari dapur bisa ‘mengundang’ karyawan yang ingin istirahat dan berbincang dengan rekan kerjanya.

Cahaya yang cukup di sebuah ruangan juga bisa mendorong karyawan untuk konsentrasi dalam mengerjakan tugasnya.

3. Suasana yang membangun

Setelah didukung dengan desain yang sesuai dan pengalaman sensorik, terciptalah suasana yang mendukung activity-based working.

Suasana ini dapat memicu karyawan untuk beraktivitas sesuai dengan ruangan yang digunakannya.

4. Evaluasi berulang

Pelaksanaan gaya kerja ini bukanlah hal yang mudah. Selain berbeda dari segi desain dan ruangan, setiap karyawan juga harus memiliki mindset yang sesuai.

Oleh karena itu, perusahaan harus terus mengevaluasi kerja karyawan dengan gaya kerja ini.

Jika ada penerapan yang kurang tepat, perusahaan harus segera mencari solusi untuk menyelesaikannya.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Lokasi Coworking Space di Surabaya

Demikian penjelasan Glints tentang apa itu activity-based working. Jadi, tertarik untuk bekerja di perusahaan yang menerapkan gaya kerja tersebut?

Baca Juga :  10 Tips Menjalani Pekerjaan yang Tidak Disukai Sehari-hari

Temukan juga beragam tips di tempat kerja hanya di Glints Blog. Baca sekarang juga!


Komentar ditutup.

Artikel Terkait

Glints TapLoker Icon