×

7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Profesi Akuntan Perpajakan

February 20, 2018 | 1 Comment

Apakah kamu seseorang yang mempelajari bidang akuntansi saat ini? Sudahkah kamu memiliki profesi yang ingin kamu tuju setelah lulus nanti?

Akuntansi adalah sebuah ilmu yang ada hakekatnya tidak pernah mati dan sangat dibutuhkan di dalam dunia ekonomi dan bisnis. Apalagi didukung dengan bermunculannya banyak startup dan jenis usaha lainnya yang tentu membutuhkan jasa seorang akuntan yang andal.

Baca juga: 8 Alasan untuk Bekerja di Perusahaan Fintech

akuntansi perpajakan

© nwhc.ac.uk

Indonesia yang saat ini sedang melakukan pembenahan terhadap sistem perpajakan yang berjalan, khususnya bagi banyak investor dan perusahaan, telah menunjukkan minat yang lebih tinggi terhadap akuntansi perpajakan. dimulai pada saat pemerintah mendelegasikan self asessment kepada setiap wajib pajak untuk menganalisis sendiri pajak yang harus mereka bayarkan.

Namun tidak hanya itu. Ada banyak tugas dan tanggung jawab besar lainnya yang dapat kamu lakukan, jika kamu menjadi seorang akuntan perpajakan. Berikut 7 hal yang perlu kamu ketahui tentang profesi akuntan perpajakan.

Baca juga: Akankah Software Akuntansi Menggantikan Fungsi Akuntan?

Apakah itu profesi akuntan perpajakan?

akuntansi perpajakan

© outclicks.net

Secara umum, seorang akuntan perpajakan bertugas untuk mengkalkulasi dan menganalisis banyak kejadian-kejadian ekonomi, dengan menerapkan ilmu akuntansi yang telah dipelajari sebelumnya, dengan tujuan untuk menentukan strategi-strategi perpajakan yang sesuai dengan peraturan perpajakan.

Di era good governance ini, dimana pemerintah tidak lagi memegang seluruh pengaturan negara, namun juga swasta dan private sector harus mampu untuk memberikan feedback dalam ketertiban dan kejujuran memenuhi kewajiban pajaknya.

Kamu sebagai seorang akuntan perpajakan, akan memastikan bahwa perusahaan tempat kamu bekerja tidak mangkir, tepat waktu, serta tepat jumlah membayar pajak. Nantinya pekerjaanmu akan berkesinambungan dengan mereka yang bekerja sebagai akuntan pemeriksaan dan keuangan.

Baca juga: 9 Profesi yang Cocok untuk Para Perfeksionis

Pendidikan untuk kamu, calon akuntan perpajakan

akuntansi perpajakan

© coladaily.com

Pada umumnya, akan butuh waktu sekitar 4 tahun untuk dapat menguasai ilmu akuntansi, khususnya akuntansi perpajakan. Sementara untuk pascasarjana, kamu akan butuh waktu sekitar 3 tahun dan akan memperlajari sesuatu yang lebih terspesifikasi, misalnya hanya mempelajari akuntansi perpajakan saja.

Setelah kamu lulus dari bidang akuntansi dan memiliki gelar D3 atau S1, kamu akan dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan seorang akuntan secara umum. Tetapi, untuk menjadi seorang akuntan yang terakreditasi, termasuk untuk akuntan perpajakan, kamu akan membutuhkan izin CPA (Certified Public Accountant). Kamu harus mempelejari dengan betul apakah universitas tempat kamu berkuliah, menyediakan 150 SKS yang bisa memberikan izin tersebut. Untuk mendapatkan izin CPA, kamu akan melewati berbagai rangkaian ujian akuntansi, yang pada akhirnya akan dinilai oleh negara. Negara tempat kamu menempuh pendidikan, adalah negara yang nantinya akan mengelurkan izin CPA tersebut.

Di mana kamu dapat melamar sebagai akuntan perpajakan?

akuntansi perpajakan

© taxexpertusa.com

Ada banyak pilihan tempat untuk bekerja sebagai akuntan perpajakan. Karena akuntansi perpajakan dibutuhkan oleh banyak sektor, kamu dapat memilih sektor apapun untuk dimasuki. Sektor yang ada antara lain adalah, pemerintahan, publik, swasta, dan pribadi.

Karier yang dapat kamu pilih sebagai seorang akuntan perpajakan, ada beberapa pilihan karier yang dapat kamu pilih, misalnya menjadi pegawai pajak di Ditjen Pajak, tax planner di Kantor Akuntan Publik, tax advisor di Kantor Konsultan Pajak, pegawai pajak di sektor swasta, konsultan pajak pribadi, mendirikan Kantor Konsultan Pajak.

