×

Startup Pertanian Indonesia: Ragam Solusi untuk Kegiatan Bertani

December 13, 2018 | No Comments

Era digital yang mampu membawa kemajuan teknologi di berbagai bidang. Berbagai startup banyak bermunculan dengan berbagai bidangnya masing-masing, termasuk di bidang pertanian.

Jika dilihat, Indonesia sampai saat ini masih memiliki pekerja yang bermata pencarian sebagai petani atau bekerja di sektor pertanian.

Seiring dengan kemajuan teknologi, saat ini banyak penggunaan lahan-lahan kecil untuk bercocok tanam.

Adapun tempat untuk bercocok tanam saat ini tidak lagi memerlukan lokasi yang luas pada dasarnya bercocok tanam menggunakan lahan rumah kaca juga bisa dilakukan.

Kemajuan di sektor pertanian yang didukung dengan kemajuan teknologi, menghasilkan kesempatan untuk startup bidang pertanian. Berbagai kemudahan dan kesempatan diberikan oleh para pendiri startup di bidang ini.

Berbagai keperluan dan jasa pelayanan yang ditawarkan oleh startup bidang pertanian hadir dengan keunggulannya masing-masing.

Berikut ini akan disajikan startup bidang pertanian apa saja yang menarik dan apa saja jasa pelayanan yang ditawarkan berikut penjelasannya:

iGrow

startup pertanian

© iGrow

PT iGrow Resources Indonesia merupakan startup bidang pertanian yang memberikan 3 hal. Startup satu ini menghubungkan antara investor, petani, dan pembeli produk pertanian.

Para petani akan melakukan cocok tanam seperti biasanya. Namun, pengguna iGrow yang akan membeli hasil panen para petani tersebut.

Konsep yang ditawarkan iGrow ini menjadi perantara antara pengguna iGrow dengan pemilik lahan pertanian.

Baca Juga: Persiapkan Hal-Hal Ini Kalau Kamu Mau Kerja di Startup

Karsa

startup pertanian

© Karsa

Startup bidang pertanian berikutnya adalah Karsa. Startup satu ini memberikan konsep pemahaman kepada petani bahkan kepada pemula yang ingin belajar bercocok tanam.

Karsa akan memberikan informasi mengenai cuaca, cara bercocok tanam, harga, dan berbagai fitur pemesanan peralatan untuk pertanian.

Salah satu kelebihan Karsa adalah platform ini akan membantu pemula untuk belajar bercocok tanam.

Selain itu, Karsa juga dapat menghubungkan pengguna dengan pihak pemerintah, pemilik produk pertanian dan pihak lainnya yang berhubungan dengan sektor pertanian.

8Villages

startup pertanian

© 8Villages

8Villages merupakan salah satu startup pertanian yang hadir dengan memberikan solusi bagi para petani. Startup ini membantu menyelesaikan masalah yang dirasakan oleh petani dengan solusi yang diberikan oleh pakar.

Platform yang satu ini juga dapat menjadi wadah bagi para petani untuk bertukar pikiran mengenai sektor pertanian. Selain itu, ada juga fitur yang disediakan untuk menjual hasil sektor pertanian kepada pembelinya.

Eragano

© Asatu

Eragano merupakan startup pertanian yang menyediakan beberapa layanan dalam satu aplikasi.

Layanan tersebut di antaranya adalah membantu petani mendapatkan perlengkapan pertanian dan pupuk, menjual hasil panen, edukasi pengelolaan sawah, hingga pinjaman modal untuk petani.

Dilansir dari Kumparanstartup ini aktif memberikan edukasi kepada petani agar lebih melek kepada teknologi. Hal ini bertujuan agar Eragano dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal.

Baca Juga: 6 Startup Pendidikan dengan Berbagai Macam Layanan

Habibi Garden

© Habibi Garden

Di Indonesia, ada juga startup teknologi pertanian yaitu Habibi Garden. Perusahaan rintisan satu ini memiliki tujuan untuk membangun peradaban melalui internet of things (IOT) agriculture.

Perusahaan yang satu ini memang menghadirkan solusi perawatan tanaman berbasis IOT. Startup ini membantu memberikan data pertanian terkini melalui smartphone.

Ada sensor yang digunakan untuk membantu mendapatkan data tersebut. Adapun data yang diberikan misalnya adalah kondisi tanah dan nutrisi dalam tanaman.

Hal itu dapat membantu petani mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, dan mencegah gagal panen.

TaniHub

© TaniHub

Startup pertanian lain yang cukup terkemuka adalah TaniHub. Startup yang satu ini dikenal karena membangun ekosistem petani mulai dari pembiayaan, penanaman, hinga pemasasaran.

Di aplikasi ini, produk pertanian masuk ke dalam marketplace sehingga memotong biaya petani untuk memasarkan produknya.

Dilansir dari IDN Times, pada tahun 2019 sudah ada 20 ribu petani yang terhubung dengan startup ini. Selain itu, mereka juga sudah memiliki 30 klien perusahaan ritel dan restoran untuk membeli produknya.

TaniHub sendiri merupakan aplikasi yang jadi bagian dari TaniGroup. Di dalam grup tersebut, tidak hanya ada TaniHub tetapi juga ada TaniFund.

Baca Juga: 7 Cara Beradaptasi dengan Lingkungan Kerja Kompetitif

Itu dia beberapa startup bidang pertanian yang dapat menjadi solusi bagi petani. Perkembangan teknologi ternyata memberikan banyak kesempatan, termasuk untuk bidang pertanian.

Nah, jika kamu berminat bekerja di startup, kamu bisa menemukan banyak lowongannya di Glints. Yuk sign up dan lamar pekerjaan yang cocok untukmu.

YOU MAY ALSO LIKE

Scroll Up