Teknik Feynman: Arti, Cara Menggunakan, dan Contoh Penggunaannya
Ditulis oleh : Nadiyah Rahmalia
Dalam dunia kerja, penting untuk selalu belajar hal-hal baru untuk terus meningkatkan kualitas diri. Nah, salah satu teknik yang bisa kamu gunakan untuk belajar hal baru adalah teknik Feynman.
Saat sudah mencapai usia dewasa, seringkali sulit untuk menyerap sebuah ilmu baru.
Akan tetapi, dengan teknik tersebut, kamu bisa lebih optimal dalam meningkatkan skill.
Lalu, apa, sih, teknik Feynman itu? Bagaimana cara mengaplikasikannya dalam proses belajar?
Simak selengkapnya di sini, yuk!
Isi Artikel
Apa Itu Teknik Feynman?
Mengutip Farnam Street Media, teknik Feynman adalah sebuah metode belajar yang membantu dalam menumbuhkan pemahaman yang mendalam.
Dengan metode ini, kamu bisa mengeluarkan potensi maksimalmu saat mencoba memahami sesuatu.
Seperti namanya, teknik ini dicetuskan oleh Richard Feynman.
Richard Feynman sendiri keahliannya sudah tak perlu diragukan lagi.
Pasalnya, sang fisikawan ini telah memenangkan penghargaan Nobel.
Bahkan, Richard Feynman mendapatkan julukan The Great Explainer, atau Sang Penjelas Hebat.
Dengan menggunakan teknik yang ia rumuskan, ia mampu menyampaikan ide kompleks dengan cara yang simpel sehingga siapa pun bisa mengerti.
Nah, inilah yang merupakan inti dari teknik yang akan kamu pelajari dalam artikel ini.
Cara Menggunakan Teknik Feynman
Seperti yang sudah sedikit dijelaskan sebelumnya, teknik Feynman intinya adalah menyederhanakan suatu konsep untuk belajar.
Kamu harus bisa menjelaskan konsep tersebut dengan cara yang mudah.
Saat ingin mengaplikasikan teknik ini, College Info Geek mengatakan bahwa idealnya kamu butuh satu orang teman untuk membantumu.
Sebab, kamu harus mencoba menjelaskan suatu konsep yang sedang dipelajari kepada orang lain.
Nah, inilah tahap-tahapnya.
1. Pilih hal yang ingin dipelajari
Tentunya, kamu memiliki kebebasan sepenuhnya dalam tahap ini.
Langsung saja pilih topik apa pun.
Lalu, tulis apa saja yang kamu ketahui tentang topik tersebut di secarik kertas.
Saat melakukan ini, cobalah untuk seakan-akan sedang menjelaskannya pada anak kecil.
Seiring lebih banyak kamu belajar tentang topik tersebut dari berbagai sumber, tambahlah informasi tersebut di kertas yang dimiliki.
Saat sudah merasa cukup paham, lanjutlah ke tahap teknik Feynman selanjutnya.
2. Coba jelaskan pada orang lain
Inilah tahap di mana kamu membutuhkan orang lain.
Sebenarnya, paling ideal untuk mencoba menjelaskan topik yang sedang dipelajari ke anak berusia 12 tahun.
Akan tetapi, kamu bisa menganggap lawan bicaramu berusia 12.
Jika tak ada yang bisa menjadi lawan bicaramu, tidak masalah juga untuk melakukannya sendiri.
Sampaikan informasi yang sudah ditulis sesederhana mungkin tanpa menambahkan hal lain yang kompleks.
Gunakan kata-kata yang sangat mudah saja.
Pastikan kata-kata yang dipilih bisa dimengerti oleh anak kecil.
Sambil menjelaskan, kamu otomatis juga sedang belajar di waktu yang bersamaan, lho.
Nah, untuk tahap ini, tentu kamu butuh skill komunikasi yang baik.
Yuk, coba pelajari bagaimana mengomunikasikan pikiran agar bisa tersampaikan dengan efektif lewat artikel di bawah ini!
3. Ulas pembahasan
Setelah menyelesaikan penjelasanmu, langkah selanjutnya dalam melakukan teknik Feynman adalah mengulasnya.
Pastikan apa yang kamu jelaskan bisa dimengerti baik oleh dirimu maupun orang yang mendengarkannya.
Kalau masih belum, cobalah baca ulang sumber utama belajarmu, misalnya buku, artikel, jurnal, atau lainnya.
Lalu, sederhanakan lagi kalimat-kalimat yang digunakan dan pilih kata-kata yang lebih mudah.
Ulang tahap ini sampai penjelasanmu bisa sesederhana mungkin.
Nah, kira-kira demikianlah cara mengaplikasikan teknik Feynman untuk belajar hal apa pun yang kamu inginkan.
Saat menggunakan teknik ini, sebaiknya mintalah saran dari orang-orang terdekatmu.
Tanyakan apa istilah atau konsep yang sulit dimengerti dari suatu topik.
Masukan-masukan ini sangat berguna untuk membantumu menyusun materi belajar yang lebih baik lagi.
Selain itu, semakin sering mengulang suatu materi, semakin paham juga kamu terhadap materi tersebut.
Setelah selesai dengan suatu topik, jangan buang catatanmu, ya.
Simpanlah semua dalam satu tempat.
Dengan begitu, kamu bisa membaca ulang dan mengingat-ingat di waktu mendatang.
Jadi, ilmu tersebut tidak akan terlupakan begitu saja.
Contoh Penggunan Teknik Feyman
Lihatlah contoh catatan belajar untuk teori pitagoras di bawah ini.
Sangat sederhana, bukan? Penjelasan teori ini hanya butuh selembar kertas.
Di sana, tertulis:
Di segitiga siku-siku, kamu bisa mencari hipotenus (sisi terpanjang di segitiga itu) dengan menambah panjang kuadrat dua sisi lainnya.
Rumus: A^2 + B^2 = C^2
C adalah hipotenus.
Setelah itu, dibuat contoh gambarnya agar visualisasinya jelas.
Kemudian, dicontohkan juga cara menyelesaikan soal matematika tersebut.
Ketika melihatnya, tentu kamu bisa langsung paham dengan mudah, bukan?
Nah, hal apa yang saat ini ingin kamu pelajari?
Yuk, temukan tips-tips belajarnya di Glints Blog!
Ada topik digital marketing, bahasa, IT, dan masih banyak lagi, lho.
Klik tombolnya di bawah ini untuk baca artikelnya, yuk.