Di sektor pemerintahan, kamu akan lebih mengurus perpajakan negara dan lingkup pemerintahan. Sektor swasta memungkinkan kamu untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar yang menguasai pasar internasional maupun nasional. Terakhir, kamu juga dapat membuat konsultan pajakmu sendiri dan direkrut oleh banyak perusahaan sebagai outsource.

Persiapan menjadi seorang akuntan perpajakan

 

Tidak semua akuntan perpajakan memiliki karier yang baik. Oleh karena itu, menjadi sangat baik bagi kamu jika masih duduk di bangku kuliah, untuk mencari pengalaman magang atau on-the-job training. Selain menambah pengalaman, kamu juga akan mengasah skillmu dalam bermain dengan angka, khususnya di bidang perpajakan.

Pastikan juga kamu membagikan pengalaman tersebut saat melamar untuk sebuah pekerjaan.

Tugas seorang akuntan perpajakan

akuntan perpajakan

© bmmagazine.co.uk

Menjadi seorang akuntan perpajakan yang lulus dari jurusan akuntansi tidak berarti akan mudah. Bahkan terkadang, kamu dapat merasa bosan dengan pekerjaan yang cenderung statis. Akan datang juga hari-hari di mana kamu akan menjadi sangat sibuk, disaat yang lainnya merayakan hari libur, dan tidak dapat dipungkiri bahwa berhadapan dengan banyak angka terus menerus dapat membuat kamu merasa sedikit tertekan dan kelelahan di beberapa waktu.

Namun, seiring dengan berkembangnya perekonomian dan bisnis di suatu negara, maka menjadi tidak mungkin jasamu tidak dibutuhkan. Akuntansi menyediakan jalur karier yang jelas dan terjamin bagi kamu, karena bidang tersebut adalah bidang yang terus menerus berkembang.

Di balik seluruh tantangan dan keuntungan yang dapat kau nikmati, tugasmu sebagai seorang akuntan perpajakan akan disesuaikan kepada siapa kamu bekerja.  Jika kamu bekerja bagi sebuah perusahaan milik individu dan bagi individu tersebut, maka tugasmu adalah untuk mengisi form pajak dengan baik, memberikan saran terkait perencanaan finansial di masa depan yang berdampak terhadap pajak, dan merespond kepada client berhubungan.

Sementara, jika kamu bekerja bagi perusahaan atau korporat, kamu akan memegang catatan pajak dari sebuah perusahaan, menganalisis pajak yang harus dibayarkan, dan menghitung berapa jumlah uang yang dapat di claim jika kamu membayar dengan jumlah yang terlalu lebih.

Pastikan kamu memilih industri yang sesuai dengan minatmu, agar nantinya kamu menikmati bekerja sebagai seorang akuntan perpajakan, tanpa merasa tertekan.

Memiliki peluang yang besar untuk menjadi seorang pebisnis

akuntan perpajakan

© optionfinance.fr

Tidak semua profesi memiliki kesempatan ini. Karena kamu bekerja sebagai seorang akuntan perpajakan, kamu menjadi lebih paham mengenai flow bisnis hingga mendetail. Dengan kemampuan dan pengetahuanmu saat bekerja di sebuah perusahaan, kamu akan mampu untuk membuka sendiri kantor konsultan pajakmu.

Kamu dapat memulai dengan memastikan motivasimu saat memulai sebuah bisnis. Beberapa mungkin beralasan karena tidak menyukai tekanan yang ada di perusahaan tempat mereka bekerja. Pastikan kamu memiliki alasan yang tepat. Mulai berpikirlah, apakah kamu siap untuk menjadi atasan untuk dirimu sendiri dan mengambil banyak “topi” tanggung jawab.

Baca juga: 8 Langkah Memulai Bisnis Sampingan saat Masih Bekerja Full-Time

 

Tidak ada pekerjaan dan karier yang datang dengan sendirinya. Segala sesuatunya perlu kamu usahakan. Termasuk menjadi seorang akuntan perpajakan. Dengan mengetahui lebih dahulu medan yang akan kamu hadapi nanti, kamu akan dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menjadi seorang akuntan perpajakan. Temukan lebih banyak kesempatan dan pengalaman menjadi seorang akuntan perpajakan di Glints!

YOU MAY ALSO LIKE

One response to “7 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Profesi Akuntan Perpajakan”

  1. Naila Rahmah says:

    Terima kasih 🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Scroll Up